Archive

Archive for July, 2010

PERANAN AUDIT INTERNAL DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL PEMBERIAN KREDIT

July 28, 2010 1 comment

ABSTRAK

(Studi Kasus pada PT. Bank Mega Cabang Bandung)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peranan audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal pemberian kredit. Objek dari penelitian ini adalah PT. Bank Mega Cabang Bandung yang terletak di jalan Gatot Subroto Bandung. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data untuk kemudian diproses dan dianalisis lebih lanjut serta diambil suatu kesimpulan. Sedangkan untuk melakukan analisa data, penulis melakukan analisis deskriptif kualitatif dan analisis statistik yang menggunakan kriteria penilaian kuesioner menurut Champion.
Dalam memberikan kredit, bank berusaha menghindari risiko yang terjadi yaitu kredit macet. Oleh karena itu dilakukan pengendalian internal terhadap pemberian kredit. Namun pengendalian internal memiliki keterbatasan seperti kelemahan, manusia dalam melaksanakan prosedur, persekongkolan, pelanggaran terhadap prosedur. Sehingga pengendalian internal perlu diperiksa, dikaji, dan dinilai oleh bagian audit internal. Yang berfungsi untuk memberikan analisis, penilaian, saran, dan informasi mengenai kegiatan yang diperiksanya. Kemudian dapat ditarik kesimpulan bahwa audit internal yang dilakukan secara memadai dapat berperan dalam menunjang efektivitas pengendalian internal pemberian kredit.
Dari hasil penelitian dan penilaian persentase hasil jawaban kuesioner tampak bahwa audit internal telah dilaksanaknan secara memadai, Pengendalian internal pemberian kredit telah efektif, dan audit internal dapat menunjang efektivitas pengendalian internal pemberian kredit. Namun sebaiknya PT Bank Mega Cabang Bandung meningkatkan kualitas auditor internal dengan keberadaan auditor internal yang bersertifikat Qualified Internal Auditor. Dan meningkatkan pengetahuan perbankan dan perkreditan kepada petugas perkreditan melalui pelatihan-pelatihan.
V
KATA PENGANTAR
Segala puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas berkat, rahmat dan karunia-Nya yang berlimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan program studi S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama.
Mengingat keterbatasan dan kemampuan serta keterbatasan penulis, disadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pihak-pihak yang memperhatikan penulisan skripsi ini.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak memberikan bimbingan, bantuan, dan saran serta dukungan dalam proses penyusunan skripsi ini hingga dapat terselesaikan, terutama kepada :
1. Bapak H. Supriyanto Ilyas S.E., M.Si. Ak., selaku dosen pembimbing I yang telah menyediakan waktu, tenaga serta pikiran dalam memberikan bimbingan serta pengarahan dalam penyusunan skripsi ini.
2. Bapak Rusmin S.E., Ak. selaku dosen pembimbing II yang telah menyediakan waktu, tenaga serta pikiran dalam memberikan bimbingan serta pengarahan dalam penyusunan skripsi ini.
3. Bapak Bachtiar Asikin, S.E., M.M., selaku Ketua Program Studi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama.
4. Bapak Prof., Dr. Hiro Tugiman S.E, Ak., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama.
5. Ibu Prof. Dr. Hj. Koesbandijah, AK., S.E., M.S., Ak., selaku Ketua Pembina Yayasan Widyatama Bandung.
6. Bapak dan Ibu dosen pengajar, staf administrasi, staf umum dan staf perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama.
7. Keluargaku tercinta, Papa, Mama, Bang Iir, Teh Neng, Arin, dan Helmi, Bang Ricky, Teh Inne, Uni Venny, Bang Deddy, Eky, dan Caca, Uni Novy, A Asep, Naya, dan Naufal, Bang Very, dan Teh Ica, dan juga Bang Herry.
V
8. Seluruh staf PT. Bank Mega Cabang Bandung terutama kepada bapak Wicky Hernadi, bapak Ridwan Imadudin dan Ibu Rissa Dwi Antari yang telah banyak membantu penulis dalam penelitian ini.
9. Sayangku Sisca Cynthya untuk perhatian, nasihat, bantuan, dorongan, bahkan paksaan dan untuk segala-galanya. Beserta keluarga bapak Siswadi, Ibu Siswadi, Mba Mirna, Mas Yudi, A Qiqi dan Azmi.
10. Sahabat-sahabatku Joz, Iwan, Salman, Ricky, Giribeo, Johny, Rezacau, Sofyan, Panji, Phindy, BM, Uci, Uli, Ita, Ai dan lain-lain.
11. Anak-anak Benteng Ruang 1.110 Albar, Fany, Fey, Dedy, Isty, Didi, Imong, Dinda, Ruby, Iqbal, Firman, Lea, Yaya, Harles, Feby, Dina, Rani, Butet, Yayang, Selly, Inu, Onos, Gia, Mbot, Boyke, Mamet, Chunil dan lain-lain.
12. Para manajer, pemain, ofisial dan senior Singa Lapar FC. Echi, Jessy, Novel, Maria, Irwan, Junjun, A Ade, A Dody, A Asepbola, dan lain-lain
13. Teman-teman Angkatan 2000, serta angkatan lain yang bersama-sama menuntut ilmu dan berjuang di Universitas Widyatama. Masyarakat dan pedagang di sekitar kampus. Serta teman-teman baruku, Aline, Deasy, Ina, Sari, Cocow dan teman Sisca lainnya.
14. Komunitas distro dan indie Bandung RudyDong, Acing, Fajar, Eky, Bu Rika, Harlan, Mas Ronald, Mba Myrna, Doddy, dan lain-lain yang secara langsung dan tak langsung telah banyak membantu penulis.
15. Adit, Acong, Yungky, Rio dan teman-teman V2K lainnya, keluarga baret Chevy, Harry, Dikky, Deva, keluarga Bali6, Rudy, Ajo dan lain-lain, keluarga Kalimantan11 Pa Erwin, Ilham, Yari, Anton, Pa Bowo, Pupung dan lain-lain.
16. Teman-teman Fakultas Hukum UNPAD 2002 Yudi, Zaky, Rully, Husin SH dan lain-lain. Dirrito FC. Ateng, Alex, Daniel, Lippi, Chandra, dan lain-lain.
17. Teman-teman alumni SMPN 4 Bandung ‘97 Eva, Rose, Echa, Bondan, Teguh dan lain-lain, alumni SD Nilem 1 ‘94, Rama, Riza, Jerry, Pamor, Eka, Arif, Pharov, Agus, Adit, Mona, Wida, Yadi, Wandi, Egy, Bigan dan lain-lain.
18. Terima kasih kepada Erwin SkyNet dan rekan atas bantuannya dalam pencetakan, dan pengeditan skripsi ini. Kepada semua buku-buku, komputer, printer yang telah penulis pergunakan. Juga mobil, motor, angkot dan lain-lain
V
yang telah mengantar penulis ke setiap tujuan. Kepada semua grup musik dan penyanyi yang telah menemani dan memberi inspirasi dalam penulisan skripsi ini, Weezer, King of Convinience, Interpol, Morrisey, The Smiths, The Beatles, New Order, Postal Service, Mandalay, Royskoop, Ash, RATM, Smahing Pumpkins, Divine Comedy, Ride, The Cure, The Killers, D C, The Arrogants, The Cardigans, Oasis, NOFX, Sex Pistols, Ramones, Rancid, The Clash, Pure Saturday, The Milo, The Adams, Seringai, Padi, Dewa, Gigi, Slank, Vina Panduwinata, Audi, Tere, dan lain-lain. Serta sumber-sumber inspirasiku Liverpool FC, PERSIB Bandung, Siput Turbo FC, Steven Gerrard, Alessandro Nesta, Laetitia Casta, Azumi Kawashima, Monica Belluci, Natalie Portman, Al Pacino, Robert De Niro, AA Gym, Kang Ibing dan lain-lain.
Sebelum penulis akhiri, penulis ingin meminta maaf kepada semua pihak atas segala kesalahan-kesalahan yang tidak berkenan selama ini. Dan harap maklum atas panjangnya kata pengantar ini, karena bagian ini lah yang paling menyenangkan bagi penulis. Akhir kata, penulis berharap semoga Allah SWT senantiasa berkenan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya untuk membalas kebaikan semua pihak yang telah banyak membantu penulis selama ini.
Bandung, Maret 2006
Rahmat Firdaus V

BAD 63022 Professional Issues in Accounting

July 26, 2010 5 comments

Fall, 2002

October 7th Assignment

Revenue & Expense Recognition; Gain or Loss Recognition; Asset & Liability Recognition;

Measuring and Reporting Income

References on 2-Hour Reserve at KSU Main Library

Historical Perspectives of Selected Financial Accounting Topics      HF5611.H57  1993

Edward Coffman, Rasoul Tondkar & Gary Previts

Articles 2-1 (Brown), 2-2 (Kiger & Williams), 5-1 (Lee) &

5-2 (Waldron, Shaver & Jordan)

*Miller GAAP Guide, Martin A. Miller & Jan Williams                    HF5616.U5  M5  1999

Statements of Financial Accounting Concepts No, 1-7

FASB Volume 1 Original Statements: Statements of Federal           Micro-4 GA 1.13:

Financial Accounting Concepts & Standards                                     AIMD-21.1.1

Microfiche Reference for FASB Statements of Financial

Accounting Concepts No. 1-7—10th FL, Lib Use Only

Extensions in Accounting Disclosures, Norton D. Bedford              HF5657.B35

Chapters 4, 6 & 8

Recognition in Financial Statements: Underlying Concepts and       HF5681.B2  J627x  1982

Practical Conventions, L. Todd Johnson & Reed K. Storey

Check this reference for relevant material

Accounting Theory, 5th Ed., Hendriksen & Van Breda                     HF5625.H45  1992

Chapters 10, 11, 12, 14, & 19

The Future of the Accounting Profession: A Global                          HF5635.M8758  1993

Perspective, Kenneth Most

Chapters 9

Accounting Theory, 3rd Ed., Ahmed Riahi-Belkaoui                         HF5635.R48x  1993

Chapters 9, 10, 11, 12 & 13

Accounting: How to Meet the Challenges of Relevance and                        Personal Copy

Regulation, Eugene Flegm

Chapter 6, pp. 179-192

Tell It Like It Was: A Conceptual Framework for Financial              HF5635.A72  1983

Accounting, Robert N. Anthony

Chapters 6 & 7

Accounting Theory: Text & Readings, 6th Ed., Schroeder & Clark   Personal Copy

Chapter 3 and two articles (Solomons) & (Gamble)

Chapter 4 and two articles (Johnson, Reither & Swieringa)

& (May & Schneider)

Chapter 5 and two articles (Samuelson) & (Nurnberg)

Chapter 7 and one article (Heath)

Chapter 10 and two articles (Bullen, Wilkins & Woods) &

(Johnson & Swieringa)

Chapter 14 and one article (Clark)

Accounting Theory: Text & Readings, 4th Ed., Schroeder, Clark      HF5629.A26  1987

McCullers

Chapter 2 and three articles (Mitchell), (Gamble) & (Gellein)

Chapter 3 and two articles (Mautz & Hogan) & (May & Schneider)

Chapter 4 and two articles (Sorter & Ingberman) & (Zega)

Issues in Accounting Policy: A Reader, Bloom & Elgers                  Personal Copy

Section II-A, Article 1 (Gellein)

Section II-B, Article 1 (Weil) & Article 2 (Jones)

Section II-C, Article 1 (Scott)

Accounting Theory & Policy: A Reader, 2nd Ed., Bloom & Elgers    HF5629.A26  1987

Section II-A, Article 1 (Boulding) & Article 2 (Solomons)

Section III-A, Article 2 (Sterling), Article 3 (Chambers) &

Article 4 (Bell)

Section V-C, Article 2 (Heath)

Section V-D, Article 1 (Morley)

References for Articles Included in Lists Above—Search for These in Appropriate Journals

Johnson, L. Todd,       Toward Reporting Comprehensive Income, Accounting Horizons,

Reither, Cheri &           Dec., 1995

Swieringa, Robert

May, Gordon &          Reporting Accounting Changes: Are Stricter Standards Needed?,

Schneider, Douglas      Accounting Horizons, Sept., 1988

Samuelson, Richard    The Concept of Assets in Accounting Theory, Accounting Horizons,

Sept., 1996

Nurnberg, Hugo          Inconsistencies and Ambiguities in Cash Flow Statements under FASB

Statement No. 95, Accounting Horizons, June, 1993

Mautz, R. David &     Earnings Per Share Reporting: Time for an Overhaul?,

Hogan, Thomas           Accounting Horizons, Sept., 1989

Sorter, George &         The Implicit Criteria for the Recognition, Quantification, and Reporting

Ingerman, Monroe        of Accounting Events, Journal of Accounting, Auditing & Finance,

Vol. 2, 1987

Zega, Cheryl Ann       The New Statement of Cash Flows, Management Accounting, Sept., 1988

Solomons, David        Criteria for Choosing an Accounting Model, Accounting Horizons,

March, 1995

Heath, Loyd                Is Working Capital Really Working?

Bullen, Hasley,            The Fundamental Financial Instrument Approach, Journal of Accountancy

Wilkins, Robert             1987

& Woods, Clifford

Johnson, Todd &        Derivatives, Hedging and Comprehensive Income, Accounting Horizons,

Sweiringa, Robert         Accounting Horizons, Dec., 1996

Clark, Myrtle               Entity Theory, Modern Capital Structure Theory, and the Distinction

between Debt and Equity, Accounting Horizons, Sept., 1993

Gellein, Oscar             Periodic Earnings: Income? Or Indicator?, Accounting Horizons,

June, 1987

Weil, Roman               Role of the Time Value of Money in Financial Reporting, Accounting

Review

Jones, Jeffrey C.         Financial Instruments: Historical Cost or Fair Value, CPA Journal,

August, 1988

Scott, Richard A.        Owners’ Equity: The Anachronistic Element, Accounting Review,

October, 1979

Boulding, K.E.            Economics and Accounting: The Uncongenial Twins, Studies in

Accounting Theory, 3rd Ed., W. Baxter & S. Davidson, 1977

Solomons, David        Economic and Accounting Concepts of Income, Accounting Review,

July, 1961

Sterling, Robert           Costs (Historical versus Current) versus Exit Values, Abacus, Vol 17,

No. 2, 1981

Bell, Philip W. Some Thoughts on “Inflation Accounting” in Great Britain and the

United States, The Accountant’s Magazine, October, 1982

Morley, Michael F.      The Value Added Statement in Britain, Accounting Review, July, 1979

Topics/Issues/Questions for Consideration

Past and current definitions for the following terms: Revenues, Expenses, Gains, Losses,

Assets, Liabilities, Owners’ Equity, Operating Income, Net Income, Comprehensive Income,

Extraordinary Items, Income/Loss from Discontinued Operations, Cumulative Effect of

Changes in Accounting Principles, Prior Period Adjustments

“All Inclusive (Clean Surplus)” and “Current Operating Performance” concepts of income

Accounting versus economic concepts of income

Accounting versus tax concepts of income

Value-Added concept of income

Components of stockholders’ equity—contributed capital, retained earnings, treasury stock,

cumulative other comprehensive income

Funds concepts—working capital, cash, cash and cash equivalents

Criteria for revenue recognition

Criteria for expense recognition

Criteria for asset recognition

Criteria for liability recognition

Historical costs versus current values

Current values—input or exit values

General versus specific price changes

Monetary and nonmonetary items

General price-level adjustments versus current value accounting

Capital maintenance concepts of income—monetary and physical

Financial accounting concepts applied in setting accounting standards

Asset and liability classifications

Classification of revenues and expenses to report different levels of income

INTERNATIONAL SYAMPOSIUM ON GREENHOUSES, ENVIROMENTAL CONTROLS AND IN- HOUSE MECHANIZATION FOR CROP PRODUCTION IN THE TROPICS AND SUB-TROPICS

July 26, 2010 Leave a comment

INTERNATIONAL SYAMPOSIUM ON GREENHOUSES, ENVIROMENTAL CONTROLS AND

IN- HOUSE MECHANIZATION FOR CROP PRODUCTION IN THE TROPICS AND SUB-TROPICS

EQUATORIAL HILL RESORT, CAMERON HIGHLANDS, PAHANG, MALAYSA

15-17 JUNE 2004

LIST OF ABSTRACTS ACCEPTED

REFERENCE

TITLE

PRESENTER & ADDRESS

STATUS

DESIGN, CONSTRUCTION AND MAINTANANCE OF GREENHOUSE STRUCTURES

Keynote 1(1) Design, Construction and Maintenance of Greenhouse Structures by Ir. Dries Waaijenberg (Netherlands).

Ir. Dries Waaijenberg

Institute of Environmental and Agricultural Engineering IMAG b.v, P. O. Box 43,6700 AA Wageningen, The Netherlands

E-mail: dries.waaijenberg@wur.nl

Telephone: +31 317 476556

Fax: +31 317 425670

Invited Lecture 1
Paper 1(2) Performance and Selection of Greenhouse Coverings by G Connellan (Australia) G. Connellan

Burnley College, Institute of Land and Food Resources, University of Melbourne, 500 Yarra Boulevard Richmond Victoria 3121 Australia

E-mail: geoffc@unimelb.edu.au

Telephone: +61 3 9250 6800

Fax: +61 3 9250 6885

Oral Paper
Paper 1(3) Development of a Greenhouse System for Tropical Lowland in Indonesia by Silke Hemming, Dries Waaijenberg, Gerard Bot and Jouke Campen.  (Netherlands) Silke Hemming, Dries Waaijenberg, Gerard P.A. Bot and Jouka B. Campen

Agrotechnology & Food Innovations b.v. (A&F)(formerly known as IMAG) P.O. Box 43,6700 AA Wageningen, The Netherlands

E-mail: dries.waaijenberg@wur.nl

Telephone: +31 317 476556

Fax: +31 317 425670

Oral Paper
Paper 1(4) Design and Construction of Greenhouse for Commercial Cultivation of Flowers and Vegetables under Banglore Conditions in India by S.C. Mandhar, A. Carolin Rathinakumari, B.S. Prabhakar, and K.P. Singh. (India) S.C. Mandhar, A. Carolin Rathinakumari, B.S. Prabhakar, and K.P. Singh

Indian Institute of Horticultural Research, Hessaraghatta Lake, Bangalore – 560 089, India.

Tel: 0091-80-28466420 ext 234 (O)

0091-80-23633986 (R)

E-mail: mandhar@iihr.res.in

Oral Paper
Paper 1(5) Development of Naturally Ventilated Crop Protection Structure  in Malaysia.  Rezuwan Kamaruddin, (Malaysia) Rezuwan Kamaruddin

Mechanization and Automation, Malaysian Agricultural research and Development Institute, MARDI Serdang, 43400 Serdang, Selangor Malaysia.

Tel: 603 89437072

Fax; 603 89482961

E-mail: rezuwan@mardi.my

Poster paper
Paper 1(6) A study of mechanical Properties Deterioration for Polyethylene Covering of Greenhouses in Saudi Arabia by Abdullah M. Alhamdan and Ibrahim M. Alhelal (Saudi Arabia). Abdulah M. Alhamdan and Ibrahim M. Alhelal

Agric. Eng. Department,

King Saud University,

Riyadh,

Saudi Arabia

Tel:/Fax: 966-1-4678458

Email: alhamdan@ksu.edu.sa

Oral paper
Paper 1(7) Green House production in Tropical Climate Conditions by Shaul Gilan (Australia). Shaul Gilan

Agro-Technical Dep.  Netafim  NAP.

Tel: 61-3-93698777

Fax: 61-419-675503

W-mail: sgilan@netafim.com.au

Oral paper
Paper 1(8) Design and Development of Fully Controlled Environment Greenhouse for the Production of Selected Temperate Crops in Lowland Tropics

by .Mat Sharif,  C.H. Mahamoud  and S.Abd Kahar ( Malaysia)

Mat Sharif Ismail, Mahamoud Che Hussein and Abd. Kahar Sandrang.

Mechanization and Automation Research Centre, MARDI Serdang, P.O. Box 12301 General Post Office, 50774 Kuala Lumpur, Malaysia.

Tel: 603 89437546

Fax: 603 89482961

E-mail: masharif@mardi.my

Oral  paper

NATURAL AND MECHANICAL MICRO CLIMATE  CONTROLS

Keynote 2(1) Natural and Mechanical Greenhouse Climate Control by Dr. Bernard Bailey. (United Kingdom) Dr. Bernard Bailey

Formerly at Research Institute, Wrest Park, Silsoe, Bedfordshire MK45 4HS,UK.

E-mail: bernad.bailey@whsmithnet.co.uk

Invited Lecture 2
Paper 2(2) Calculation of Wind Pressure Coefficients for Continuous Flap Vents in a Parral Greenhouse using Wind Tunnel Measurements and Computational Fluid Dynamics. By Parez-Parra,J.J,  Montero, J.J., and  Baeza ,E.J.  (Spain) Parez-Parra,J.J,  Montero, J.J., and  Baeza ,E.J.

Estacion Experimental de Cajamar “Las Palmerillas”, Autovia del Mediterraneo, km.416,7 04710 El Ejido, Almeria, Spain.

E-mail: ejbr@cajamar.es

Fax: +34 950580450

Oral paper
Paper 2(3) Determination of Global Wind Coefficients for use in Mathematical models to Calculate Ventilation Rates in Parral Type Multi-Span Greenhouse by Parez-Parra,J.J,Montero,J.J, Baeza,E.J.:Lopez-Hernandez, J.C. and Anton, A,. (Spain) Parez-Parra,J.J,Montero,J.J, Baeza,E.J.:Lopez-Hernandez, J.C. and Anton,A

Estacion Experimental de Cajabar “Las Palmerillas”, Autovia del Mediterraneo, km.416,7 04710 El Ejido, Almeria, Spain

E-mail: jpparra@cajamar.es

Fax: +34 950580450

Oral Paper
Paper 2(4) Air and Leaf Temperatures and Relative Humidity in a Naturally Ventilated Single-Span Greenhouse with a Fogging System for Cooling  by Handarto, Makio Hayashi, Toyiki Kozai.  (Japan) Handarto, Makio Hayashi, Toyiki Kozai.

Faculty of Horticulture, Chiba University, Matsudo, Chiba 271-8510, Japan.

School of High-Technology for Human Welfare, Tokai University, Numazu, Shizuoka 410-0395, Japan

E-mail: m01u8311@green.h.chiba-u.ac.jp

Telephone: +81-47-308-8846

Fax: +81-47-308-8841

Poster Paper
Paper 2(5) Applicability of Forced-Air and Ridge Ventilation for Cooling of Side Net-Covered Tropical Greenhouse by W.A.P Weerakkody , K.S.P. Amaratunge and P.A.S.K. Kumara. (Sri Lanka) W.A.P Weerakkody , K.S.P. Amaratunge and P.A.S.K. Kumara.

Department of Crop Science, Faculty of Agriculture, P.O Box 37, University Of Peradeniya,Peradeniya 20400, Sri Lanka

E-mail: palithaw@pdn.ac.lk

Telephone/fax: 94 8 388239

Oral Paper
Paper 2(6) Soil Solariza Studies using  Innovatory Plastic films by Carlo Manera, Vito Miccolis, Salvatore Margiota, Vincenzo Candido, Donato Castranuove, Cosimo Marano and Martino Basile. (Italy) Carlo Manera, Vito Miccolis, Salvatore Margiota, Vincenzo Candido, Donato Castranuove, Cosimo Marano and Martino Basile.

UNIVERSITY OF BASILICATA Technical-Economic Department

Crop Production Department

Plant Protection Institute- C.N.R. Bari, Nuovo Polo Universitario-C/da Macchia Romana 85100 Potenza (Italy)

E-mail: manera@unibas.it

Telephone: +39 0971/205405

Fax: +39 0971/205429

Oral Paper
Paper 2(7) Controlling Environment for  Tissue Cultured Plants in Desert Areas. By Nasser S. Al- Khalifah. (Saudi Arabia) Nasser S. Al-Khalifah

P.O.Box 6086 Riadh 11442, King Abdulaziz City for Science & Technology

E-mail: abujawad@kacst.edu.sa

Telephone: 96655418524

Fax: 966 1 4820278

Oral Paper
Paper 2(8) Natural Ventilation Rate Quantification in A Large-Scale Crop Protection Structure by Rezuwan Kamaruddin. (Malaysia) Rezuwan Kamaruddin

Mechanization and Automation, Malaysian Agricultural research and Development Institute, MARDI Serdang, 43400 Serdang, Selangor Malaysia.

Tel: 603 89437072

Fax; 603 89482961

E-mail: rezuwan@mardi.my

Poster Paper
Paper 2(9) A Study of Evaporative Cooling Pad Performance for  Photovoltaic Powered Greenhouse by Ibrahim Al-Helal, Naif Al-Abbadi and Al-Ibrahim. (Saudi Arabia) Ibrahim Al-Helal, Naif Al-Abbadi and Al-Ibrahim

King Saud University, College of Agriculture, P.O Box 2460, Riyadh 11451, Saudi Arabia.

King  Abdulaziz City for Science and Technology, Energy Research Institute, P.O Box 6086, Riyadh 11442, Saudi Arabia

E-mail: imhelal@ksu.edu.sa

Oral Paper
Paper 2(10) Shading and Air Velocity Influence on Greenhouse Microclimate by Ibrahim Al-Arifi. (Saudi Arabia) Ibrahim Al-Arifi

King Abdul Aziz City for Science and Technology, Energy Research Institute, P.O Box 6086, Riyadh 11442, Saudi Arabia.

E-mail: ialarifi@kacst.edu.sa

Oral Paper
Paper 2(11) Velocity Fields and Ventilation Rates on A Crop Protection Structure for The Tropics by Means of CFD Simulations by Baeza E.J., Montero J.J. Perez Parra E.J and Kamaruddin R. (Spain) Baeza E.J., Montero J.J. Perez Parra E.J and Kamaruddin R.

Estacion Experimental de Cajamar “Las Palmerillas”, Autovia del Mediterraneo, km 416,7 04710 El Ejido, Almeria, Spain.

Irta. Centre de Cabrils.08348, Cabrils, Barcelona, Spain

Mardi Headquartes,43400 Serdang Selangor, Malaysia

E-mail: ejbr@cajamar.es

Oral Paper
Paper 2(12) Performance of an Energy-Conserving Greenhouse by Mathala J. Gupta and  Pitman Chandra. (India) Mathala J. Gupta and  Pitman Chandra

Scientist, Division of Agricultural Engineering, Indiana Agricultural Research Institute, New Delhi 110012, India

Assistant Director General (Process Engineering), Indian Council of Agricultural Research, New Delhi 110012

E-mail: neha_7759@yahoo.com

Oral Paper
Paper 2(13) SMART Environmental Control System for the Production of Strawberry in Lowland Tropics by

I.Mat Sharif, S.Abd Kahar and C.H. Mahamoud (Malaysia)

Mat Sharif Ismail, Mahamoud Che Hussein and Abd. Kahar Sandrang.

Mechanization and Automation Research Centre, MARDI Serdang, P.O. Box 12301 General Post Office, 50774 Kuala Lumpur, Malaysia.

Tel: 603 89437546

Fax: 603 89482961

E-mail: masharif@mardi.my

Poster Paper
Paper 2(14) Ventilation Rate from Naturally Ventilated Crop Protection Structures of Various Floor Areas

By Rezuwan Kamaruddin, Mohd. Amin Mohd. Soom and Julia Jamaluddin (Malaysia)

Rezuwan Kamaruddin, Mohd. Amin Mohd So0m and Julia Jamaluddin

Mechanization and Automation, Malaysian Agricultural research and Development Institute, MARDI Serdang, 43400 Serdang, Selangor Malaysia.

Tel: 603 89437072

Fax; 603 89482961

E-mail: rezuwan@mardi.my

Biological and Agricultural Engineering Department

Faculty of Engineering, University Putra Malaysia

43400 Serdang, Selangor, Malaysia

Tel:   603  89466427      Fax:   603  89466425     Email: amin@eng.upm.edu.my

Poster Paper
Paper 2(15) Microclimate inside Tunnel-Roof and Jack-Roof Tropical Greenhouses Structures by Faisal Mohammed Seif Al-Shamiry, Abdul Rashid Mohamed Sharif, Rezuwan Kamaruddin, Desa Ahmad, Rimfiel Janius and Mohd Yusri Mohamad

(Yamen)

Faisal Mohammed Seif Al-Shamiry, Abdul Rashid Mohamed Sharif, Rezuwan Kamaruddin, Desa Ahmad, Rimfiel Janius and Mohd Yusri Mohamad

Faculty of Engineering, Universiti Putra Malaysia, 43400 Serdang, Selangor,  Malaysia.

Tel:   603 86567126    Fax: 603 89466425

E-mail: faisalupm@yahoo.com

Poster Paper

MECHANIZATION AND AUTOMATION

Keynote 3(1) Trends in Mechanization for Greenhouse Crop Production by Dr. Ir. E.J. van Henten. (Netherlands) Dr. Ir. E.J. van Henten.

Institute of Agricultural and Environmental Engineering (IMAG B.V.),P.O. Box 43,NL-6700 AA Wageningen, The Netherlands.

E-mail: eldert.vanhenten@wur.nl

Fax: +31 (0)317425670

Invited Lecture 3
Paper 3(2) An Embedded Controller for Greenhouse Shade Curtain by A.K Dogra, K. Parsad, Kapil Suri and Narendra Kumar. (India) A.K Dogra, K. Parsad, Kapil Suri and Narendra Kumar

Division of Agricultural Engineering, Indian Agricultural Research Institute, New Delhi-110 012

E-mail: anildogra@yahoo.com

Oral Paper
Paper 3(3) Manually Operated Tomato Harvesting Tool for Greenhouse by D.V.K. Samuel. (India) D.V.K. Samuel

Division of Agricultural Engineering, Indian Agricultural Research Institute, New Delhi-110012, India

E-mail: dvksamuel@yahoo.com

Oral Paper
Paper 3(4) Performance of 4- Wheel Tractor and Implements for Vegetable Production under Rain Shelter Structure by Rezuwan Kamaruddin. (Malaysia) Rezuwan Kamaruddin and Md. Akhir Hamid

Mechanization and Automation, Malaysian Agricultural research and Development Institute, MARDI Serdang, 43400 Serdang, Selangor Malaysia.

Tel: 603 89437072

Fax; 603 89482961

E-mail: rezuwan@mardi.my

Poster Paper
Paper 3(5) PV Greenhouse System: System Description, Performance and Lesson Learned by  A.Al-Ibrahim,Naif Al-Abbadi, and Ibrahim Al-Helal. (Saudi Arabia) A.Al-Ibrahim,Naif Al-Abbadi, and Ibrahim Al-Helal

King Abdulaziz City for Science and Technology, Energy Research Institute P.O Box 6086, Riyadh 11442, Saudi Arabia

King Saud University, College of Agriculture, Department of Agricultural Engineering P.O Box 2460, Riyadh 11451, Saudi Arabia

E-mail:   aibrahim@kacst.edu.sa

Oral Paper
Paper 3(6) Thermometry in Medium-scale Greenhouse using a Small Number of acoustic Sensors by Kousuke Kudo, Koichi Mitzutani, Riku Futamata, Kazuya Itoga, and Sadanori Sase. (Japan) Kousuke Kudo, Koichi Mitzutani, Riku Futamata, Kazuya Itoga, and Sadanori Sase

Graduate School of System and Information Engineering, University of Tsukuba, Tsukuba Science City, 305-8573 Japan.

E-mail: kudo@aclab.esys.tsukuba.ac.jp

Tel: +81-29-853-5468

Fax: + 81-29-853-5207

Oral Paper
Paper 3(7) Nondestructive Detection of Plant Water Stress Using Microwave Sensing by Takashi Shimomachi, Takehiro Takemasa, Kenji Kurata and Tadashi Takakura. (Japan) Takashi Shimomachi, Takehiro Takemasa, Kenji Kurata and Tadashi Takakura.

College of Environmental Studies, Nagasaki University, Nagasaki

852-8521 Japan

Fax: + 81-95-819-2716

E-mail: simomati@net.nagasaki-u.ac.jp

Oral Paper
Paper 3(8) Evaluation of Soft X-Ray Irradiated Pollen and CPPU for Diploid Seedless watermelon Production by Kwon, S.W., M.J. Jaskani, B.R.KO and Y.G. Choi. (South Korea) Kwon, S.W., M.J. Jaskani, B.R.KO and Y.G. Choi.

Gochang Watermelon Experiment Station, Chonbuk 585-863, south Korea

Tel: 82635612312

Fax: 82635613385

E-mail: sung5706@hanmail.net

Oral Paper
Paper 3(9) Application of Computer Vision System to Monitor Crops Growth and Weeds under Rain Shelter by A.R.M. Syaifudin, Teoh Chin Chuang and O. Muhamad Isa (Malaysia) Mohd Syaifudin Abdul Rahman, Teoh Chin Chuang, Muhamad Isa Othman

Mechanization and Automation Research Center

MARDI Headquarters, 43400 Serdang, Selangor, Malaysia.

Email: saifudin @Mardi.my

Tel: +603-89434453

Fax: +603-89482961

Poster Paper

IRRIGATION SYSTEM AND CULTURAL PRACTICES

Keynote 4 (1) Irrigation System and Cultural Practices by Prof. M.A. Nichols. (New Zealand) Prof. M.A. Nichols

Institute of Natural Resources, Massey University, Palmerston North, New Zealand

E-mail: m.Nichols@massey.ac.nz

Fax: +64 6 350 5679

Invited Lecture 4
Paper 4(2) The Effect of Calcium Chloride irrigation on Mushroom Yield and Quality by Hossein Riahi. (Republic of Iran) Hossein Riahi

Department of Biology, University of Shahid Behashti,  Evin, Tehran, Iran Malard Mushroom Research Center, Malard, Karaj.

E-mail: H-Riahi@cc.sbu.ac.ir

Oral Paper
Paper 4(3) Effect of Different Irrigation Schedules and Substrates on Some Quantitative and Qualitative Characteristics of Greenhouse Tomato (cv. Hamra) by H. Aroiee, K.Davary,  B. Ghahraman, G.A. Peyvast, H. Nematy  and P. Shahinrokhsar. (Republic of Iran) H. Aroiee, K.Davary,  B. Ghahraman, G.A. Peyvast, H. Nematy  and P. Shahinrokhsar

Horticultural Department, Agriculture Faculty, Ferdwosi University, Mashhad, Iran

E-mail: aroiee_h@yahoo.com

Oral Paper
Paper 4(4) Effects of Straw and Wood Shavings on Conserving of Soil Moisture Under Arid Condition by Khalid Mohamed Al-Barrak. (Saudi Arabia) Khalid Mohamed Al-Barrak

Soils and Water Department, College of Agriculture and Food Science, King Faisal Univrsity, Al-Hassa, 31982, Saudi Arabia

E-mail: kalbarrak@kfu.edu.sa

Telephone: ++966 3 5800000 /1436

Fax: ++966 3 5816630

Oral Paper
Paper 4(5) The Effect of Fertigating Different Levels of Nitrogen, Phosphorus, and Potassium on Greenhouse Cucumber Yield by A.A. Aljaloud, M.A. Errebhi, A.H. AbdelGadir, M.S. Baig and H.B. Sarhan. (Saudi Arabia) A.A. Aljaloud, M.A. Errebhi, A.H. Abdel Gadir, M.S. Baig and H.B. Sarhan

King Abdulaziz City for Science and Technology,NRERI, P.O. Box 6086 Riyadh 114442, K.S.A

E-mail: aljaloud@kacst.edu.sa

Fax: 96614813611

Oral Paper
Paper 4(6)

Fertigation as a Toll to Improve Nitrogen use Efficiency and Yield by Al-Wabel, M. I., A. A. Al-Jaloud, G. Hussain, and S. Karimula. (Saudi Arabia)

Al-Wabel, M. I., A. A. Al-Jaloud, G. Hussain, and S. Karimula. Saudi Arabia.

Soil Science Dept. College of agriculture, King Saud University P. O. Box 92274, Riyadh 11653, Saudi Arabia.

Natural Resources and Environmental Research Institute. Riyadh, KACST, P. O. Box 6086 Riyadh 11442, Riyadh Saudi Arabia.

E-mail: malwabel@ksu.edu.sa

Oral Paper

Paper 4(7) Effect of Different Irrigation Schedules and Substrates on some Quantitative and Qualitative Characteristics of Greenhouse Tomato (cv. Hamra) by H. Aroiee, K. Davary, B. Ghahraman, Gh. Peyvast, H. Nematy and P. Shahinrokhsar (Republic of Iran) H. Aroiee, K. Davary, B. Ghahraman, Gh. Peyvast, H. Nematy and P. Shahinrokhsar

Horticultural Department, Agriculture Faculty, Guilan University, Rasht, Iran.

Tel: +98 (0) 131-7725326

Fax: +98 (0) 131-7757261

Email: gpeyvast@yahoo.com

Oral Paper
Paper 4(8) Response of Fertigation on Capsicum Growth under Naturally Ventilated Tropical Greenhouse by

Rezuwan Kamaruddin, Mohd. Amin Mohd. Soom,

Mahamud Shahid and Fazlina Abdullah (Malaysia)

Rezuwan Kamaruddin and Mahamud Shahid

Mechanization and Automation, Malaysian Agricultural research and Development Institute, MARDI Serdang, 43400 Serdang, Selangor Malaysia.

Tel: 603 89437072

Fax; 603 89482961

E-mail: rezuwan@mardi.my

Mohd. Amin Mohd Soom and Fazlina Abdullah

Biological and Agricultural Engineering Department

Faculty of Engineering, University Putra Malaysia

43400 Serdang, Selangor, Malaysia

Tel:   603  89466427      Fax:   603  89466425     Email: amin@eng.upm.edu.my

Poster Paper
Paper 4(9)

Subsurface Irrigation System for Vegetable Under Rainshelter on Clay Soils in the Lowlands by

Mohammud, C.H ., Mahmad Nor, J ., Abd. Munir, J ., Salbiah, H. and Illias, K . (Malaysia)

Mohammud Che Husain

Strategic Research Centre

Malaysian Agricultural research and Development Institute, MARDI Serdang, 43400 Serdang, Selangor Malaysia.

Tel: 603 89487639

Fax; 603 89482961

E-mail: mch@mardi.my

Poster Paper
Paper 4(10)

Fertigation  in Green House Production by Shaul Gilan (Australia)

Shaul Gilan

Agro-Technical Dep.  Netafim  NAP.

Tel: 61-3-93698777

Fax: 61-419-675503

W-mail: sgilan@netafim.com.au

Oral Paper

PLANT PHYSIOLOGY AND PRODUCTION  PRACTICES

Keynote 5 (1)

Plant Physiological and Production Practices under Controlled Environment Greenhouse Systems by Prof. Dr.  Marry M. Peet. (United States of America)

Professor Dr. Mary M. Peet

Department of Horticultural Science

P.O.Box  7609, North Carolina State University,

Raleigh, North Carolina

27695-7609 USA

E-mail: mary_peet@ncsu.edu

Telephone: 919-515-5362

Fax: 919-515-2505

Invited Lecture 5
Paper 5(2)

Evaluation of Some Strawberry Varieties under Greenhouse Conditions in Kingdom of Saudi Arabia by A.A. Al-Khateeb (Saudi Arabia)

A.A. Al-Khateeb

Dept. of Horticulture, College of Agricultural and Food Sciences, King Faisal University, Alhassa 31982, Kingdom of Saudi Arabia

E-mail: akhateeb@kfu.edu.sa

Telephone: ++966 3 5816630

Fax: ++966 3 5816630

Oral Paper

Paper 5(3)

Growth Promotion and Root Colonization by Various Rhizobacteria Strains Applied in Cucumber Grown Soil by

Kim J. K., Lee. Y. H., Kim. Y. C., Kim. K. S. (South Korea)

Kim J. K., Lee. Y. H., Kim. Y. C., Kim. K. S.  Cucumber Exp. Station, Jeonnam, 542-821. Korea

Chonnam National Univ. Kwangju, 550-757. Korea

Tae Rim Pharm. Co., LTD. Seoul, 135-270. Korea

E-mail : oeoekim@jares.go.kr

Tel: 82617815230

Fax : 82617815231

Poster Paper

Paper 5(4)

Effect of Leaf Minor Liriomyza trifollii (Burgess) on Gas Exchange Capacity of Cucumber Cucumis Sativus L. Grown Under Greenhouse Conditions by Al-Khateeb, S. A. and A.M. Al-Jabr. (Saudi Arabia)

Al-Khateeb, S. A. and A.M. .Al-Jabr

Crops & Range Department, Plant Protection Department, College of Agricultural and Food Science, King Faisal University, P.O. Box 420, Al- Hassa 31982,KSA

E-mail: Skhateeb@KFU.EDU.SA and

AJABR@KFU.EDU.SA

Oral Paper

Paper 5(5)

Protected Agricultural Production in Kuwait by M.Abdal and M. Suleiman. (Kuwait)

M.Abdal and M. Suleiman

Aridland Agricultural Department, Kuwait Institute for Science Research. Kuwait

E-mail: mabdal@kisr.edu.kwt

Oral Paper

Paper 5(6)

Controlled-Environment Tulip Forcing in Malaysia by Thohirah Abdullah, Johari Endan and Flora Chin Lee Sa. (Malaysia)

Thohirah Abdullah, Johari Endan and Flora Chin Lee Sa. Department of Crop Science, Faculty of Engineering, University Putra Malaysia, 43400 UPM Serdang, Selangor Darul Ehsan

E-mail: thohirah@agri.upm.edu.my

Fax: +603 8943 5973

Oral Paper

Paper 5(7)

Standardization of Agro-Techniques for Production of Chrysanthemum under Low Cost Polyhouse by T.Janakiram. Mahantesh, I.Murgod and B.S.Prabhakar. (India)

T.Janakiram. Mahantesh, I.Murgod and B.S.Prabhakar.

Division of Ornamental Crops

Indian Institute of Horticultural research

Hessaraghatta Lake Post, Bangalore – 560089. India

E-mail: janaki62@yahoo.com

Oral Paper

Paper 5(8)

Mulching Studies in Greenhouse Using Innovatory Plastic Films by Carlo Manera, Vito Miccolis, Salvatore Margiota, Vincenzo Candido, Donato Castranuove. (Italy)

Carlo Manera, Vito Miccolis, Salvatore Margiota, Vincenzo Candido, Donato Castranuove

UNIVERSITY OF BASILICATA

Technical- Economic Department

Crop Production Department

Nuovo Polo Universitario-C/da Macchia Romana 85100 Potenza (Italy)

E-mail: manera@unibas.it

Telephone: +39 0971/205405

Fax: +39 0971/205429

Oral Paper

Paper 5(9)

Growing Protential of Two Varieties of Sweet Basil (Ocimum Basilicum L.) in Deep Flow Technique for Leaf and Seed Production by Jaenaksorn,T., and Kongtragoul, P. (Thailand)

Jaenaksorn,T., and Kongtragoul, P.

Faculty of Agricultural Technology, King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang, Bangkok 10520, Thailand

E-mail: kjtanimn@kmitl.ac.th

Fax: +662-3267347

Oral Paper

Paper 5(10)

Observations on Growth Performance and Morphology of Costus Speciosus ‘Variegatus’ Variants by Shakinah Salleh, Shuhaimi Shamsudin, Zaiton Ahmad & Mohd. Nazir Basiran (Malaysia)

Shakinah Salleh, Shuhaimi Shamsudin, Zaiton Ahmad & Mohd. Nazir Basiran

Malaysian Institute for Nuclear Technology Research (MINT), Bangi 43000 Kajang, Selangor, Malaysia.

Email: Shakinah@mint.gov.my    Tel: +603-8925 0510   Fax: +603-8928 2956

Poster Paper

Paper 5(11)

Technical Efficiency of Phalaenopsis Production under Protected Facilities in Taiwan by Lee Chaur Shyan  and Evie  Yi Wei Lin. (Taiwan)

Lee Chaur Shyan   and Evie Yi Wei Lin

College of Management , The Overseas Chinese Institute of Technology, Taiwan

Email: cslee@ocit.edu.tw ; linyiwei@seed.net.tw

Fax: 886-4-24527583

Oral Paper

Paper 5(12)

Effect of Ammonium – and Nitrate Nitrogen – Ratio on Glucosinolate Content in Rocket by Kim, Sun-Ju, and Ishii, G. (Japan)

Kim, Sun-Ju, and Ishii, G.

Crop Quality Physiology Laboratory, National Agricultural Research Center for Hokkaido Region, Hitsujigaoka 1, Toyohira-ku, Sapporo, 062-8555, Japan

E-mail: kimsunju@rb4.so-net.ne.jp

Telephone: +81-11-857-9301

Fax:  +81-11-859-278

Oral Paper

Paper 5(13)

Production of Sweet potato Plug Transplants under Artificial Light at a Relatively High Planting Density by Yee Hin Lok, Watcharra Chintakovid, Toyoki Kozai. (Japan).

Yee Hin Lok, Watcharra Chintakovid, Toyoki Kozai.

Faculty of Horticulture, Chiba University, Matsudo, Chiba 271-8510, Japan

Department of Biotechnology, Faculty of Science, Mahidol University, Bangkok 10400, Thailand

E-mail: d00u5204@green.h.chiba-u.ac.jp

Tel. & Fax.:+81-47-308-8841

Oral Paper

Paper 5(14)

Acclimatization of Dracaena reflexa ‘Song of India’ for Simulated Shipping Conditions by Mahmud, T.M.M., Faridah, M.Y. and Awang, Y. (Malaysia)

Mahmud, T.M.M., Faridah, M.Y. and Awang, Y

Department of Crop Science, Universiti Putra Malaysia, 43400 UPM Serdang, Selangor, Malaysia.

Station Office, MARDI HQ, P.O. Box 12301, 50774 Kuala Lumpur, Malaysia.

E-mail: mahmood@agri.upm.edu.my

Fax: +603 89424076

Poster Paper

Paper 5(15)

Evaluation of Cabbage Cultivars (Brassica oleracea var. capitata) under Plastic Rain-shelter on Mineral Soils in the Lowlands by  P.Y.Yau, M.K. Illias, K.Ganisan and S. Ahmad. (Malaysia)

P.Y.Yau, M.K. Illias, K.Ganisan and S. Ahmad

Horticulture Research Centre, MARDI Kluang, Locked Bag 525, 86009 Kluang, Johor, Malaysia.

Email: pyyau@mardi.my

Telephone: +607 7891311

Fax: +607 7891184

Oral Paper

Paper 5(16)

Production of Sweetpotato Plug Transplants under Artificial Light at a Relatively High Planting Density by Yee Hin Lok, Watcharra Chintakovid, Toyoki Kozai. (Japan)

Yee Hin Lok, Watcharra Chintakovid, Toyoki Kozai.

Faculty of Horticulture, Chiba University, Matsudo, Chiba 271-8510, Japan.

Department of Biotechnology, faculty of Science, Mahidol University, Bangkok 10400, Thailand

E-mail: d00u5204@green.h.chiba-u.ac.jp

Telephone & fax: +81-47-308-8841

Oral Paper

Paper 5(17)

Protected Cultivation: A Technology Alternative to Boost Indian Horticulture by B.S. Prabhakara. (India)

B.S. Prabhakara

Indian Institute of Horticultural Research, Hessaraghatta Lake, Bangalore – 560 089, India.

Tel: 0091-80-28466420 ext 234 (O)

0091-80-23633986 (R)

E-mail: mandhar@iihr.res.in

Oral Paper

Paper 5(18)

Effect of GA3 and IAA Sprays on Vegetative Growth, Total Yield and Photosynthetic Pigments in Strawberry (Fragaria ananassa) by A.A. Al-Khateeb. (Saudi Arabia)

A.A. Al-Khateeb.

Dept. of Horticulture, College of Agricultural and Food Sciences, King Faisal University, Alhassa 31982, Kingdom of Saudi Arabia

E-mail: akhateeb@kfu.edu.sa

Telephone: ++966 3 5800000/1431

Fax: ++966 3 5816630

Oral Paper

Paper 5(19)

Effect of Salinity  on the Growth Gas Exchange Rate and Ion Content of Faba Bean Cultivars (seedling stage to Flowering) by S.S. Al-Thabet. (Saudi Arabia)

S.S. Al-Thabet

Crops & Range Department, College of Agriculture and Food Sciences, King Faisal University, Al-Hassa, 31982, Saudi Arabia

E-mail: salthabet@kfu.edu.sa

Telephone: ++966 3 5800000/1857

Fax: ++966 3 5801778

Oral Paper

Paper 5(20)

Fatty Acid Composition and Fad 3 Gene Expression in Roots of Watermelon and Gourd under Low Temperature by Ko, Bok R, Sung W. Kwon and Jung S. Choi. (South Korea)

Ko, Bok R, Sung W. Kwon and Jung S. Choi

Gochang Watermelon Experimental Station, Chonbuk 585-863, South Korea

Tel: 82-63-561-2312

Fax: 82-63-561-3385

E-mail: sung5706@hanmail.net

Poster Paper

Paper 5(21) Effects of Nitrogen Forms on the Growth and Ionic Content of Lowland Cauliflower under Tropical Greenhouse by Asiah Ahmad, Mohd Razi Ismail, Mohd Khanif Yusop, Marziah Mahmood and Shaharuddin Mohd . (Malaysia)

Asiah Ahmad, Mohd Razi Ismail, Mohd Khanif Yusop, Marziah Mahmood and Shaharuddin Mohd

Agrotechnology and Biosciences Division,

Malaysian Institute For Nuclear Technology Research (MINT), Bangi 43000 Kajang Selangor, Malaysia.

E-mail : asiah@mint.gov.my

Tel. :  +603 8925 0510

Fax : +603 8920 2968

Poster Paper
Paper 5 (22) Performance of Sweet Pepper under Semi-Climate Controlled Greenhouse Conditions of Northen India by Balraj singh and Mahesh Kumar (India) Balraj Singh and Mahesh Kumar

Indi-Israel Project, Indian Agricultural Research Institute

New Delhi – 110012

Tel: +91-11-25841063

Telefax: +91-11-25842481

Email: drbsingh2000@yahoo.com

Poster Paper
Paper 5(23) Effect of Rates of Organic Fertilizer on Growth, Yield and Nutrient Content of Cabbage (Brassica oleracea var. capitata) Grown Under Shelter by P. Vimala, M.K. Illias and H. Salbiah. (Malaysia) P. Vimala, M.K. Illias and H. Salbiah

Malaysian Agricultural Research and Development Institute, MARDI Headquarters,

43400 Serdang, Selangor, Malaysia.

Tel: 603 89437939

Fax: 603 89487639

Email: vimala@mardi.my

Poster Paper
Paper 5(24) Growth and Nutritional Quality of African Night Shade Accessions (Solanum Spp) at Different Developmental Stages by Agong S.G. And S.V. Muchiri (Kenya) Agong S.G. And S.V. Muchiri,                                                                                                              Department of Horticulture, Jomo Kenyatta University of Agriculture & Technology, P. O. Box 00200 – 62000, Nairobi, Kenya.

Tel:  002546752047   Fax: 002546752192                                                                                       E-mail: sgagong@nbnet.co.ke;sgagong@jkuat.ac.ke

Poster Paper
Paper 5(25) Carbon Dioxide Enrichment Technology for Improved Productivity under Controlled Environment System in the Tropics by Hawa Z.E. Jaafar (Malaysia) Hawa Z.E. Jaafar

Strategic Resources Research Centre

MARDI Serdang, 43400 Serdang, Selangor

MALAYSIA

Tel: 603 89437390

Fax: 89487639

Email: hawazj@mardi.my

Oral Paper
Paper 5(26)

Performance of Kacip Fatimah Production Under Shade House by Mohd Noh bin Jalil and Rezuwan Kamaruddin (Malaysia)

Mohd Noh bin Jalil and Rezuwan Kamaruddin

Rice and Industrial Crop Research Center

MARDI, P.O. Box 12301

50774 Kuala Lumpur, Malaysia.

Tel: 603 89437140

Fax: 0689425786

Poster Paper

POST HARVEST HANDLING AND PACKAGING

Keynote 6 (1)

Post-harvest Handling and Packaging by Prof. Dr. Errol. W. Hewett. (New Zealand)

Prof. Dr. Errol W. Hewett

Professor of Horticultural Science

College of Sciences

Massey University, PBag 102904

North Shore Mail Ctr. – Auckland

New Zealand

Tel: (64)94439648

Fax (64)94439640

E-mail e.w.hewett@massey.ac.nz

Invited Lecture 6

Paper 6(2)

Effect of Plastic and Paper packaging on Hydroponically Grown Tomato Fruits Stored at Different temperatures and High Relative Humidity. I. Quality Attributes, Shelf Life and Chemical Properties by Abdullah A. Alsadon, Abdullah M. Alhamdan and Mahmoud A. Obied. (Saudi Arabia)

Abdullah A. Alsadon, Abdullah M. Alhamdan and Mahmoud A. Obied

Department of Plant Production and Department Of Agricultural Engineering, College of Agriculture, King Saud University, P.O Box 2460, Riyadh 11451, Saudi Arabia.

E-mail: Alsadon@ksu.edu.sa

Telephone: (966)1-4678466

Fax: (966)1-4678467

Oral Paper

Paper 6(3)

Handling of Chrysanthemum Flowers for Export by Sea Shipment by Latifah, M.N., Abdullah, H., Dhiauddin, M.N., Ab Kahar, S., Mohd Redzuan, M.S., Hamidah, S., Noor Auni, H. and Rahim, M. (Malaysia)

by Latifah, M.N., Dhiauddin, M.N., Ab Kahar, S., Mohd Redzuan, M.S., Hamidah, S., Noor Auni, H. and Rahim, M.

Horticulture Research Centre

MARDI Serdang, 43400 Selangor, Malaysia.

Tel: + 603 89437545

Fax: + 603 89422906

E-mail: lmn@mardi.my

Oral Paper

Paper 6(4)

Use of Image analysis for Grading Size of Manggo by Teoh Chin Chuang and Mohd Syaifuddin Abdul Rahman. (Malaysia)

Teoh Chin Chuang and Mohd Syaifuddin Abdul Rahman

Mechanization and Automation Research Center,

Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI) Serdang 43400, Selangor, Malaysia

Email: cchin@mardi.my

Tel: 603-89431287

Fax: 603-89482961

Poster Paper

Paper 6(5)

Postharvest Handling, Packaging and Marketing of Hydroponically-Grown Greenhouse Tomatoes in Mauritius by Rohit Brizmohun and John L Griffis, Jr. (Mauritius)

Rohit Brizmohun

Brizcom International, Ltd., 10 Prosper D’Epinay St., Curepipe Road, Mauritius

E-mail: shriyan@intnet.mu

Tel: 230-212-5247

Fax: 230-212-5245

John L Griffis, Jr.

Tropical Plant and Soil Sciences, CTAHR, University of Hawaii-Manoa, Honolulu, Hawaii, USA

E-mail: jgriffis@hawaii.edu

Tel: 1-808-956-7902  Fax: 1-808-956-3894

Poster Paper

Paper 6(6)

Establishment of Harvest within the Year and Constant Yield of Strawberry (Fragaria x Ananassa Duch.) on Okinawa under Subtropical Climate by ARAKI Yoichi and Hirotaka YAMAGUCHI. (Japan)

ARAKI Yoichi and Hirotaka YAMAGUCHI.

National Agricultural Research Center for Kyusyu Okinawa Region, Kurume, Fukuoka 839-8503, Japan,

E-mail: yochan@affrc.go.jp

Fax:+81-942-43-7014

Poster Paper

Paper 6(7)

Methyl Bromide Fumigation of Cut Chrysanthemum for Export by M. Rahim. (Malaysia)

M. Rahim

Rice and Industrial Crop Research Center

MARDI, P.O. Box 12301

50774 Kuala Lumpur, Malaysia.

Tel: 603 89437140

Fax: 0689425786

Email: mrahim@mardi.my

Poster Paper
Paper 6(8)

Methods of Disinfestation of Cut Flowers by

Hamidah, S, Mohd Shamsudin Osman, Zainon, O and Mohd Ridzuan,l (Malaysia).

Hamidah, S, Mohd Shamsudin Osman, Zainon, O and Mohd Ridzuan,l

Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI), P.O.Box 12301, General Post Office, Kuala Lumpur, Malaysia.

Poster Paper

PEST AND DISEASES MANAGEMENT

Keynote 7(1)

Pest and Diseases Management under Greenhouses Production System Syed Abdul Rahman Syed Abdul Rashid. (Malaysia)

Syed Abdul Rahman Syed Abdul Rashid

Principal Research Officer

MARDI Cameron Highlands,

39007 Tanah Rata, Cameron Highlands, Pahang, Malaysia.

Tel: 605 4911255/5945

Fax: 605 4912170

Email: dsar@mardi.my

Invited  Lecture 7
Paper 7(2)

Effect of Some Bio-Rational pesticides on the Whitefly, Bemisia Tabaci (Gennadius) by Mohammed Al-Doghairi, Suloiman Al-Rehiayani, Eltayeb Elhag and Khalid Osman. (Saudi Arabia)

Mohammed Al-Doghairi, Suloiman Al-Rehiayani, Eltayeb Elhag and Khalid Osman

Collage of Agriculture & Veterinary Medicine, Buriydah, P.O box 1482, Saudi Arabia

E-mail: mdoghair@hotmail.com

Fax:0096663800040 or 0096663801360

Oral Paper

Paper 7(3)

Scope of Low Cost House for Lac Crop Production by Niranjan Prasad, K.K Kumar and A. Bhattacharya. (India)

Niranjan Prasad, K.K Kumar and A. Bhattacharya

Indian Lac Research Institute, Namkun, Ranchi, India-834 010

E-mail: nprasad@vitalmail.com

Fax: +91 651 2260202

Oral Paper

Paper 7(4)

Trapping Efficiency of Various Colored Traps for Inserts in Cucumber Crop Under Greenhouse Conditions in Riyadh, Saudi Arabia by Al-Ayedh Hassan and Al-Doghairi Mohammed. (Saudi

Arabia)

Al-Ayedh Hassan and Al-Doghairi Mohammed

Natural Resources and Environment Research Institute (NRERI), King Abdulaziz City for Science3 and Technology (KACST), P.O. Box No.6068-Riyadh 11442-saudi Arabia

Department of plant protection, College of Agriculture, King Saud Univesity, Buradah P.O Box 1482, Saudi Arabia

E-mail: alayedh@kacst.edu.sa

Telephone: ++966-1-4813614

Fax: ++966-1-4813611

Poster Paper

Paper 7(5)

Environmentally Safe Method for Soil-Borne Pest Control in Greenhouse by Ahmed A. Almasoum, (United Arab Emirates)

Ahmed A. Almasoum

Dept. of Arid Land Agriculture, College of Food Systems, UAE University, Al-Ain, UAE

P.O.Box 1755 Al-Ain,UAE

E-mail: almasoum@uaeu.ac.ae

Tel +9713-7051451

Fax: +9713-7614430

E-mail: almasoum@uaeu.ac.ae

Web: http://www.geocities.com/capecanaveral/lab/7072

Oral paper
Paper 7(6)

Evaluation of Cucumber Insert Pests Under Greenhouse Condition in Riyadh, Saudi Arabia by Hassan Y. Al-Ayedh. (Saudi Arabia)

Hassan Y. Al-Ayedh,

Natural Resources and Environment Research Institute (NRERI), King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST), P. O Box 6086 Riyadh 11442, Saudi Arabia

E-mail: alayedh@kacst.edu.sa

Telephone: 001-966-1-481-3614

Fax: 001-966-1-481-3611

Oral Paper

Paper 7(7)

Effect of Essential Oils of Medicinal Plants on Control of Greenhouse Whitefly (Trialeurodes vaporariorum) by H. Aroiee, S. Mosapour, S.M. Hossani, M. Shakiby, H. karim Zadeh and E. Hoshmand. (Republic of Iran)

H. Aroiee, S. Mosapour, S.M. Hossani, M. Shakiby, H. karim Zadeh and E. Hoshmand.

Horticultural Department, Agricultural Faculty, Ferdwosi University, Mashland, Iran.

Aroiee_h@yahoo.com

Oral Paper

Paper 7(8) Spatial Pattern of Whitefly Infestation on Solanaceous Crops Under Protective Structures and Open Field Conditions by Mohd. Norowi H., Mohamad Roff, M.N. and Md. Touhidur Rahman. (Malaysia) Mohd. Norowi H., Mohamad Roff M.N. and Md. Touhidur Rahman.

Horticulture Research Centre

MARDI Headquarters,

P.O. Box 12301, General Post Office

50774 Kuala Lumpur

Malaysia.

Tel: 603 89437073

Fax: 603 89487639

Email: norowi@mardi.my

Oral Paper
Paper 7(9) Dynamics of aphis Gossypii Population and Spatial Distribution of Aphid Borne Virus Diseases on Bell Pepper Planted Under Protective Structures and Open Field by Mohamad Roff, M.N., Mohd Norowi, H. and Md. Touhidur Rahman. (Malaysia) Mohamad Roff M.N., Mohd. Norowi H., and Md. Touhidur Rahman.

Strategic Research Centre

MARDI Headquarters,

P.O. Box 12301, General Post Office

50774 Kuala Lumpur

Malaysia.

Tel: 603 89437453

Fax: 603 89437590

Email: roff@mardi.my

Poster Paper
Paper 7(10)

Dynamics of Aphis gossypii population and spatial distribution of aphid borne virus diseases on bell pepper planted under protective structures and open field by Mohamad Roff, M.N., Mohd Norowi, H., Md. Touhidur Rahman

and Green, S.K (Malaysia).

Mohamad Roff, M.N., Mohd Norowi, H., Md. Touhidur Rahman and Green, S.K

Horticulture Research Centre, MARDI Headquarters, P.O. Box 12301, GPO, 50774 Kuala Lumpur, Malaysia.

Poster Paper

Paper 7(11)

Spatial Pattern of Whitefly Counts in Tomato Field

and Its Relationship to the Spread of Whitefly Transmitted Virus by Mohd. Norowi H., Mohamad Roff, M.N. and Md. Touhidur Rahman (Malaysia)

Mohd. Norowi H., Mohamad Roff, M.N. and Md. Touhidur Rahman

Research CentreMARDI Headquarters,

P.O. Box 12301, General Post Office

50774 Kuala LumpurMalaysia.

Tel: 603 89437073

Fax: 603 89487639

Email: norowi@mardi.my

Poster Paper

Paper 7(12)

From Minor to Being a Major Pest of Carambola Under Netted Structure: A Case of the Flower Moth, Sphenaches caffer Zell. (Lepidoptera: Pterophoridae) by Mohd. Shamsudin Osman, Norsiah M.J., and Anthonysamy M (Malaysia)

Mohd. Shamsudin Osman, Norsiah M.J., and Anthonysamy M.

Horticulture Research Center, MARDI, Serdang, P.O. Box 12301, G.P.O. 50774  KUALA LUMPUR, MALAYSIA

shamos@mardi.my

Oral  paper

MARKETING TRENDS AND STRATEGIES

Keynote 8(1)

Marketing Trends and Strategies by Prof. David Hughes. (United Kingdom)

Professor David Hughes

Westfield, The Parade Monmounth

Monmouthshire NP25 3PA

United Kingdom

profdavidhughes@aol.com

Invited Lecture 8
Paper 8(2)

Financial Analysis of Greenhouse Vegetable Specialized  Projects in Saudi Arabia by Ahmed Mohammed Al-Abdulkader. (Saudi Arabia)

Ahmed Mohammed Al-Abdulkader

King Abdulaziz City for Science and Technology, P.O Box 6086, Riyadh 11442, Saudi Arabia

Email: akader@kacst.edu.sa

Telephone: 0096614813302

Fax: 0096614813878

Oral Paper

Paper 8(3) Techno-economic feasibility of Israeli and Indigenously Designed Naturally Ventilated Greenhouses for Year Round Cucumber Cultivation by Balraj singh and Mahesh Kumar (India) Balraj Singh and Mahesh Kumar

Indi-Israel Project, Indian Agricultural Research Institute

New Delhi – 110012

Tel: +91-11-25841063

Telefax: +91-11-25842481

Email: drbsingh2000@yahoo.com

Oral Paper
Paper 8(4)

Market Survey and the Prospect of the Anthurium Industry in Malaysia by H. Noor Auni and M. A. Khairol (Malaysia)

H. Noor Auni and M. A. Khairol

Economic and Technological Management Research Center, MARDI HQ, P.O. Box 12301, G.P.O., 50774 Kuala Lumpur, Malaysia.

Oral Paper
Paper 8(5)

The prospect of Japanese Flower Market and the Potential of Exporting Malaysian Cut Chrysanthemums by Sea Shipment by

H. Noor Auni, M. N. Latifah, and M.A. Khairol (Malaysia)

H. Noor Auni, M. N. Latifah, and M.A. Khairol

MARDI Serdang, 43400 Serdang,

Selangor, Malaysia

Poster  Paper
Paper 8(6) The Prospect of Tomato Production under Rainshelter in Malaysia by M. A. Khairol , H. Noor Auni , A. Roslina  and M.S. Redzuan (Malaysia)

M. A. Khairol , H. Noor Auni , A. Roslina  and M.S. Redzuan

Business Development Unit, MARDI HQ, P.O. Box 12301, G.P.50774 Kuala Lumpur.

Malaysia.

Khairol@mardi.my

Tel: 603 89437190

Fax: 603 8943 5840

Poster Paper

EMERGING TECHNOLOGIES

Keynote 9(1)

Emerging Technologies in Control Environment Production Systems by  Prof. Dr. Tadashi Takakura. (Japan)

Prof. Dr. Tadashi Takakura

Fukuoka International University

Fukuoka Womens Junior College

Gojyo 4-16-1, Dazaifu, Fukuoka 818-0193, JAPAN

Tel and FAX: 092-922-6879

E-mail: takakura@net.nagasaki-u.ac.jp;

takakura@ag.arizona.edu

Invited Lecture 9
Paper 9(2)

Nondestructive Detection of Plant Water Stress by Microwave Sensing by Takashi Shimomachi, Takehiro Takemasa, Kenji Kurata and Tadashi Takakura. (Japan)

Takashi Shimomachi, Takehiro Takemasa, Kenji Kurata and Tadashi Takakura.

Collage of Environmental Studies, Nagasaki 852-8521, Japan

Graduate School of Agricultural and Life science, The University of Tokyo, Bunkyo-ku, Tokyo 113-8657, Japan

College of Digital Media and Communication, Fukuoka International University, 4-16-1 Gojyo, Dazaifu, Fukuoka 818-0193, Japan

E-mail:  simomati@net.nagasaki-u.ac.jp

Fax: +81-95-819-2716

Poster Paper

Paper 9(3)

Protected Cultivation of Vegetables in India: Problem and Future Prospects by Balraj Singh and N.P.S. Sirohi. (India)

Balraj Singh and N.P.S. Sirohi

Indo-Israel, Indian Agricultural Research Institute, New Delhi-110012 (India)

E-mail: drbsingh2000@yahoo.com

Telephone/fax: 091-11-25824481

Oral Paper

Paper 9(4)

Integrated Production and Protection Management (IPPM) Program for Greenhouse Crops in The Arabian Peninsula by Ahmed T.Moustafa, Yousuf Al-Raeesy, Amal Abdul Kareem and Amin Al-Kirshi. (United Arab Emirates)

Ahmed T.Moustafa, Yousuf Al-Raeesy, Amal Abdul Kareem and Amin Al-Kirshi.

International Center for Agricultural Research in the Dry (ICRADA), Arabian Peninsula Regional Program (APRP), P.O Box 13979, Dubai, UAE.

E-mail: a.moustafa@cgiar.org

Fax: +971 4 2958216

Oral Paper

Paper 9(5)

Influence of Water Salinity on Growth, Water Relations and Mineral Contents of Distichlis Spicata by Saad Farhan Alshammary. (Saudi Arabia)

Saad Farhan Alshammary

Natural Resources and Environment Research Institute

King Abdulaziz City for Science and Technology

P.O.Box 6086 Riyadh 11442, Saudi Arabia, 2004

Phone: 96614813598

E-mail: sshammary@kacst.edu.sa

Oral Paper

Paper 9(6)

Soil Solarization Studies using Innovatory Plastics Films by  Carlo Manera, Vito Miccolis,  Salvatore Margiotta, Vincenzo Candido, Donato Castronuovo, Cosimo Marono, Martino Basile. (Italy)

Carlo Manera, Vito Miccolis,  Salvatore Margiotta, Vincenzo Candido, Donato Castronuovo, Cosimo Marono, Martino Basile

UNIVERSITY OF BASILICATA

Technical-Economic Department,

Crop Production Department ,

Plant Protection Institute – C.N.R. Bari

Nuovo Polo Universitario – C/da Macchia Romana  85100 Potenza (Italy)

Tel. + 39 0971/205405;

fax +39 0971/205429;

E-mail: manera@unibas.it

Oral Paper

Paper 9(7)

Mulching Studies in Greenhouses using Innovatory Plastic Films by

Carlo Manera, Vito Miccolis, Salvatore Margiotta, Vincenzo Candido, Donato Castronuovo.(Italy)

Carlo Manera, Vito Miccolis, Salvatore Margiotta, Vincenzo Candido, Donato Castronuovo.

UNIVERSITY OF BASILICATA

Technical-Economic Department,

Crop Production Department,

Nuovo Polo Universitario – C/da Macchia Romana  85100 Potenza (Italy)

Tel. + 39 0971/205405; fax +39 0971/205429;

E-mail: manera@unibas.it

Oral Paper

Paper 9(8)

Determination of the Optical Properties of Plastics Films used as Cladding Materials in Novel Energy Efficient Greenhouse by B. Chunnasit, P. Hadley. (United Kingdom)

B. Chunnasit and P. Hadley,

Department of Horticulture & Landscape, School of Plant Science, The University of Reading, Whiteknights PO Box 221 Reading RG6 6AS, UK

E-mail: b.chunnasit@reading.ac.uk

Poster Paper

Paper 9(9)

Salinity Management of Media Grown Hydroponics Tomatoes by R.A.J.White. (New Zealand)

R.A.J.White.

Horticultural Consultants, P.O.Box 1014, Levin, New Zealand.

Email JWHortcons@xtra.co.nz

Fax: +64 6 3689694

Oral Paper

Paper 9(10)

Qualitative and Chemical Analysis of Different Cultivars of Cucumbers

By Kim H.W, J. K. Kim, I. T. Hwang, J. B. Seo and G.J. Choi. (Korea)

Kim H.W, J. K. Kim, I. T. Hwang, J. B. Seo and G.J. Choi.

Cucumber Exp. Station, Jeonnam 542-821, Korea

Jeonnam ARES, Naju City, Jeonnam 570-180, Korea

E-mail: hyunwoo@jares.go.kr

Fax: 82617815231

Poster Paper

Paper 9(11)

Effect of Different Propagating Structures on Rooting of Hardwood Cuttings in Grape Varieties by C. Ravindran, S. Jaganath and R. Krishnamanohar. (India)

C. Ravindran, S. Jaganath and R. Krishnamanohar.

Division of Horticulture, UAS, GKVK,

Bangalore-560 065, India.

E-mail: ravi_hort@yahoo.com

Oral Paper

Paper 9(12)

Heat Pipe as an Energy Saver in Aeroponic System by  N. Srihajong, S. Ruamrungsri, P. Terdtoon, P. Kamonpet,and T. Ohyama. (Japan)

N. Srihajong, S. Ruamrungsri, P. Terdtoon, P. Kamonpet,and T. Ohyama.

Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Chiang Mai University 50200, Thailand

Faculty of Horticulture, Niigata University, Japan

E-mail: narong­_sri@hotmail.com;

G4566427@cm.edu

Oral Paper

Paper 9(13)

Acoustical Measurement for Vertical Temperature Profile in Alley Between Rows of Tomato Plants by Koichi Mizutani, Riku Futamata, Kousuke Kudo, Yasuyuki Hirayama and Limi Okushima. (Japan)

Koichi Mizutani, Riku Futamata, Kousuke Kudo, Yasuyuki Hirayama and Limi Okushima

Graduate School of Systems and Information Engineering, University of Tsukuba

Tsukuba Science City, 305-8573, Japan.

E-mail : futamata@aclab.esys.tsukuba.ac.jp

Tel. +81-29-853-5468

Fax. +81-29-853-5207

Oral Paper

Paper 9(14) Application of  Precision Agriculture Technologies in the Tropical Greenhouse Environment by Chan Chee Wan. (Malaysia) Chan Chee Wan

Mechanization and Automation Research Center

MARDI,  P.O.Box 12301

General Post Office, 50774 Kuala Lumpur, Malaysia.

Tel: 603 89416851

Fax:603 89482961

Email: cwchan@mardi.my

Oral Paper
Paper 9(15) Design and Development of Kenaf Seed Thresher Machine for Kenaf Seed Production Under Rain Shelter by C.C. Wong and S.T. Ten (Malaysia)

C.C. Wong and S.T. Ten

Rice and Industrial Crops Research Centre, MARDI, P.O. Box 12301, GPO, 50774 Kuala Lumpur, Malaysia.

Tel:603 89437740

Fax: 603 89425786

Email: ccwong@mardi.my

Poster Paper
Paper 9(16)

Application of Computer Vision System to Monitor Crops Growth and Weeds Under Rain Shelter by A.R. M Syaifudin, Teoh Chin Chuang, O.Muhamad Isa (Malaysia)

A.R. M Syaifudin, Teoh Chin Chuang, O.Muhamad Isa.

Mechanization and Automation Research Centre, MARDI Serdang, 43400 Serdang, Selangor, Malaysia.

Poster paper

AHMED RIAHI-BELKAOUI

July 26, 2010 Comments off

Analisis Hubungan Perataan Laba (Income Smoothing) dengan Ekspektasi Laba Masa Depan Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta.

July 26, 2010 1 comment

Syahril Djaddang

ABSTRACT

The purposes of this thesis are to analyze the relativity between income smoothing (net earnings, leverage, total asset, and discretionary accrual) and earning future expectation (expected earning) for manufactured companies in Indonesia, and also to prove whether income smoothing influences earning future expectation. This research use 36 manufactured companies data, listed in The Jakarta Stock Exchange, that been chosen by the purposive sampling method. Modified Jones model is use in this thesis as an income smoothing assumption. The data analysis method that been used are One Sample Kolmogorov-Smirnov, Multicollinearity Test, Durbin-Watson Test, Scatterplot, Pearson Correlation, Multiple Regression, F Test, and T-Test.

Based on the test done, it is shown that the net earnings, leverage, and total asset variables are significantly positive related to expected earning variable (earning future expectation), while discretionary accrual variable is not significantly positive related to expected earning variable. The relations between net earnings, leverage, and total asset to expected earning are weak positive correlation. Another result of the test done is that all independent variables (income smoothing), together, are significantly influencing their dependent variable, earning future expectation (expected earning).

Keywords: income smoothing, expected earning, Jones model

  1. I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

Pihak manajemen perusahaan sangat menyadari peranan informasi laba dalam income statement. Oleh karena itu, pihak manajemen cenderung memberikan kebijakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk mencapai tujuan tertentu yang biasanya bersifat jangka pendek (Kusuma & Sari, 2003). Pilihan kebijakan akuntansi yang dilakukan manajemen untuk tujuan spesifik itulah yang disebut dengan manajemen laba (Scott, 2000). Hal ini dilakukan untuk mengatasi masalah yang timbul antara pihak manajemen dengan pihak lain yang berkepentingan dengan perusahaan (stakeholder) (Sugiarto, 2003). Berbagai penelitian lainnya untuk membuktikan bahwa manajemen laba dilakukan untuk mencapai tujuan spesifik dan bersifat jangka pendek, juga telah dilakukan oleh Rahman dan Bakar (2002); Burgsahler dan Dichev (1997); Dechow, et. al (1995); serta Perry dan William (1994). Tetapi, penelitian yang dilakukan oleh Gumanti (2000) mengatakan bahwa fenomena manajemen laba tidak selamanya terbukti, walaupun secara teoritis memungkinkan atau ada peluang bagi manajemen untuk me-manage laba yang dilaporkan.

Para manajer melakukan tindakan ini karena biasanya laba yang stabil dan tidak banyak fluktuasi dari satu periode ke periode yang lain, dinilai sebagai prestasi yang baik. Akuntansi konvensional membatasi manajer untuk membuat “discretionary accounting” untuk meratakan laba yang dilaporkan (reported earnings). Tetapi tidak semua negara melarang dilakukannya perataan laba. Misalnya Swedia, yang membenarkan tindakan ini, sepanjang dilakukan dengan transparan. (Harahap, 2005).

Di Indonesia, beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan memperlihatkan hasil yang tidak konsisten. Ilmainir (1993) menemukan bukti bahwa perataan laba didorong oleh harga saham, perbedaan antara laba aktual dan laba normal dan pengaruh perubahan kebijakan akuntansi yang dipilih oleh manajemen. Zuhroh (1996) menemukan bukti bahwa faktor yang berpengaruh terhadap perataan laba adalah leverage operasi. Naim dan Hartono (1996) menemukan manajer yang menghadapi investigasi pelanggaran undang-undang antitrust akan menurunkan laba untuk menghindari pinalti pelanggaran antitrust. Wimbari (1998) mendapatkan hasil bahwa perataan laba disebabkan oleh faktor profitabilitas dan jenis industri. Jin (1998) menemukan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap praktek perataan laba adalah ukuran perusahaan, tingkat profitabilitas, sektor industri dan leverage-nya.

B.  Perumusan Masalah

Masalah yang dibahas penulis dalam penelitian ini, adalah:

  1. Apakah praktik perataan laba dan ekspektasi kinerja masa depan mempunyai hubungan yang positif (kuat)?
  2. Apakah praktik perataan laba mempunyai pengaruh signifikan terhadap ekspektasi kinerja masa depan perusahaan?

C.  Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan penulis, ialah:

  1. Untuk mengetahui dan menganalisa hubungan antara perataan laba dan ekspektasi kinerja di masa depan.
  2. Untuk membuktikan ada atau tidaknya pengaruh perataan laba (variabel bebas) terhadap kinerja masa depan perusahaan (variabel terikat).

II.        Tinjauan Pustaka

2.1.      Laporan Keuangan

Menurut Pedoman Etika Akuntan IAI, laporan keuangan adalah suatu penyajian data keuangan termasuk catatan yang menyertainya, bila ada, yang dimaksudkan untuk mengkomunikasikan sumber daya ekonomi (aktiva) dan atau kewajiban suatu entitas pada saat tertentu atau perubahan atas aktiva dan atau kewajiban selama suatu periode tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau basis akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum.

2.2. Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan laporan keuangan menurut APB Statement digolongkan sebagai berikut (Harahap, 2001: 42) :

  1. Tujuan Khusus

Tujuan khusus laporan keuangan adalah untuk menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar dan sesuai dengan GAAP (Generally Accepted Accounting Principle).

  1. Tujuan Umum

Adapun tujuan umum laporan keuangan adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber-sumber ekonomi, dan kewajiban perusahaan.
  2. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba.
  3. Menaksir informasi keuangan yang dapat digunakan untuk menaksir potensi potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
  4. Memberikan informasi yang diperlukan lainnya tentang perubahan harta dan kewajiban.
  5. Mengungkapkan informasi relevan lainnya yang dibutuhkan para pemakai laporan.
  6. Tujuan Kualitatif

Tujuan kualitatif yang dirumuskan APB Statements No. 4 adalah sebagai berikut:

  1. Relevan.
  2. Dapat dimengerti
  3. Dapat dicek kebenarannya
  4. Netral
  5. Tepat waktu & Dapat diperbandingkan
  6. Lengkap

2.3. Jenis Laporan Keuangan

Sedangkan dalam definisi laporan keuangan menurut peraturan      Bapepam Nomor : VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dijelaskan bahwa laporan keuangan terdiri dari:

  1. Neraca
  2. Laporan Rugi Laba
  3. Laporan Perubahan Ekuitas
  4. Laporan Arus Kas
  5. Catatan Atas Laporan Keuangan

2.         Earning Management (Manajemen Laba)

Earning management adalah suatu konsep yang dilakukan perusahaan dalam mengelola laporan keuangan supaya laporan keuangan tampak terlihat memiliki kualitas (quality of financial reporting) (Suhendah, 2005). Laporan keuangan yang paling sering dimanipulasi oleh perusahaan adalah laporan rugi laba.

Menurut Jumingan (2003) seperti yang dikutip oleh Suhendah (2005), earning management merupakan suatu proses yang disengaja, menurut standar akuntansi keuangan untuk mengarahkan pelaporan laba pada tingkat tertentu. Yang termasuk dalam kategori earning management ialah:

  1. Discretionary accrual
  2. Income smoothing
  3. Manipulasi alokasi pendapatan/biaya.
  4. Perubahan metode akuntansi dan struktur modal.

Earning management (manajemen laba) memiliki cakupan yang lebih luas daripada income smoothing (perataan laba), karena manajemen percaya bahwa reaksi pasar didasarkan pada pengungkapan informasi akuntansi sehingga perilaku laba merupakan aspek penentuan resiko pasar entitas usaha.

Suhendah (2005) mengutip Ayres (1994) yang menyatakan bahwa ada 3 faktor yang dapat dikaitkan dengan munculnya praktik manajemen laba oleh manajer demi menunjukkan prestasinya, yaitu:

  1. Manajemen akrual (accruals management).
  2. Penerapan suatu kebijaksanaan akuntansi yang wajib (adoption of mandatory accounting changes).
  3. Perubahan akuntansi secara sukarela (voluntary accounting changes).

Gambar 1

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Praktik Manajemen Laba

Faktor-faktor yang mempengaruhi:

  1. Manajemen akrual
  2. Penerapan suatu kebijaksanaan                                                                                                                                                                                                                          Praktik

akuntansi yang wajib                                                                                                                                                                                                                                                                                   Manajemen Laba

  1. Perubahan metode akuntansi

secara sukarela

Sumber : Jurnal Akuntansi/Th.IX/02/Mei/2005, Earning Management

3.         Income Smoothing (Perataan Laba)

3.1. Definisi Perataan Laba

Pengertian awal mengenai income smoothing ialah moderates year-to-year fluctuations in income by shifting earnings from peak years to less successful periods (Riahi-Belkaoui, 2004). Sedangkan pengertian yang lebih modern adalah the process of manipulating the time profile of earnings or earning reports to make the reported income less variable, while not increasing reported earnings over the long run (Riahi-Belkaoui, 2004).

Income smoothing (perataan laba) adalah a form of earnings management in which revenues and expenses are shifted between periods to reduce fluctuations in earnings (Arens, et. al, 2005: 310). Selain itu, menurut Harahap (2005) perataan laba adalah upaya yang dilakukan oleh manajemen untuk menstabilkan laba.

Definisi lainnya tentang perataan laba menurut Beidleman adalah (Riahi-Belkaoui, 2004):

The intentional dampening or fluctuations about some level of earnings that is currently considered to be normal for a firm., atau an attempt on the part of the firm’s management to reduce abnormal variations in earnings to extent allowed under sound accounting and management principles.”

3.2. Jenis Perataan Laba

Ada dua jenis perataan laba, yaitu (Riahi-Belkaoui, 2004) :

  1. Intentional atau designed smoothing

Intentional atau designed smoothing ialah keputusan atau pilihan yang dibuat untuk mengatur fluktuasi earnings pada level yang diinginkan.

  1. Natural smoothing

Natural smoothing adalah income generating process yang natural, bukan hasil dari tindakan yang diambil oleh manajemen.

3.3. Faktor Pendorong Perataan Laba

Tidak semua negara melarang dilakukannya perataan laba (Harahap, 2005). Seperti Swedia misalnya, di negara ini perataan laba diperbolehkan, asalkan perataan laba ini dilakukan dengan transparan.

Beberapa faktor yang mendorong manajemen melakukan perataan laba adalah (Sugiarto, 2003):

  1. Kompensasi bonus

Pada penelitiannya, Healy menemukan bukti bahwa manajer yang tidak dapat memenuhi target laba yang ditentukan akan memanipulasi laba agar dapat mentransfer laba masa kini menjadi laba masa depan. Selain itu, menurut Harahap (2005), pentingnya laporan keuangan mengundang manajemen untuk meratakan laba demi mendapatkan bonus yang tinggi.

  1. Kontrak utang

Defond dan Jimbalvo (1994) dengan menggunakan model Jones, mengevaluasi tingkat akrual perusahaan yang tidak dapat memenuhi target laba. Mereka menemukan bahwa perusahaan yang melanggar perjanjian utang telah merekayasa labanya, satu periode sebelum perjanjian utang itu dibuat.

  1. Faktor politik

Jones (1991) meneliti perusahaan yang sedang diinvestigasi oleh International Trade Commision (ITC). Ia menemukan bukti bahwa produsen domestik cenderung menurunkan laba dengan teknik discretionary accrual untuk mempengaruhi keputusan regulasi impor. Naim dan Hartono (1996) meneliti perusahaan yang diduga melakukan monopoli dan menemukan bahwa manajer perusahaan melakukan perataan laba untuk menghindari UU Anti-Trust.

  1. Pengurangan pajak

Perusahaan melakukan perataan laba untuk mengurangi jumlah pajak yang harus dibayarkan kepada pemerintah (Arens, Elder, Beasley, 2005).

  1. Perubahan CEO

Pourciao (1993) menemukan bukti bahwa perekayasaan laba dilakukan dengan meningkatkan unexpected accruals pada periode satu tahun sebelum penggantian eksekutif tak rutin.

  1. Penawaran saham perdana

Clarkson et al (1992) menyatakan ada reaksi positif dari pengumuman earnings forecast yang ada di prospektus dengan tingkat penjualan saham, karena publik hanya melihat laporan keuangan yang dilaporkan pada regulator. Banyak perusahaan yang melakukan perataan laba demi mendapatkan dan mempertahankan investor (Jones, 2005).

Faktor yang diasumsikan menyebabkan manajer melakukan perataan laba menurut buku Accounting Theory (Riahi-Belkaoui, 2004: 451), ialah:

  1. Mekanisme pasar kompetitif, yang mengurangi pilihan-pilihan yang tersedia untuk manajemen.
  2. Skema kompensasi manajemen, yang terkait langsung dengan kinerja perusahaan.
  3. Ancaman pergantian manajemen.

3.4. Teknik Perataan Laba

Berbagai teknik yang dilakukan dalam perataan laba, diantaranya ialah (Sugiarto, 2003) :

  1. Perataan melalui waktu terjadinya transaksi atau pengakuan transaksi. Pihak manajemen dapat menentukan atau mengendalikan waktu transaksi melalui kebijakan manajemen sendiri (accruals) misalnya: pengeluaran biaya riset dan pengembangan. Selain itu banyak juga perusahaan yang menggunakan kebijakan diskon dan kredit, sehingga hal ini dapat menyebabkan meningkatnya jumlah piutang dan penjualan pada bulan terakhir tiap kuarter dan laba kelihatan stabil pada periode tertentu.
  2. Perataan melalui alokasi untuk beberapa periode tertentu. Manajer mempunyai wewenang untuk mengalokasikan pendapatan atau beban untuk periode tertentu. Misalnya: jika penjualan meningkat, maka manajemen dapat membebankan biaya riset dan pengembangan serta amortisasi goodwill pada periode itu untuk menstabilkan laba.
  3. Perataan melalui klasifikasi. Manajemen memiliki kewenangan untuk mengklasifikasikan pos-pos rugi laba dalam kategori yang berbeda. Misalnya: jika pendapatan non-operasi sulit untuk didefinisikan, maka manajer dapat mengklasifikasikan pos itu pada pendapatan operasi atau pendapatan non-operasi.

Keleluasaan untuk memakai teknik-teknik akuntansi dalam mencatat terbukti telah disalahgunakan oleh manajemen untuk melakukan perataan laba. Bahkan disinyalir bahwa perataan laba banyak dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik akuntansi yaitu dengan merubah kebijakan akuntansi (Koeh, 1981). Berdasarkan hal tersebut maka penelitian tentang perataan laba ini dilakukan dengan mengambil perubahan kebijakan akuntansi sebagai objek dihubungkan dengan antisipasi laba masa depan untuk menghindari pemecatan.

4.         Expected Earnings

Expected earnings ialah perkiraan dan ekspektasi laba yang ingin dicapai perusahaan di masa mendatang (Sugiarto, 2003). Expected earning diambil dari lembaran prospektus yang biasanya dikeluarkan perusahaan ketika ingin terdaftar di Bursa Efek Jakarta, selain itu juga terdapat di laporan keuangan tahunan perusahaan.

Tujuan laporan keuangan menurut SFAC No 1. Sesuai dengan UU no. 8 tahun 1995 BAB IX pasal 78 dan 79 dan dijabarkan lebih lanjut dalam peraturan BAPEPAM NO. IX C.2, mengumumkan earnings projection dipandang perlu agar menjadi sinyal positif bagi investor tentang keterbukaan informasi perusahaan (Sugiarto, 2003).

Expected earnings yang tercantum di prospektus merupakan tantangan bagi manajer untuk mencapainya, karena jika manajer tidak bisa mencapainya atau kinerjanya atau kinerjanya di bawah rata-rata industri maka kemungkinan tindakan pemecatan akan semakin besar (Blackwell, 1994).

B. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu yang menganalisa perataan laba dan hubungannya dengan laba masa depan perusahaan, dilakukan oleh Sopa Sugiarto (2003). Penelitian ini mengambil indikator perataan laba (variabel bebas) berupa net earnings (sebelum pos luar biasa), leverage, total asset, total accrual, dan discretionary accrual. Variabel terikatnya adalah expected earning. Sampel yang digunakan adalah 41 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, yang dipilih dengan metode purposive sampling.

Hasil penelitian tersebut mengindikasikan (1) Tidak terdapat hubungan antara peningkatan discretionary accrual dengan kinerja masa kini yang buruk dan ekspektasi kinerja masa depan yang bagus; (2) Terdapat hubungan antara penurunan discretionary accrual dengan kinerja masa kini yang bagus dan ekspektasi kinerja masa depan yang buruk.

C.        Kerangka Pemikiran

Gambar 2

Hubungan dan Pengaruh antara Variabel Bebas dengan Variabel Terikat

Variabel Bebas                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Variabel Terikat

X                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 Y

X1

Net Earnings

X2

Leverage

Y

Expected Earning

X3

Total Asset

X4

Discretionary Accrual

X5

Perataan Laba

Sumber : Data diolah penulis, 2006

D.        Pengembangan Hipotesis

Sugiarto (2003) mengutip penelitian Fudenberg dan Tirole (1995) yang mengembangkan model teori yang mendorong manajer memperkirakan laba masa depan dengan berdasarkan pada pemakaian discretionary accounting.

2.         Hipotesis

Maka hipotesis penelitian yang dapat disimpulkan dari ketiga asumsi di atas adalah:

H1 :     Tingkat net earnings mempunyai hubungan positif dengan ekspektasi kinerja masa depan perusahaan.

H2 :     Tingkat leverage mempunyai hubungan positif dengan ekspektasi kinerja masa depan perusahaan.

H3 :   Tingkat total asset mempunyai hubungan positif dengan ekspektasi kinerja  masa depan perusahaan.

H4 :     Tingkat discretionary accrual mempunyai hubungan positif dengan ekspektasi kinerja masa depan perusahaan.

H5 :    Perataan laba mempunyai pengaruh signifikan terhadap ekspektasi kinerja masa depan perusahaan.

METODE PENELITIAN

A.        Rancangan Penelitian

Penelitian yang dilakukan penulis adalah penelitian yang bersifat korelatif, yaitu mencari hubungan antara perataan laba (discretionary accruals) dengan kinerja masa kini dan ekspektasi kinerja masa depan.

B.        Variabel dan Pengukurannya

1.         Variabel

Variabel yang digunakan dibagi menjadi 2, yaitu variabel bebas (tidak terikat) dan variabel terikat.

1.1       Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel bebas adalah variabel yang nilainya mempengaruhi perilaku dari variabel terikat (dependent variable). Dalam penelitian ini, variabel bebasnya ialah perataan laba (income smoothing) yang faktornya terdiri dari:

  1. Net Earnings
  2. Leverage (LEV)
  3. Total Aset (ASSET)
  4. Discretionary Accrual (DA)

1.2. Variabel Terikat (Dependent Variable)

Variabel terikat adalah variabel yang nilainya dipengaruhi oleh perilaku variabel bebas (independent variable). Dalam penelitian ini, variabel terikat yang digunakan, ialah expected earnings.

C.        Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel yang ada dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Net Earnings (X1)

Net earnings ialah laba bersih yang bisa dilihat di dalam income statement. Dalam penelitian ini net earnings yang digunakan adalah net earnings before extraordinary item.

  1. Leverage (X2)

Leverage adalah bagian dari modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan utang. Leverage ini dapat dihitung dengan rumus:

LEV = Total Utang / Total Equity

  1. Total Asset (X3)

Total asset adalah seluruh harta perusahaan yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan, yaitu dari current asset sampai dengan fixed asset dan juga tangible asset. Data total asset ini dapat dilihat di dalam balance sheet perusahaan.

  1. Discretionary Accrual (X4)

Discretionary accrual adalah komponen accrual yang berada dalam kebijakan manajemen, artinya manajemen memberikan intervensinya dalam proses pelaporan keuangan. Perhitungan untuk mendapatkan discretionary accrual, ialah:

Keterangan:

=                      total accrual

=                      total asset

=                      total revenue

=                      piutang

=                      perubahan revenue dengan basis kas

=                      jumlah kotor nilai bangunan dan peralatan

=                      tingkat kesalahan

Setelah konstantanya didapat, dimasukkan ke dalam rumus:

Kemudian dicari discretionary accrual (DA)-nya dengan rumus:

  1. Expected Earnings (Y)

Expected earning adalah ekspektasi laba yang ingin dicapai perusahaan di masa depan. Expected earning ini dianggap dapat menggambarkan kinerja suatu perusahaan. Expected earning dapat dihitung dengan rumus:

Keterangan:

=                      expected earning

=                      current earning

=     growth

D.        Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dalam pengumpulan datanya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan tahunan dan prospektus yang didapat dari Bursa Efek Jakarta (BEJ).

E.        Metode Pemilihan Sample

Pemilihan sample dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu pemilihan sample dengan berbagai kriteria. Kriteria yang digunakan dalam penelitian adalah:

  1. Perusahaan yang telah go public sebelum 31 Desember 2005.
  2. Emiten yang telah menyertakan laporan keuangan audit per 31 Desember 2002–2005.
  3. Perusahaan yang transaksi sahamnya masih aktif diperdagangkan selama tahun 2002–2005.
  4. Perusahaan yang tahun bukunya 31 Desember untuk tahun 2002–2005.
  5. Perusahaan dengan data ekstrem yang berhubungan dengan discretionary accrual, arus kas dan non-discretionary accrual akan dikeluarkan dari sample.

F.         Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, adalah sebagai berikut: Statistik Deskriptif, Uji Normalitas, Uji Asumsi Klasik, Uji Hipotesis.

1.         Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif merupakan proses data penelitian dalam bentuk tabulasi sehingga mudah dipahami dan diintepretasikan.

2.         Uji Normalitas

Dalam penelitian ini, uji normalitas data menggunakan Kolmogrov-Smirnov test. Tujuan pengujian tersebut adalah untuk menentukan apakah data-data dari masing-masing variabel terdistribusi normal atau tidak.

Perumusan hipotesa untuk uji normalitas, yaitu :

  1. H0 :           data normal
  2. Ha : data tidak normal

Dasar pengambilan keputusan untuk uji normalitas :

  1. Signifikansi >        0,05 (H0 diterima : data normal)
  2. Signifikansi <        0,05 (H0 ditolak : artinya data tidak normal)

3.  Uji Asumsi Klasik

Analisa mengenai hubungan dan pengaruh perataan laba dengan ekspektasi kinerja masa depan perusahaan (expected earning) dapat dilakukan bila data yang diteliti memenuhi asumsi klasik. Pengujian asumsi klasik yang dilakukan, yaitu:

3.1.      Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan yang berarti antara masing-masing variabel independen dalam model regresi. Metode untuk menguji adanya multikolinieritas dilihat pada tolerance value atau Variance Inflation Factor (VIF). Batas dari tolerance value adalah 0,10 dan batas VIF adalah 10. Jika Variance Inflation Factor (VIF) diatas 10 dan tolerance value dibawah 0,10 (Hair et, al, 1998).

Perumusan hipotesa untuk uji multikolinearitas adalah :

  1. Ho :                       tidak ada multikolinearitas
  2. Ha :                       terjadi multikolinearitas

Pengambilan keputusan :

  1. Jika  VIF > 0,10 (Ho ditolak: terjadi multikolinearitas)
  2. Jika  VIF < 0,10 (Ho diterima: tidak ada multikolinearitas)

3.2.      Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi digunakan untuk menunjukkan adanya korelasi antara error dengan error periode sebelumnya. Pada asumsi klasik, hal ini tidak boleh terjadi. Uji autokorelasi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Durbin–Watson (DW). Jika nilai Durbin–Watson terletak diantara dU dan 4-dU maka disimpulkan tidak terjadi pelanggaran autokorelasi. Data yang baik adalah data yang memiliki hasil uji tidak terdapat autokorelasi. Sebenarnya penelitian ini tidak memerlukan uji autokorelasi, karena data yang digunakan adalah data pooling.

Dasar pengambilan keputusan uji autokorelasi (DW) sebagai berikut :

  1. Jika 0 < DW < dL, maka terdapat positif autokorelasi
  2. Jika dL ≤ DW ≤ dU, maka tidak ada keputusan
  3. Jika dU < DW < 4-dU, maka tidak terdapat autokorelasi
  4. Jika 4-dU ≤ DW ≤ 4-dL, maka tidak ada keputusan
  5. Jika 4-dL < DW <4, maka terdapat negatif autokorelasi

3.3. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi yang digunakan mengandung variasi residual yang bersifat heteroskedastisitas (varians dari setiap error bersifat heterogen). Model regresi yang baik tidak terjadi heteroskedastisitas (bersifat homogen). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan uji dengan scatterplot.

4.         Uji Hipotesis

4.1. Uji Korelasi

Analisis korelasi berfungsi untuk menyatakan derajat keeratan hubungan dan arah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikatnya. Semakin tinggi nilai korelasi, semakin tinggi derajat keeratan hubungan kedua variabel tersebut. Nilai korelasi memiliki rentang antara 0 sampai 1 atau 0 sampai -1. Tanda positif dan negatif menunjukkan arah hubungan. Tanda positif menunjukkan hubungan searah. Jika 1 variabel naik, variabel yang lain naik. Tanda negatif menunjukkan hubungan berlawanan. Jika 1 variabel naik, variabel yang lain akan turun.

Dalam penelitian ini, analisis korelasional yang digunakan adalah analisis korelasi Pearson. Metode tersebut digunakan karena data yang diteliti adalah data dengan skala rasio.

Perhitungan koefisien korelasi adalah menggunakan formula:

Keterangan :

=                      variabel bebas

=                      variabel terikat

=                      banyaknya sampel

4.2.      Uji Regresi Berganda

Untuk menganalisa pengaruh variabel bebas, yaitu perataan laba, terhadap variabel terikat, yaitu ekspektasi kinerja masa depan perusahaan (expected earning), penulis menggunakan regresi berganda dengan model sebagai berikut:

Dimana Y adalah variabel terikat, yaitu expected earning, dan X adalah variabel bebas, yaitu net earnings, leverage, total asset, dan discretionary accrual, yang diujikan dalam penelitian. Bila Y dan X diganti dengan nama masing-masing variabel, maka rumus regresi bergandanya akan menjadi:
Keterangan:

=                      expected earning perusahaan

=                      konstanta

=                      koefisien regresi

=                      net earnings perusahaan

=                      leverage perusahaan

=                      total asset perusahaan

=                      discretionary accrual perusahaan

=                      tingkat kesalahan (error)

Analisis pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat di penelitian ini menggunakan regresi berganda, karena baik variabel bebas maupun variabel terikat, keduanya berskala rasio.

4.2.1.   Uji F (Uji Serentak)

Uji F atau Uji Serentak merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan seluruh variabel bebas, secara bersama-sama, terhadap variabel terikatnya. Pengujian ini membandingkan antara nilai F hitung dengan nilai F tabel pada tingkat keyakinan tertentu, dengan ketentuan bahwa interval kepercayaan sebesar 95% dan tingkat signifikansi sebesar 5%.

Uji F menggunakan rumus (untuk perhitungan manual):

Keterangan:

=                      rata-rata jumlah kuadrat (mean sum of square)

=                      jumlah kuadrat regresi (explain sum of square)

=                      jumlah kuadrat sisa (residual sum of square)

Perumusan hipotesa untuk Uji F adalah, sebagai berikut :

Ho :   Seluruh variabel bebas (net earnings, leverage, total asset, dan discretionary accrual) secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel terikat (expected earning).

Ha :    Seluruh variabel bebas (net earnings, leverage, total asset, dan discretionary accrual) secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel terikat (expected earning).

Dasar pengambilan keputusan untuk Uji F adalah :

  1. Jika F hitung > F tabel (Ho ditolak : mempunyai pengaruh signifikan)
  2. Jika F hitung < F tabel (Ho diterima : tidak mempunyai pengaruh) atau
  3. Jika sig. F statistik < 0,05 (signifikan secara statistik : Ho ditolak)
  4. Jika sig. F statistik > 0,05 (tidak signifikan secara statistik : Ho diterima)

4.2.2.   Uji T (Uji Individu)

Uji-t ini digunakan untuk menguji ada atau tidaknya pengaruh antara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat. Uji-t membandingkan nilai t-hitung dengan nilai t-tabel, dengan ketentuan interval kepercayaan sebesar 95% dan tingkat signifikansi sebesar 5%.

Rumus yang digunakan dalam Uji-t (perhitungan secara manual), ialah:

Keterangan:

=                      koefisien regresi

=                      derajat kesalahan (standard error)

Perumusan hipotesa untuk Uji-t, adalah:

Ho :   Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

Ha :    Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

Dasar pengambilan keputusan pada Uji-t, yaitu:

  1. Jika t-hitung < t-tabel (Ho diterima : tidak ada pengaruh signifikan)
  2. Jika t-hitung > t-tabel (Ho ditolak : ada pengaruh signifikan)

atau

  1. Jika nilai Sig. < 0,05 (signifikan secara statistik : Ho ditolak)
  2. Jika nilai Sig, > 0,05 (tidak signifikan secara statistik : Ho diterima)

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A.        Deskripsi Objek Penelitian

Deskripsi data yang disajikan adalah deskripsi data variabel penelitian. Variabel penelitian ini terdiri dari satu variabel terikat (Y), yaitu  expected earning; dan 5 variabel bebas (X), yaitu net earnings (X1), leverage (X2), total asset (X3), discretionary accrual (X4), dan perataan laba (X5). Jumlah perusahaan yang digunakan sebagai sampel adalah 36 perusahaan, dengan periode laporan keuangan tahun 2002 sampai dengan 2005, yang secara lengkap dapat dilihat di lampiran 1.

B.        Analisis dan Pembahasan

1.         Statistik Deskriptif

Tabel 1

Statistik Deskriptif

Sumber: Data diolah, 2006

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa jumlah data yang digunakan sebagai sampel berjumlah 36 perusahaan, dengan 6 variabel penelitian (total asset, net earnings, expected earning, discretionary accrual, dan leverage). Variabel total asset memiliki nilai minimum (terendah) sebesar Rp 38.926.037.291,- dan nilai maksimum (tertinggi) sebesar Rp 15.669.007.629.752,-. Nilai rata-ratanya (mean) sebesar Rp 2.130.275.595.505,- dengan standar deviasi sebesar                                Rp 3.291.406.897.483,8,-.

Variabel net earnings (sebelum pos luar biasa) memiliki nilai terendah sebesar Rp (792.946.330.000),- serta nilai terendah sebesar Rp 1.468.445.000.000,-. Nilai rata-rata dan standar deviasinya sebesar Rp 83.440.463.042,97,- dan                        Rp 328.560.969.219,054,-.

Ekspektasi kinerja masa depan, yang dipresentasikan dengan variabel expected earning, memiliki nilai terendah Rp (22.703.196.165.120,0),- dan nilai tertinggi      Rp 26.925.814.065.823,3,-. Nilai rata-ratanya adalah Rp 950.436.190.427,0,- dengan nilai standar deviasi Rp 5.937.224.225.678,1,-.

Variabel discretionary accrual memiliki nilai terendah                                      Rp (7.104.389.596.998,69),- serta nilai tertinggi Rp 1.241.805.000.000,05,-. Nilai rata-rata dan standar deviasinya adalah sebesar Rp (162.999.655.213) dan               Rp 889.335.989.040,23

Rasio pengukuran perusahaan, yang dipresentasikan dengan variabel leverage, memiliki nilai terendah sebesar -18,54 dan nilai tertinggi sebesar 53,28. Nilai rata-ratanya adalah sebesar 2,4446; sedangkan standar deviasinya adalah sebesar 8,08879.

2.         Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data dalam penelitian yang digunakan, memiliki distribusi yang normal atau tidak. Analisis Kolmogorov–Smirnov merupakan suatu pengujian untuk menguji keselarasan data, dimana suatu sampel dikatakan berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal.

Perumusan hipotesa untuk uji normalitas ialah :

  1. Ho :           data normal
  2. Ha : data tidak normal

Dasar pengambilan keputusannya, yaitu :

  1. Signifikansi > 0,05 (Ho diterima : data normal)
  2. Signifikansi < 0,05 (Ho ditolak : data tidak normal)

Berikut ini adalah hasil pengolahan data statistik untuk uji normalitas Kolmogorov-Smirnov:

Tabel 2

Tabel Uji Normalitas Kolmogorov–Smirnov

Sumber : Data diolah, 2006

Tabel 3

Tabel Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov

Variabel Sig Kesimpulan
Total Asset 0.000 Ho ditolak
Net Earnings 0.000 Ho ditolak
Expected Earnings 0.000 Ho ditolak
Total Accrual 0.000 Ho ditolak
DA 0.000 Ho ditolak
Leverage 0.000 Ho ditolak

Sumber: Data diolah, 2006

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa variabel total asset, net earnings, expected earning, total accrual, DA (discretionary accrual), dan leverage memiliki tingkat signifikansi yang lebih kecil dari 0,05. Maka seluruh variabel, baik bebas maupun terikat, memiliki kesimpulan bahwa Ho ditolak, yang berarti data berdistribusi tidak normal.

Gambar 3

Grafik Distribusi Data

Sumber : Data diolah, 2006

3.         Uji Asumsi Klasik

3.1.      Uji Multikolinieritas

Uji multikolinearitas digunakan untuk menunjukkan ada atau tidaknya hubungan langsung (korelasi) antar variabel bebas. Multikolinearitas terjadi jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) lebih besar dari 10 atau nilai tolerance lebih kecil dari 0,10 (Hair et, al, 1998).

Perumusan hipotesa untuk uji multikolinearitas :

  1. Ho :  tidak ada multikolinearitas
  2. Ha :  ada multikolinearitas

Dasar pengambilan keputusan :

  1. VIF > 10 (Ho ditolak : ada multikolinearitas)
  2. VIF < 10 (Ho diterima : tidak ada multikolinearitas)

Tabel 4

Tabel Uji Multikolinieritas

Sumber: Data diolah, 2006

Tabel 5

Tabel  Hasil Uji Multikolinearitas

Variabel VIF Keputusan
Total Asset 1.149 Tidak ada multikolinearitas
Net Earnings 1.067 Tidak ada multikolinearitas
DA 1.089 Tidak ada multikolinearitas
Leverage 1.008 Tidak ada multikolinearitas

Sumber : Data diolah, 2006

Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa seluruh variabel bebas memiliki VIF < 10. Oleh karena itu, Ho diterima, yang berarti tidak ada multikolinearitas. Maka dapat dikatakan bahwa di antara sesama variabel bebas tidak mempunyai hubungan langsung (tidak berkorelasi), sehingga penelitian dapat dilanjutkan.

3.2.      Uji Autokorelasi

Autokorelasi menunjukkan adanya korelasi antara error dengan error periode sebelumnya, dimana pada asumsi klasik hal ini tidak boleh terjadi. Uji autokorelasi dilakukan dengan menggunakan Durbin–Watson. Jika nilai Durbin–Watson berkisar diantara nilai batas atas (dU) dan 4-dU maka diperkirakan tidak terjadi pelanggaran autokorelasi.

Dasar pengambilan keputusan uji autokorelasi :

Tabel 6

Keputusan Autokorelasi

Hipotesa Nol (Ho) Keputusan Kriteria
Tidak ada Positif Autokorelasi Ho ditolak 0 < DW < dL
Tidak ada Positif Autokorelasi Tidak ada keputusan dL ≤ DW ≤ dU
Tidak ada Autokorelasi Ho diterima dU < DW < 4-dU
Tidak ada Negatif Autokorelasi Tidak ada keputusan 4-dU ≤ DW ≤ 4-dL
Tidak ada Negatif Autokorelasi Ho ditolak 4-dL < DW < 4

Berikut ini adalah tabel dan gambar hasil pengujian autokorelasi :

Tabel 7

Tabel Hasil Durbin–Watson

Sumber: Data diolah, 2006

Gambar 4

Hasil Uji Autokorelasi

Sumber: Data diolah, 2006

Berdasarkan tabel di atas, diketahui nilai Durbin–Watson untuk hipotesa sebesar 2,154. Nilai Durbin–Watson tersebut berada pada daerah dU < DW < 4-dU, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi pelanggaran autokorelasi (model bebas dari autokorelasi). Sehingga dapat dapat disimpulkan bahwa model hipotesis diatas terbebas dari permasalahan autokorelasi, sehingga penelitian dapat dilanjutkan.

Pada penelitian ini, sebenarnya, uji autokorelasi ini tidak diperlukan. Hal ini disebabkan karena, data penelitian yang digunakan adalah data pooling. Data pooling adalah data yang, misalnya, banyak perusahaan (lebih dari 1) dengan pengamatan beberapa tahun (lebih dari 1).

3.3.      Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi yang digunakan mengandung variasi residual yang bersifat heterogen. Model regresi yang baik tidak terjadi heteroskedastisitas (harus bersifat homogen).

Heteroskedastisitas dalam model regresi dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Gambar 5

Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Scatterplot

Sumber : Data diolah, 2006

Dari gambar grafik pada gambar 4, dapat dilihat bahwa sebaran titik terjadi secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi yang digunakan.

3.4.      Uji Fit Model (R²)

Hasil yang didapatkan dari uji normalitas adalah bahwa data berdistribusi tidak normal. Oleh karena itulah, penulis melakukan uji fit model, untuk melihat apakah model yang digunakan dalam regresi layak untuk dilanjutkan.

Tabel 8

Tabel Fit Model

Sumber : Data diolah, 2006

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa model yang digunakan layak untuk dilanjutkan. Hal tersebut dapat diketahui dari nilai koefisien determinasi R²-nya adalah sebesar 0,246. Artinya, bahwa variasi dari variabel perataan laba (variabel bebas) mampu menjelaskan variasi dari variabel expected earning (variabel terikat) sebesar 24,6%. Sisanya (75,4%) adalah variasi dari variabel bebas lainnya yang tidak dimasukkan ke dalam model. Maka, model yang digunakan layak dilanjutkan penelitiannya.

4.         Uji Hipotesis

4.1.      Uji Korelasional

Analisis korelasi berfungsi untuk menyatakan derajat keeratan hubungan dan arah hubungan antara 2 variabel. Semakin tinggi nilai korelasi, semakin tinggi keeratan hubungan kedua variabel. Nilai korelasi memiliki rentang antara 0 sampai +1 atau 0 sampai -1. Tanda positif (+) dan negatif (-) menunjukkan arah hubungan kedua variabel tersebut.

Gambar 6

Hubungan Korelasi

(-)        kuat                                                                                         (-)            lemah                                                   (+)       lemah                                                               (+)       kuat

-1                                                                                                                                 -0,5                                                                                                                  0                                                                                                                                              0,5                                                                                                                               1

Berikut adalah tabel hasil pengujian korelasi masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat:

Tabel 9

Tabel Korelasi

Sumber : Data diolah, 2006

4.1.1.   Analisis Net Earnings

Hipotesis pertama menguji adanya hubungan positif signifikan antara net earnings (variabel X1) dengan expected earning (variabel Y).

Penyusunan hipotesis :

Ho1 :  Tidak adanya hubungan positif antara net earnings dengan ekspektasi kinerja masa depan (expected earning).

Ha1 :  Adanya hubungan positif antara net earnings dengan ekspektasi kinerja masa depan (expected earning).

Dasar pengambilan keputusan :

  1. Sig. (1-tailed) > 0,05 (Ho diterima : tidak signifikan)
  2. Sig. (1-tailed) < 0,05 dan angka korelatif negatif (Ho diterima : ada hubungan negatif)
  3. Sig. (1-tailed) < 0,05 dan angka korelatif positif (Ho ditolak : ada hubungan positif)

Hasil uji korelasi antara net earnings dengan ekspektasi kinerja masa depan (expected earning), dapat dilihat pada tabel 8. Dari tabel tersebut diketahui net earnings dengan expected earning mempunyai hubungan yang signifikan (0,000 < 0,05), dengan angka korelasi sebesar 0,354.

Dari hasil di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Ho1 ditolak, yang berarti terdapat hubungan positif antara net earnings dengan expected earning (kinerja masa depan). Hubungannya dinamakan korelasi positif lemah karena angka korelasinya (0,354) menunjukkan nilai positif (+) yang mendekati 0,5.

4.1.2.   Analisis Leverage

Hipotesis kedua menguji adanya hubungan positif antara leverage (variabel X2) dengan expected earning (variabel Y).

Penyusunan hipotesisnya, yaitu :

Ho2 :  Tidak adanya hubungan positif antara leverage dengan ekspektasi kinerja masa depan (expected earning).

Ha2 :  Adanya hubungan positif antara leverage dengan ekspektasi kinerja masa depan (expected earning).

Dasar pengambilan keputusannya, ialah :

  1. Sig.(1-tailed) > 0,05 (Ho diterima : tidak signifikan)
  2. Sig.(1-tailed) < 0,05 dan koefisien korelatif negatif (Ho diterima : ada hubungan negatif)
  3. Sig.(1-tailed) < 0,05 dan koefisien korelatif positif (Ho ditolak : ada hubungan positif)

Hasil uji korelasi antara leverage dengan ekspektasi kinerja masa depan (expected earning), dapat dilihat pada tabel 8. Leverage dengan expected earning mempunyai hubungan yang signifikan (0,001 < 0,05), dan angka korelasi positif 0,298.

Dari hasil tersebut diketahui bahwa Ho2 ditolak, sehingga dapat disimpulkan antara leverage dengan ekspektasi kinerja masa depan (expected earning) mempunyai hubungan signifikan yang positif. Hubungan tersebut dinamakan korelasi positif lemah, karena angka korelasinya positif dan mendekati 0,5 (angka korelasi : 0,298)

4.1.3.   Analisis Total Asset

Penyusunan hipotesisnya yaitu:

Ho3 :  Tidak adanya hubungan positif antara total asset dengan ekspektasi kinerja masa depan (expected earning).

Ha3 :  Adanya hubungan positif antara total asset dengan ekspektasi kinerja masa depan (expected earning).

Dasar pengambilan keputusannya, ialah :

  1. Sig.(1-tailed) > 0,05 (Ho diterima : tidak signifikan)
  2. Sig.(1-tailed) < 0,05 dan koefisien korelatif negatif (Ho diterima : ada hubungan negatif)
  3. Sig.(1-tailed) < 0,05 dan koefisien korelatif positif (Ho ditolak : ada hubungan positif)

Hasil uji korelasi antara total asset dengan ekspektasi kinerja masa depan (expected earning), dapat dilihat di dalam tabel 8 di atas. Total asset dengan expected earning mempunyai hubungan yang signifikan (0,002 < 0,05), serta angka koefisien korelasinya positif 0,283.

Dari hasil di atas, dapat diketahui bahwa Ho3 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas, total asset, mempunyai hubungan signifikan positif dengan variabel terikatnya, yaitu expected earning. Hubungannya adalah korelasi positif lemah, karena angka korelasinya (0,283) mendekati positif 0,5.

4.1.4.   Analisis Discretionary Accrual

Hipotesis keempat menguji adanya hubungan positif antara discretionary accrual (variabel X4) dengan expected earning (variabel Y).

Penyusunan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatifnya (Ha), yaitu:

Ho4 :  Tidak adanya hubungan positif antara discretionary accruals dengan ekspektasi kinerja masa depan (expected earning).

Ha4 :  Adanya hubungan positif antara discretionary accruals dengan ekspektasi kinerja masa depan (expected earning).

Dasar pengambilan keputusannya, ialah :

  1. Sig. (1-tailed) > 0,05 (Ho diterima : tidak signifikan)
  2. Sig. (1-tailed) < 0,05 dan angka korelasi negatif (Ho diterima : ada hubungan negatif)
  3. Sig.(1-tailed) < 0,05 dan angka korelasi positif (Ho ditolak : ada hubungan positif)

Hasil uji korelasi antara discretionary accruals dengan ekspektasi kinerja masa depan (expected earning), dapat dilihat pada tabel 8 di atas. Discretionary accruals dengan expected earning mempunyai hubungan yang tidak signifikan (0,110 > 0,05).

Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ho4 diterima. Hasil tersebut berarti di antara variabel bebas, discretionary accrual, dengan variabel terikatnya, expected earning, tidak terdapat hubungan yang signifikan.

4.2.      Uji Regresi Berganda (Analisis H5)

Uji Regresi Berganda ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh perataan laba (net earnings, leverage, total asset, dan discretionary accrual) terhadap ekspektasi kinerja masa depan (expected earning). Pengujian dilakukan dengan tingkat signikansi 5%.

4.2.1.   Uji F

Uji F merupakan pengujian yang dipakai untuk menganalisa pengaruh seluruh variabel bebas, secara bersama-sama, terhadap variabel terikatnya. Uji F ini membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel pada tingkat keyakinan tertentu, untuk melihat tingkat signifikansi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

Perumusan hipotesa :

Ho5 :  Seluruh variabel bebas (net earnings, leverage, total asset, dan discretionary accrual), secara bersama-sama, tidak mempunyai pengaruh signifikan dengan variabel terikat (expected earning).

Ha5 :  Seluruh variabel bebas (net earnings, leverage, total asset, dan discretionary accrual), secara bersama-sama, mempunyai pengaruh signifikan dengan variabel terikat (expected earning).

Dasar pengambilan keputusan :

  1. Jika F hitung > F tabel (Ho ditolak)
  2. Jika F hitung < F tabel (Ho diterima) atau
  3. Jika sig. F statistik < 0,05 (Ho ditolak : signifikan secara statistik)
  4. Jika sig. F statistik > 0,05 (Ho ditolak : tidak signifikan secara statistik)

Tabel 10

Tabel Hasil Uji F

Sumber : Data diolah, 2006

Dari tabel anova di atas, dapat diketahui bahwa nilai sig. F statistik (0,000) < 0,05. Selain itu, nilai F hitungnya (8,394) > nilai F tabel (2,45). Jadi dapat disimpulkan bahwa Ho5 ditolak, artinya seluruh variabel bebas (net earnings, leverage, total asset, discretionary accrual), secara bersama-sama, mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikatnya (expected earning).

4.2.3.   Uji T

Uji-t digunakan untuk menguji ada atau tidaknya pengaruh antara masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji-t ini membandingkan nilai t-hitung dengan nilai t-tabel, dengan ketentuan interval kepercayaan sebesar 95% dan tingkat signifikansi sebesar 5%.

Perumusan hipotesa untuk Uji-t, adalah :

Ho :   Tidak terdapat pengaruh signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

Ha :    Terdapat pengaruh signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

Dasar pengambilan keputusan pada Uji-t, yaitu :

  1. Jika t-hitung < t-tabel (Ho diterima : tidak ada pengaruh signifikan)
  2. Jika t-hitung > t-tabel (Ho ditolak : ada pengaruh signifikan) atau
  3. Jika nilai Sig. < 0,05 (signifikan secara statistik : Ho ditolak)
  4. Jika nilai Sig. > 0,05 (tidak signifikan secara statistik : Ho diterima)

Tabel 11

Tabel Uji T

Sumber : Data diolah, 2006

Berdasarkan pada hasil uji-t pada tabel di atas, pengaruh variabel perataan laba, yang terdiri dari net earnings, leverage, total asset, dan discretionary accrual, terhadap expected earning, ialah:

  1. Variabel Net Earnings

Dari hasil uji-t, diketahui bahwa nilai Sig. sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05. Kesimpulannya ialah Ho ditolak, yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara net earnings terhadap expected earnings.

  1. Variabel Leverage

Dari hasil uji-t pada tabel 11, diketahui bahwa nilai Sig. sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara leverage terhadap expected earning.

  1. Variabel Total Asset

Dari hasil uji-t, dapat diketahui bahwa nilai Sig. sebesar 0,045 lebih kecil dari 0,05. Maka Ho ditolak, yaitu ada pengaruh yang signifikan antara total asset terhadap expected earning.

  1. Variabel Discretionary Accrual

Dari hasil uji-t, dapat diketahui bahwa nilai Sig. sebesar 0,495 lebih besar dari 0,05. Maka Ho diterima, yang artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara discretionary accrual terhadap expected earning.

4.3.      Interpretasi Hasil Penelitian

  1. Hubungan antara net earnings dengan ekspektasi kinerja masa depan perusahaan adalah korelasi positif (+) lemah yang nilainya mendekati 0,5. Hal ini terjadi karena ekspetasi kinerja masa depan (expected earning) didapatkan dengan memperhitungkan net earnings tahun ini dengan growth (tingkat pertumbuhan pendapatan). Jadi, ada faktor lain selain net earnings yang berhubungan dengan expected earning. Faktor lain tersebut adalah faktor ekonomi, faktor politik, dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi dan berhubungan dengan penerimaan pendapatan suatu perusahaan.
    1. Hubungan antara leverage dengan ekspektasi kinerja masa depan perusahaan adalah korelasi positif  (+) lemah, yang nilai korelasinya mendekati 0,5. Leverage merupakan salah satu pengukuran dalam keuangan, yang menghitung bagian dari modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan hutang. Ada kalanya perusahaan, dalam rangka mendapatkan hal-hal yang mendukung kegiatan operasional perusahaan, harus berhutang kepada pihak lain (pemasok, bank, dll). Pihak-pihak lain tersebut tidak akan memberikan hutang, bila perusahaan tidak mempunyai modal yang cukup agar hutang-hutang tersebut dapat terbayarkan. Bila pihak-pihak tersebut tidak mempercayai perusahaan sehingga pendukung kegiatan operasional terganggu, maka pengaruhnya akan terlihat pada ekspektasi pendapatan perusahaan (expected earning).
    2. Hubungan antara total asset dengan ekspektasi kinerja masa depan perusahaan adalah korelasi positif lemah. Hal ini disebabkan karena total asset mempunyai hubungan dengan kelangsungan kegiatan operasional perusahaan. Produksi barang maupun penjualannya tidak dapat terlaksana tanpa didukung oleh asset perusahaan, namun asset ini hanyalah sebagian kecil pendukung kegiatan operasional. Karena itulah, hubungannya adalah korelasi (+) lemah. Faktor yang lebih dominan hubungannya dengan expected earning adalah omzet penjualan perusahaan.
    3. Variabel discretionary accrual tidak mempunyai hubungan (korelasi) dengan ekspektasi kinerja masa depan. Hasil tersebut tidak konsisten dengan penelitian sebelumnya (Sugiarto, 2003), dalam penelitian itu disebutkan bahwa ada hubungan antara discretionary accrual dengan ekspektasi kinerja masa depan. Hal ini mungkin terjadi karena penulis tidak membedakan kinerja masa depan yang buruk dengan kinerja masa depan yang baik.
    4. Pengaruh variabel bebas, secara bersama-sama, terhadap variabel terikat dengan menggunakan Uji F adalah signifikan. Jika secara individu, yang berpengaruh hanya variabel net earnings, leverage, dan total asset. Sementara variabel discretionary accrual tidak berpengaruh signifikan terhadap expected earning. Hal ini terjadi karena efek dari discretionary accrual dapat terlihat jika ekspektasi kinerja (laba) perusahaan dibagi ke dalam kinerja yang baik dan kinerja yang buruk.

KESIMPULAN DAN SARAN

A.        Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa:

  1. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara tingkat net earnings dengan ekspektasi kinerja masa depan (expected earnings) perusahaan. Hubungannya disebut dengan korelasi positif lemah, karena angka korelasinya sebesar 0,354.
  2. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara tingkat leverage dengan ekspektasi kinerja masa depan perusahaan. Hubungan antara leverage dengan ekspektasi kinerja masa depan adalah korelasi positif lemah, dengan angka korelasi 0,298..
  3. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara tingkat total asset dengan ekspektasi kinerja masa depan (expected earning) perusahaan. Hubungan yang terjadi adalah korelasi positif lemah, dengan angka korelasi sebesar 0,283.
  4. Hasil penelitian menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat discretionary accruals dengan ekspektasi kinerja masa depan perusahaan. Hal ini disebabkan karena menurut hasil uji korelasi, angka signifikansinya sebesar 0,110 dan angka korelasinya negatif 0,119.
  5. Hasil analisis regresi berganda, dengan uji F, menyatakan bahwa variabel bebas perataan laba, secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikatnya. Hal tersebut disebabkan karena nilai F hitungnya (8,394) > nilai F tabel (2,45) dan nilai sig. F statistiknya (0,000) < 0,05.

B.        Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini, terdapat beberapa keterbatasan yang apabila mampu diatasi akan dapat memperbaiki hasil penelitian selanjutnya. Keterbatasan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Kurang besarnya jumlah sampel, yaitu 36 perusahaan.
  2. Data pengamatan hanya 3 tahun (2002–2005), sehingga hasil penelitian yang dilakukan sebaran datanya terbatas.
  3. Variabel penelitian yang digunakan hanya variabel: (a) net earnings; (b) leverage; (c) total asset; dan (d) discretionary accrual..

C.        Saran

Beberapa saran yang disarankan oleh peneliti, ialah:

  1. Perlunya menambah jumlah sampel penelitian, yang mungkin akan meningkatkan hasil penelitian.
  2. Perlunya menambah periode pengamatan agar dapat meningkatkan kualitas penelitian selanjutnya.
  3. Perlunya menambah variabel penelitian, terutama dari segi size (ukuran) perusahaan dan lainnya, agar dapat meningkatkan hasil penelitian berikutnya.
  4. Mencoba melakukan pengujian per tahun data, bukan secara keseluruhan.

DAFTAR PUSTAKA

Arens, Alvin A., Randal J. Elder, Mark S. Beasley (2005). Auditing and Assurance Services: An Integrated Approach, Tenth Edition, Prentice Hall International.

Gitman, Lawrence J. (2003). Principles of Managerial Finance, Tenth Edition, Addison Wesley.

Harahap, Sofyan Syafri (2005). Teori Akuntansi, Jakarta: Rajawali Pers.

Harahap, Sofyan Syafri (2004). Akuntansi Islam, Jakarta: Bumi Aksara.

Harahap, Sofyan Syafri (2001). Menuju Perumusan Teori Akuntansi Islam, Jakarta: Pustaka Quantum.

IAI (2005). Pedoman Etika Akuntan. (www document) http://www.iaiglobal.or.id (diakses 8 Agustus 2006).

Jakaria; Berlianti, Dita Oki dan Soeryaputri, Rossje V.M. (2005). Modul Laboratorium Alat Analisis, Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti.

Jones, Charles P. (2004). Investments Analysis & Management, Ninth Edition, Prentice Hall International.

Kusuma, Hadri dan Wigiya A. U. Sari (2003). Manajemen Laba Oleh Perusahaan Pengakuisisi Sebelum Merger dan Akuisisi di Indonesia, Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia Volume 7, No.1, Juni 2003, p. 21-36.

Riahi, Ahmed dan Belkaoui (2004). Accounting Theory, Fifth Edition, Thomson Learning.

Sucipto (2003). Analisis PSAK No.23 Tentang Pendapatan. (www document) http://www.google.com (diakses 8 Agustus 2006).

Tim Studi Analisis Laporan Keuangan Secara Elektronik (2005). Studi tentang Analisis Laporan Keuangan Secara Elektronik. (www document) http://www.bapepam.go.id (diakses 8 Agustus 2006).

Scott, William R (2000). Financial Accounting Theory, New Jersey: Prentice Hall Inc.

Suhendah, Rousilita (2005). Earning Management, Jurnal Akuntansi/Th.IX/02/Mei/2005, p. 195-205.

Sugiarto, Sopa (2003). Perataan Laba Dalam Mengantisipasi Laba Masa Depan Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Makalah dipresentasikan dalam Simposium Nasional Akuntansi VI.

Suryaputri, Rossje V. dan Christina Dwi A. (2003). Pengaruh Faktor Leverage, Devidend Payout, Size, Earning Growth and Country Risk Terhadap Price Earnings Ratio, Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi,Vol.3, No.1 April 2003, p. 1-23.

Trihendradi, Cornelius (2005). Step by Step SPSS 13 : Analisis Data Statistik, Yogyakarta: Penerbit Andi.

THE ANALYSIS OF COMPANY CHARACTERISTICS INFLUENCE TOWARD CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY IMPLEMENTATION

July 26, 2010 Comments off

Teori Akuntansi

July 26, 2010 1 comment

1
STIE YKPN Yogyakarta
Jl. Seturan, Depok, Sleman, Yogyakarta – 55281
Telp. (0274) 486321, (0274) 486160; Fax (0274) 486081
Website: http://www.stieykpn.ac.id
Teori Akuntansi
Jurusan Akuntansi
Semester 1 Tahun Akademik 2009/2010
A. Tujuan
Mata kuliah ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan rerangka teoritis akuntansi keuangan, sehingga
mampu menjelaskan mengapa praktik akuntansi berjalan seperti sekarang. Setelah mengikuti mata kuliah ini
mahasiswa diharapkan:
1. mempunyai pengetahuan teoritis yang kuat agar pengetahuan teknis yang dimiliki menjadi semakin
bermakna
2. mampu memecahkan berbagai masalah akuntansi dengan cara yang rasional dan berlandaskan pada
penalaran yang jelas dan valid
3. mempunyai wawasan akuntansi yang luas sehingga mampu menerapkan struktur akuntansi
4. mampu memberi kontribusi untuk memperbaiki praktik akuntansi yang sedang berjalan
B. Deskripsi
Mata kuliah ini membahas proses penalaran dalam membentuk rerangka konseptual yang menjadi landasan
praktik akuntansi. Pembahasan meliputi institusionalisasi pembentukan teori akuntansi, penalaran ilmiah dan
proses pengembangan teori akuntansi. Penalaran, perekayasaan dan praktik akuntansi yang berjalan dalam
wilayah tertentu membentuk struktur akuntansi
C. Metode Kuliah
Metode pengajaran dilakukan dengan cara ceramah dan diskusi kelas. Untuk membantu pemahaman setiap
materi yang diajarkan khususnya untuk materi konsep, pada pertemuan awal, didahului dengan ceramah
kemudian diskusi singkat. Pada pertemuan berikutnya kuliah didahului dengan diskusi singkat materi pada
pertemuan sebelumnya. Untuk materi yang perlu pemahaman praktik, dilakukan dengan diskusi kelompok.
Kelas akan dibagi berdasarkan kelompok yang ditugasi menyusun ringkasan mata kuliah dan
mempresentasikannya di depan kelas yang akan dibahas oleh kelompok lain dan seluruh peserta kelas
D. Peraturan Kelas
1. Kehadiran minimum mahasiswa dalam temu muka kelas adalah 75%
2. Apabila kehadiran mahasiswa kurang dari 75% sampai dengan 50% dari jumlah temu muka kelas
(75%>kehadiran =>50%), nilai akhir akan diturunkan satu tingkat
3. Apabila kehadiran kurang dari 50% jumlah temu muka kelas dianggap tidak memenuhi syarat, sehingga
tidak mendapatkan nilai (nilai=”-“)
4. Mahasiswa harus masuk sebelum dosen masuk ke dalam kelas.
5. Sopan santun dalam kelas harus tetap dijaga
6. Mengenakan pakaian formal sopan dan rapi, bersepatu dan baju berkerah
7. Selama kuliah berlangsung dilarang menghidupkan alat komunikasi
8. Tanda tangan presensi tidak boleh diwakilkan oleh orang lain dengan alasan apapaun
9. Setiap kecurangan dalam tes tidak dapat diberi toleransi dan yang bersangkutan dinyatakan gugur
2
E. Evaluasi
Partisipasi Kelas 15%
Ringkasan Materi Kuliah (RMK) 10%
Presentasi 15%
Ujian Tengah Semester 30%
Ujian Akhir Semester 30%
Gradasi Penilaian:
A 81 – 100
B 66 – 80
C 56 – 65
D 41 – 55
E 0 – 40
F. Daftar Pustaka
1. Eldon S Hendriksen, Accounting Theory, 5th Ed, Homewood, Il. Richard D. Irwin. Inc. 1992 (H)
2. WA Patton and AC Littleton, Corporate Accounting Standard, American Accounting Association, 1940
(P)
3. Kam, Vernon, Accounting Theory, 2nd Ed, John Wiley & Sons.Inc. 1990 (K)
4. Belkoui, Ahmed Riahi, Accounting Theory, 5th Ed, South-Western, 2004 (B)
5. Financial Accounting Standards Board, Statement of Financial Accounting Concepts No.1, High Ridge
Park, Stamford, Connecticut (SFAC No.1)
6. Financial Accounting Standards Board, Statement of Financial Accounting Concepts No.2, High Ridge
Park, Stamford, Connecticut (SFAC No.2)
7. Financial Accounting Standards Board, Statement of Financial Accounting Concepts No.5, High Ridge
Park, Stamford, Connecticut (SFAC No.5)
8. Financial Accounting Standards Board, Statement of Financial Accounting Concepts No.6, High Ridge
Park, Stamford, Connecticut (SFAC No.6)
9. Ikatan Akuntan Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan
G. Topik Per Pertemuan
Tatap
Muka
Materi Kuliah Tugas atau Bahan Diskusi Sumber
1 Penjelasan Silabus
Arti Penting Akuntansi dan Lingkungannya
H 1, K 2
2 Metodologi Akuntansi H 1, K 16, B 2
3 Beberapa Pendekatan Teori Akuntansi RMK H 1, K 16, B 2
4 Klasifikasi Pendekatan Teori Akuntansi H 1, K 16, B 2
5 Rerangka Konseptual RMK H 5, B 6
6 Rerangka Konseptual H 5, B 6
7 Tujuan Pelaporan Keuangan bagi
Organisasi Bisnis
SFAC No. 1
8 Karekteristik Kualitatif Laporan Keuangan SFAC No. 2, K 17
9 Elemen Laporan Keuangan SFAC No. 6, K 4
10 Kriteria Pengakuan dan Pengukuran SFAC No. 5
11 Konsep Dasar (Fundamentals) RMK H 5, B 6
12 Standar Akuntansi Keuangan P 1, PSAK, K 18
13 Konsep Dasar Akuntansi RMK P 2, H 5, S 5
14 Konsep Dasar Akuntansi P 2, H 5, S 5
Ujian Tengah Semester
15 Manfaat Informasi Akuntansi bagi Investor K 2
16 Manfaat Informasi Akuntansi bagi Kreditor K 2
17 Konsep Laba: Berbagai Pendekatan Teori H 10, K 7
18 Konsep Laba: Penyajian Informasi Laba H 10, K 7
19 Revenue & Gains: Pengakuan dan Pengukuran H 11, K 8
20 Expenses & Losses: Pengakuan dan Pengukuran H 11, K 9
3
21 Laporan Posisi Keuangan: Beberapa Pendekatan H 13
22 Laporan Posisi Keuangan: Klasifikasi dan Tujuan H 13
23 Aset: Pengakuan dan Pengukuran H 14, K 4, K 5
24 Utang: Pengakuan dan Pengukuran H 19, K 4, K 5
25 Modal: Pengertian dan Teori Modal H 22, K 10
26 Perubahan Modal Peningkatan, Penurunan, EPS H 23, K 10
Ujian Akhir Semester

Categories: Akuntansi Islam Tags:

WHAT FACTORS AFFECT HONG KONG SMALL TO MEDIUM ENTERPRISE (SME) TRADING FIRMS’ SUCCESSFUL EXPANSION OF THEIR BUSINESS TO CHINA?

July 26, 2010 9 comments

Master of Arts in International Accounting
Final Research Proposal
Submit to Dr. Neale G. O’Connor
By Stanley T C Lau
Year one MAIA student
City University of Hong Kong
Mobile: 9026 5409
File Name: RMA-SMEexpandtoChina-Stanley.doc
10 December 2001
Address for correspondence:
Unit A, 23/F., Easy Tower,
609-611 Tai Nan West Street,
Lai Chi Kok, Kowloon.
PHONE : (852) 8208 8928 FAX : (852) 2780 3811
e-mail : stanley.lau.ac@student.cityu.edu.hk
1
Abstract
The concern of the strategic position of Hong Kong trading companies in China market has been a hot topic for business practitioners operating around the Far East Market (Li, 2001). The author is currently a management consultant for some Hong Kong SME trading and manufacturing firms. Most of these firms have, during the past 10 years expanded their business to China. The author uses interview and case study method, draws on internationalization theory (Dunning, 1981) and using the perspectives of network and transaction cost theory to explain and examine the factors that affect the successfulness of Hong Kong SME trading firms when they expand their business to China. By drawing on the independent variables such as firm size, networks, proximity, ethnicity, language, entry mode, knowledge of market and free cash flow, impacts are investigated to the dependent variable – firm performance (expressed in terms of rate of return on assets) in order to evaluate the successfulness of expansion. The study also examines what factors are favorable and pertinent to the expansion and the possibility of further research in giving an answer to the question of how to do a successful business in China by Hong Kong SME trading firms.
2
Introduction & Motivation
China has a very potential market for attracting Foreign Direct Investment (FDI) as evidenced by the high level of investments from different countries showed in Table 1 below. Hong Kong, because of the change of economic environment and its proximity to the mainland China, a lot of companies in Hong Kong have been considering expansion to China.
In Li (1995) cited in Kui-Wai Li’s article: The changing Economic Environment in the People’s Republic of China, he argues that the Austerity plan in 1995 could be boiled down to a few objectives. One of the main targets is to use monetary control and credit restrictions as the chief way to cool down the economy. However, the side effect would be a hindrance to SMEs in Hong Kong when they tried to expand their business to China. Table one shows that Hong Kong is the region that has the highest level of investment in China. However, you can see only stunted growth or even negative growth from the 5 largest investing countries reported from 1993 through 1997.
As a management consultant for some Small Medium Enterprises (SMEs) trading and manufacturing firms in Hong Kong, I found that a lot of my clients consider expansion when they want to increase their competitive advantages or even survivability (see figure 1). However, a quite high percentage of my clients become failure in their course of expansion. For the period from 1993 – 2000, there were 10 out of the 14 SMEs from the portfolio of my clients failed in their China business ventures or even went into company liquidation after their expansion to China (their coded names and industries are listed in appendix 4).
The author was curious by the phenomenon and would like to have a study on the factors affect Hong Kong SME trading firms successful expansion of their business to China.
3
Table 1 – Growth Trend for the five Largest Foreign Direct Investments in China
(US$ Million)
1993
1994
1995
1996
1997
HK/ Macau
17,861.3
20,174.8
20,624.9
21,457.9
21,954.4
Taiwan
3,138.6
3,391.0
3,165.2
3,482.0
3,342.3
USA
2,063.1
2,490.8
3,083.7
3,444.2
3,461.2
Japan
1,324.1
2,075.3
3,212.5
3,692.1
4,390.4
Singapore
490.0
1,179.6
1,860.6
2,247.2
2,607.0
Source: China Statistical Yearbook, Beijing, various years.
Extracted from Oliver H.M. Yau and Henry C. Steele, (2000), China Business
Figure 1 – Decision of Hong Kong SME Trading Firms to expand
Hong Kong
SME Trading Firms
PROFITABLE
LOSS
Stay as it is
Out of Business
Stay as it is
SUCCESS
FAIL
EXPANSION
Lower percentage Higher percentage
4
Brief Literature Review
An examination of the literatures about Hong Kong SME trading firms’ successful expansion to China, there virtually no article around provides a clear avenue towards this direction. Instead, there are quite a lot of articles focused on Internationalization, Competitiveness and Growth on SME trading firms in different jurisdictions found.
Li, 2000 gave the author a basic block to begin with because it illustrated from a various angles about how Western manufacturer would like to access the China market through Hong Kong SME trading firms (as an intermediary). In the research by Li, network (proximity), experience (knowledge of market) and transaction cost (Free cash flow and size) are held out as important independent variables to have effects on the Western manufacturer’s choice of Hong Kong trading firms as an intermediary to China.
Another researchers Sylvie and Desiree (2001) also endorsed that firms will develop network relationships organically to internationalize. Siu (2001) argues that owner-manager’s activities have a bearing on the expansion and marketing in China. Thomas Man et al. (2002) also proposed that entrepreneurs commitment competencies, relationship, opportunity, competitive scope and organizational capabilities have a positive impact on the firm performance. Ahmed (1998) found that the degree of internationalization is positively related to firm performance. However, no literature has mentioned on the factor: language in their studies of expansion or internationalization.
In conclusion, the fundamental question raised in this paper is what factors affect the successfulness of Hong Kong SME trading firms when they expand their business to China. For reference, you may also find a summary of some important literature review in appendix 1 attached at the end.
Theoretical Framework
Li (2001) used three perspectives namely network, transaction cost and resource-based to identify that among the other things (inimitability, flexibility, opportunity costs) experience (knowledge of the market) and transaction costs (e.g. size of the firm, proximity, network and language), are positively related to the tendency that the Western firms will use Hong Kong trading firms as an access to the China market. By the same token, when the Hong Kong SME trading firms consider an expansion to China, the above factors will be favorable to them for expansion.
5
The eclectic theory of Dunning (1981) maintains that the firm possessing ownership and location advantages uses them in conjunction with other factor inputs existing in the foreign country.
Besides, there are a lot of strategic factors (see hypotheses below) I reckon most important to SME trading firms which affect them very much on their successful expansion of their business to China. A detail study and analysis to these factors are considered very useful and helpful for SME trading firms in Hong Kong of which intended an expansion in China.
Hypotheses
On the basis of theoretical approaches presented above, I find that the eight independent variables have great impact on the successfulness of Hong Kong SME trading firms’ expansion of their business to China. Therefore, I wish to hypothesize as follows:
H1: Upon expansion of the Hong Kong SME trading firm to China, the stronger the network of the firm with China, the better the performance of the firm would be after expansion.
H2: Upon expansion of the Hong Kong SME trading firm to China, the bigger the size of the firm, the better the performance of the firm would be after expansion.
H3: Upon expansion of the Hong Kong SME trading firm to China, the more the free cash flow of the firm is available, the better the performance of the firm would be after expansion.
H4: Upon expansion of the Hong Kong SME trading firm to China, the nearer of the firm to its place of expansion in China, the better the performance of the firm would be after expansion.
H5: Upon expansion of the Hong Kong SME trading firm to China, the closer the place of expansion to the origin of the owner manager (ethnicity), the better the performance of the firm would be after expansion.
H6: Upon expansion of the Hong Kong SME trading firm to China, the better the understanding of the language of the place of expansion by the owner manager, the better the performance of the firm would be after expansion.
6
H7: Upon expansion of the Hong Kong SME trading firm to China, the simpler of the entry mode (such as sole ownership instead of joint venture), the better the performance of the firm would be after expansion.
H8: Upon expansion of the Hong Kong SME trading firm to China, the more the experience (knowledge of market) of the owner manager towards the place of expansion in China, the better the performance of the firm would be after expansion.
Figure 2 – Framework of Study
Independent Variables
Dependent Variables
1. Networking
2. Size
3. Free Cash Flow
4. Proximity
5. Ethnicity
6. Language
7. Entry Mode
8. Knowledge of Market
• Duration of expansion in China
• Duration of continuous expansion in China
• Firm performance of expanded China business
Extraneous Variables
Environmental Factors
Product
Market
Competition
7
Method of Study
A plan to use case study as the main analysis tool in order to understand the main impact of the factors is considered to be desirable. Interviews to the owner managers of my client firms who has China venture experienced will be conducted (appendix 4). Survey questionnaires (appendix 2) and interview will be used together for data collection. Survey questionnaires are designed in such a way that subject firm’s owner manager or chief executive officer can respond according to their actual experience in the firm. Questionnaires are structured in order to acquire perceptual answers as well as factual answers e.g. rate of return to assets.
A longitudinal study is planned to make sure factors are definitely correlated to the dependent variable (successful expansion) over a period of time.
Referencing
John H. Dunning (1981), Trade, location of economic activity and the multinational enterprise: A search for an eclectic approach, Readings in International Enterprise pp250-274
Kua-Wai Li (2000), The Changing Economic Environment in the People’s Republic of China, China Business: Challenges in the 21st Century edited by Oliver H.M. Yau and Henry C. Steele pp29-67
Peter J. Buckley and Malcolm Chapman (1996), Theory and Method in International Business Research, International Business Review Vol. 5, No. 3, pp233-245
Per-Anders Havnes and Knut Senneseth (2001), A Panel Study of Firm Growth among SMEs in Networks, Small Business Economics 16: pp293-302
Lee Li (2001), Networks, Transactions, and Resources: Hong Kong Trading Companies’ Strategic Position in the China Market, Asia Pacific Journal of Management, 18, pp279-293
Wai-Sum Siu (2001), Small Firm Marketing in China: A Comparative Study, Small Business Economics 16: pp279-292
Sylvie Chetty, Desiree Blankenburg Holm (2000), Internationalization of small to medium-sized manufacturing firms: a network approach, International Business Review 9 pp77-93
8
Thomas W.Y. Man, Theresa Lau and K.F. Chan (2002), The competitiveness of small and medium enterprises: A conceptualization with focus on entrepreneurial competencies, Journal of Business Venturing 17 pp123-142
Torben Pedersen and Bent Petersen (1998), Explaining gradually increasing resources commitment to a foreign market, International Business Review 7 pp483-501
Ahmed Riahi-Belkaoui (1998), The effects of the degree of internationalization on firm performance, International Business Review 7 pp315-321
Dave Crick, Shiv Chaudhry and Stephen Batstone (2001), An Investigation into the Oversea Expansion of Small Asian-Owned U.K. Firms, Small Business Economics 16: pp75-94
George Tesar and A.H. Moini (1998), Longitudinal study of exporters and nonexporters: A focus on smaller manufacturing enterprises, International Business Review 7 pp291-313
Berrin Dosoglu-Guner (2001), Can organizational behavior explain the export intention of firms? The effects of organizational culture and ownership type, International Business Review 10 pp 71-89
9
Appendix 1 – Literature review Table
Article
Theory and Model
Basic research question
Sample
Nations implicated, sectors compared, timeframe etc
Results
1. Networks, Transactions, and Resources: Hong Kong Trading Companies’ Strategic Position in the China Market
Use network, transaction costs and resources base perspectives to hypothesize their relationship towards Western manufacturing firms tendency to use Hong Kong trading firm as export intermediaries
What is the strategic position of Hong Kong Trading companies?
21 cases were collected and dividedinto 4 groups for case study andcomparison purpose.
Results were found to be in support of the hypotheses: Basically, the research wanted to prove that western manufacturers are happy to enter the China market by way of Hong Kong trading companies due to the later’s good networks, and their comparative low transaction costs in using them and their resources.
2. Small Firm Marketing in China: A Comparative Study
Use Chinese cultural value to explain the marketing performance of small firms in China
What are the factors affect the marketing performance of small firms in China
Use semi-structured personalinterview for 20 different cases
The research results approved that the business philosophy of Chinese small firms, is sales or production oriented. The specific politico-economic structure also makes Chinese small firms aware of the importance of good relationship with customers, government officials and other business associates. In short, the factors are Chinese cultural values, politico-economic environment, SEO dominated environment and industry sector.
3. Internationalisationof small to medium-sized manufacturing firms: a network approach
The basic assumption of this paper is that business takes place in a network setting, where different business actors are linked to other through direct and indirect business relationship.
How do firms use business networks when they internationalize?
Based on a longitudinal studyconducted in 1992-1995 of 4manufacturing firms in New Zealand
By using Johnson and Mattsson’s (1988) model as a framework, it provides an understanding of four different ways in which firms internationalize, and how both firm and market characteristics influence this process.
10
Article
Type of Study
Basic research question
Sample
Nations implicated, sectors compared, timeframe etc
Results
4. Hong Kong’s China-invested companies and their reverse investment in China
Descriptive Research – based on field survey results
Non-academic research
What are the characteristics of Hong Kong’s China-invested companies and their reverse investment in China
Filed survey administered byquestionnaires and follow up byinterviews was conducted in 1993. Thirty CICs were identified through personal connections. Only 8 managers among the 22 respondents who returned the questionnaires.
Characteristics are described
5. International management strategies of Chinese multinational firms
Descriptive Research
Non-academic research
What are the characteristics of the International management strategies of Chinese multinational firms
40 of the most frequently quotedChinese companies manufacturing operations abroad were selected on the basis of information collected from the records of unofficial sources (empirical findings)
with Characteristics are described.
11
Appendix 2 – Questionnaire
Questionnaire on what factors affect Hong Kong SMEs trading firms when they expand their business to China?
The following questionnaire will be sent to owner managers of SME trading companies in Hong Kong whom has expanded an operation in China (e.g. representation office or manufacturing plant etc.)
Please answer the following questions:
1. Where is your operation in China? ________________________________
2. What is the nature of your operation in China? ______________________
(e.g. representation office, trading firm or factory etc.)
3. Why do you have to set up an operation in China ____________________
4. What are the rates of return on assets of your company 3 years before the expansion?
____________________________________________________________
5. What are the rates of return on assets of your company 3 years after the expansion?
____________________________________________________________
Please circle a number from the following statements in which you feel appropriate.
1. Strongly Agree 5. Fairly Disagree
2. Agree 6. Disagree
3. Fairly Agree 7. Strongly Disagree
4. Neutral
1.
Good networking enables you to expand more efficiently and effectively to China.
1
2
3
4
5
6
7
2.
Due to the smaller size of your company, you are easy in expanding you business to China.
1
2
3
4
5
6
7
3.
Your understanding of the language gives you an advantage in expanding to China.
1
2
3
4
5
6
7
4.
The situation of your company in Hong Kong does not give you an advantage in expanding to China.
1
2
3
4
5
6
7
5.
As a Chinese in Hong Kong, you think it is not an advantage for you to expand to China.
1
2
3
4
5
6
7 12
6.
Your knowledge of China market gives you more confident in expanding to China.
1
2
3
4
5
6
7
7.
A better free cash flow in your Hong Kong Company gives you better strength in expanding to China. (Free cash flow = net operating income + change of investment on operating assets)
1
2
3
4
5
6
7
8.
A different entry mode for your expansion to China might not affect your growth in China.
1
2
3
4
5
6
7
Thank you for your time
13
Appendix 3 – Comments from Dr. Neale G. O’Connor
Research Question and Motivation
1. Conflicts of motivation and the research question.
2. Clarify whether the study concentrates on factors affect SMEs decision to expand their business to China or factors affect how SMEs expand their business to China.
3. Provide Statistics to support the study. (e.g. how much % of SMEs expand to China failure, or how much % growth of SMEs expand to China.
Framework of Study
1. Some of the independent variables (IV) cited are in fact theory rather than IV (e.g. transaction costs)
2. An example for IV should be size.
3. Suggestion for a better and more interesting dependent variable (DV) would be “the duration of expansion of SMEs to China” or “the duration of continuous expansion of SMEs to China”.
Method of Study
1. For a study of fewer building blocks and more preliminary study like this, only CASE STUDY and INTERVIEW methods are preferred.
2. Longitudinal Study is also recommended if the study of how SMEs’ decisions to expand into China is varied over time.
Revised Research Question
What factors affect Hong Kong SME trading firms’ successful expansion of their business to China?
14
Appendix 4 – List of failed projects in expansion to China 15

MANAJEMEN LABA : BUKTI DARI SET KESEMPATAN INVESTASI, UTANG, KOS POLITIS, DAN KONSENTRASI PASAR PADA PASAR YANG SEDANG BERKEMBANG

July 26, 2010 Leave a comment

SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 1

Zaenal Fanani
Universitas Airlangga Surabaya
Email : zaenal_ppsub@yahoo.com
ABSTRACT
The aim of this study is to prove whether manager manage earning for the purpose of informative or target opportunistic. Research also investigate whether investment opportunity set influences choice of manager to report as opportunistic to hide performance or to report earning more informative concerning to debt, political cost, market share and earning.
Sample of this research were chosen by using purposive sampling of 350 manufacturing business listed in the Jakarta Stock Exchange, start from 1997 up to 2002. Structural Equation Modelling (SEM) by using program of Analysis of Moment Structures (AMOS) is the appropriate statistical technique to examine pattern relation of formed model
The results show that earning management, political cost, market share and earning have a significant effect to share price, whereas investment opportunity set does not have a significant effect to share price. From some variables which influence earning management, only the debt having a significant effect while other variable (i.e., invesment opportunity set, political cost, market share) do not show significant outcome. And for the variable influencing earning only debt and the market share which significant while other variable that is invesment opportunity set and political cost do not show influence which significant.
This study indicates that earning management conducted by manager in in Developing Market (Indonesia) represent informative earning management which means all investor have more own belief in earning reporting, but this research cannot prove that company owning high of investment opportunity set tend to conduct informative earning management.
Key Words : Earning Management, Investment Opportunity Set, Debt, Political Cost, and Market Share
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 2
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang digunakan untuk menilai posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan rugi laba, dan laporan ekuitas yang disusun berdasarkan akrual serta laporan arus kas yang berdasarkan dasar kas. Oleh karena itu, dasar akrual dalam laporan keuangan memberikan kesempatan kepada manajer memodifikasi laporan keuangan untuk menghasilkan jumlah laba (earnings) yang diinginkan. Generally accepted accounting principle (GAAP) atau Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (PABU) juga memberikan keleluasaaan bagi manajer untuk memilih metode akuntansi yang akan digunakan dalam menyusun laporan keuangan (Veronica, 2003:328). Pilihan manajerial tersebut dapat memicu manajer untuk melakukan perilaku manajemen laba informatif (informative earning management) atau manajemen laba oportunistik (opportunistic earning management). Pilihan manajer mengenai manajemen laba menggambarkan bahwa set kesempatan investasi (Investment Opportunity Set, dalam tulisan ini untuk selanjutnya disebut sebagai IOS) mempengaruhi peristiwa kontrak, yang pada gilirannya mempengaruhi pilihan manajer atas metode akuntansi yang digunakan (Watts dan Zimmerman, 1986; Zimmer, 1986).
Meskipun perbedaan ex-post yang jelas antara dua motivasi tidaklah mungkin, dalam jangka panjang investor rasional bisa membandingkan pelaporan laba dengan kinerja aktual dengan cara berkesinambungan dan menyaring interpretasinya dari pelaporan laba oleh manajemen. Jika para manajer sebuah perusahaan secara khusus dimotivasi oleh sebuah keinginan untuk memberikan informasi pada para investor, kinerja masa depan dari perusahaan lebih serupa dengan aliran pelaporan laba dan para investor akan lebih memiliki kepercayaan dalam pelaporan laba. Di sisi lain, jika para manajer sebuah perusahaan secara khusus termotivasi oleh keinginan untuk menyembunyikan informasi dari investor, kinerja masa depan dari perusahaan itu nampaknya tidak akan makin serupa dengan aliran pelaporan laba dan para investor akan memberikan kepercayaan yang kurang pada pelaporan laba. Hal ini memberikan cara untuk membedakan motivasi dari manajer. Hal-hal lain menjadi sama, perusahaan yang para investornya menetapkan discretionary accrual secara lebih positif nampaknya memiliki lebih banyak K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 3
manajemen laba oportunistik. Dengan kata lain, perbedaan motivasi manajemen laba oportunistik ini nampaknya memiliki konsekuensi ekonomi berbeda yang secara khusus diukur oleh reaksi investor dalam pasar modal yang efisien. Literatur detail yang telah ditulis oleh DeAngelo (1988) mengesankan bahwa para manajer menggunakan akrual secara oportunistik untuk menyembunyikan kinerja dan hal ini nampaknya mengakibatkan reaksi pasar negatif. Namun, Dechow (1994) menunjukkan bahwa laba berbasis akrual memberikan pengukuran istimewa atas kinerja perusahaan daripada aliran kas. Subramanyam (1996) menunjukkan bahwa, secara rata-rata, nilai pasar discrecionary dan non discrecionary bagian dari akrual. Namun, literatur tersebut tidak menjelaskan apakah perusahaan dengan karakteristik berbeda menampilkan tingkat manajemen laba informatif dan manajemen laba oportunistik yang berbeda. Sementara dalam penelitian ini, akan diselidiki bagaimana pertumbuhan perusahaan, yang disebut set kesempatan investasi, dihubungkan perilaku manajemen laba informatif dan manajemen laba oportunistik berdasarkan hasil penelitian Gul et al., (2003), Riahi-Belkoui (2003), dan Nuswantara (2004) dengan menggunakan perusahaan di Indonesia.
Penelitian ini dimotivasi oleh beberapa alasan sebagai berikut : pertama, menguji kembali teori manajemen laba yang membahas dari sisi set kesempatan investasi, utang, kos politis, dan konsentrasi pasar pada pasar yang sedang berkembang, khususnya pasar modal di Indonesia. Penelitian ini menindaklanjuti penelitian sebelumnya (Cahan, 1992, Rajgopal, 1999; Gu, 2002; Gul, et al., 2003; Riahi-Belkoui, 2003) yang telah dilakukan di negara yang berkembang, sementara Nuswantara, (2004) menguji di pasar indonesia (pasar yang sedang berkembang), namun Nuswantara (2004) hanya terbatas pada pengaruh konsentrasi pasar dan hutang terhadap manajemen laba dan sekaligus untuk melihat konsistensi hasil dari peneliti sebelumnya dan berdasarkan pada obyek penelitian berbeda yaitu di Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini bersifat extended replication, yaitu mereplikasi dari penelitian Gul et al. (2003) dengan menambah variabel baru dari hasil penelitian Nuswantara (2004) dan hipotesis kos politis dalam Cahan (1992). Kedua, peneliti ingin mengetahui pengaruh set kesempatan investasi terhadap manajemen laba yang mengkaitkan variabel set kesempatan investasi dengan kos politis, dan konsentrasi pasar sebagai diterminant penentu set kesempatan investasi dan manajemen laba, ketiga, pengukuran untuk set kesempatan investasi dalam
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 4
penelitian ini merupakan perluasan dari penelitian Gul, et al. (2003) dan Riahi-Belkoui (2003) dan keempat, penelitian ini menguji pengaruh masing-masing variabel independent terhadap variabel dependen dilakukan secara simultan dengan menggunakan Analysis Moment Structure (AMOS) 4.0
1.2. Rumusan Masalah
Masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a) apakah set kesempatan investasi berbasis saham, investasi dan varian memberikan kontibusi terhadap set kesempatan investasi?, b) apakah manajemen laba, set kesempatan investasi, utang, kos politis, konsentrasi pasar, dan laba berpengaruh terhadap harga saham?, c) apakah set kesempatan investasi, utang, kos politis, dan konsentrasi pasar berpengaruh terhadap manajemen laba? d) apakah set kesempatan investasi, utang, kos politis, dan konsentrasi pasar berpengaruh terhadap laba?, e) bagaimanakah pengaruh set kesempatan investasi terhadap utang?, e) bagaimanakah pengaruh hutang terhadap konsentrasi pasar?
1.2. Manfaat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan harapan akan memberikan manfaat sebagai berikut : 1) Manfaat Teoritis yaitu memberikan bukti secara empirik yang berkaitan dengan teori contracting Watts dan Zimmerman (1986) yang menyatakan bahwa set kesempatan investasi mempengaruhi peristiwa kontrak, yang pada gilirannya mempengaruhi pilihan manajer atas metode akuntansi yang digunakan, dan memberikan bukti secara empirik hubungan manajemen laba dan set kesempatan investasi Gul et al. (2003) dan Riahi-Belkoui (2003) yang menyatakan bahwa perusahaan ber-IOS tinggi mengelola laba lebih sebagai alat untuk menyampaikan informasi privat yang memiliki relevansi nilai dari pada menyembunyikan kinerja buruk yang oportunistik, dan 2) Manfaat Praktis . Adapun manfaat praktis yang bisa diperoleh dari penelitian ini a) investor dan Analis Pasar modal. Sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bagi pelaku pasar modal (investor, pialang, dan para analis sekuritas) serta calon investor dimasa yang akan datang, utamanya dalam menentukan keputusan investasinya, dan b) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Sebagai standard setter melalui DSAK, IAI dapat langsung mengupayakan penyempitan ruang bagi manajemen agar tidak melakukan
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 5
manajemen laba opportunistik yang merugikan perusahaan maupun pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan (stakeholder)
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 6
2. PERUMUSAN HIPOTESIS
2.1.Kontribusi Set Kesempatan Investasi Saham, Investasi, dan Varian terhadap Set Kesempatan Investasi.
Baker (1993) menyatakan bahwa perlu selalu dilakukan perbaikan dan pengembangan terhadap proksi-proksi yang telah ada, karena setiap proksi terutama proksi yang digunakan secara individual akan mengandung measurement error (Smith dan Watts, 1992; Gaver dan Gaver, 1993). Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Bartholomew (1987) dalam Mahfud (2004) bahwa perlu dilakukan pertimbangan untuk melakukan penyederhanaan data dengan menggabungkan variabel-variabel terukur (observed variable) menjadi variabel gabungan (composite variable). Penggabungan variabel-variabel terukur menjadi variabel gabungan dapat membantu dalam memahami fenomena yang sedang diteliti dan dapat digunakan sebagai deskripsi atau dapat pula digunakan dalam analisis lebih lanjut sebagai variabel regresi. Berdasarkan uraian di atas diajukan hipotesis sebagai berikut:
H1 = Set kesempatan investasi berbasis saham, investasi dan varian memberikan kontribusi terhadap set kesempatan investasi
2.2. Pengaruh manajemen laba, Set Kesempatan Investasi, Utang, Kos politis, dan Konsentrasi pasar, Laba terhadap Harga saham.
Pengaruh manajemen laba terhadap harga saham telah dibuktikan oleh hasil penelitian Fudenberg dan Tirole (1995); Hartono, (1998 dan 2000); Gul et al. (2003); Ardiati (2003). Manajemen laba memungkinkan manajer mengkomunikasikan informasi privat mereka dan oleh karena itu meningkatkan kemampuan laba untuk mencerminkan nilai ekonomis perusahaan. Berdasarkan bukti-bukti empiris dan argumen yang telah disebutkan terdahulu, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
H2 = Terdapat pengaruh manajemen laba terhadap harga saham
Pengaruh antara set kesempatan investasi (IOS) dengan harga saham dilakukan oleh Smith dan Watts (1992), Riahi-Belkoui (2001) dan Gul et al. (2003). Hasilnya menunjukkan adanya hubungan positif antara set kesempatan investasi
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 7
(IOS) dengan harga saham. Menurut Smith dan Watts (1992) manajer-manajer perusahaan dengan set kesempatan investasi (IOS) yang relatif tinggi akan lebih mampu melakukan pengambilan keputusan yang bijaksana karena manajer memiliki informasi yang lebih baik mengenai kesempatan investasi daripada para pemegang saham perusahaan. Hal ini mendasari hipotesis sebagai berikut
H3 = Terdapat pengaruh positif set kesempatan investasi terhadap harga saham.
Berdasarkan debt hypothesis bahwa perusahaan yang memiliki hutang yang besar manajer akan memilih kebijakan akuntansi dengan menggeser laba masa depan ke masa sekarang (Watts dan Zimmerman, 1986:216), sehingga menurut Gul et al. (2003:15) hutang memiliki pengaruh negatif terhadap harga saham karena tingkat hutang lebih tinggi nampaknya akan lebih memberi insentif untuk manajemen laba opportunistik demi memenuhi perjanjian hutang. Berdasarkan argumen ini dapat dibuat dugaan bahwa semakin tinggi utang perusahaan, maka maka harga sahamnya akan semakin menurun. Hipotesis dinyatakan sebagai berikut :
H4 = Terdapat pengaruh negatif perusahaan dengan utang yang tinggi terhadap harga saham.
Berdasarkan size hypothesis bahwa pada perusahaan besar manajer akan memilih kebijakan akuntansi yang menangguhkan laba dari masa sekarang ke masa depan (Watts dan Zimmerman, 1986:235). Ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif karena kualitas laba yang lebih besar di dalam perusahaan-perusahaan besar (Gul et al. 2003:15). Diamond dan Verrecchia (1991) dalam komalasari (2000) menyatakan bahwa perusahaan yang lebih besar dengan total resiko yang ditanggung oleh investor lebih besar, akan mendapatkan keuntungan per saham yang terbesar (dalam hal ini peningkatan nilai saham). Dari latar belakang tersebut maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
H5 = Terdapat pengaruh yang positif kos politis terhadap harga saham.
Penelitian yang menguji pengaruh konsentrasi pasar terhadap harga saham dilakukan oleh Nuswantara (2004). Konsentrasi pasar berhubungan positif dengan harga saham karena perusahaan dengan konsentrasi industri tinggi cenderung untuk memilih kebijakan akuntansi yang menurun di masa yang akan datang (Nuswantara, 2004:3). Jika segmen pasar perusahaan besar sehingga perusahaan mempunyai
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 8
posisi kuat dalam kompetisi, maka perusahaan akan memberikan sinyal tentang masa depan perusahaan yang lebih baik sehingga investor akan bereaksi positif terhadap perusahaan. Oleh karena itu hipotesis yang akan diuji adalah :
H6 = Terdapat pengaruh positif kekuatan pasar yang dicerminkan oleh konsentrasi pasar terhadap harga saham.
Studi hubungan antara laba dengan harga saham juga telah banyak dilakukan peneliti yang lain seperti Ball dan Brown (1968) Ali (1994), Asyik (1999), Harries (1999), Gunawan (1999), Candrarin dan Tearney (2000). Hasilnya menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara laba dengan harga saham. Berdasarkan bukti-bukti empiris dan beberapa argumen yang telah disebutkan terdahulu, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
H7 = Terdapat pengaruh positif perusahaan dengan laba yang tinggi terhadap harga saham
2.3. Pengaruh Set Kesempatan Investasi, Utang, Kos politis, dan Konsentrasi pasar terhadap Manajemen Laba.
Pengaruh antara set kesempatan investasi (IOS) dengan manajemen laba dilakukan oleh Skinner (1993), Gul et al., (2003), Riahi-Belkoui (2003), dan Nuswantara (2004). Beberapa bukti dalam literature terdahulu seperti Skinner (1993) telah membuktikan bahwa perusahaan dengan kesempatan investasi yang lebih tinggi menunjukkan manajemen laba yang lebih besar. Menurut Gul, et al. (2003 :14) para manajer perusahaan yang memiliki pertumbuhan tinggi lebih banyak menggunakan manajemen laba untuk menandai informasi mereka mengenai kesempatan pertumbuhan perusahaan di masa depan. Oleh karena itu hipotesis yang akan diuji adalah
H8= Terdapat pengaruh positif set kesempatan investasi dengan besarnya manajemen laba.
Hasil penelitian Nuswantara (2004), Riahi-belkaoui (2003) menunjukkan adanya pengaruh yang negatif antara utang dengan manajemen laba. Hal ini disebabkan karena monitor kreditor terlalu longgar. Monitor yang longgar akan memotivasi manajemen laba, atau dalam bahasa yang lain mekanisme monitoring tidak dapat mencegah perusahaan melakukan manajemen laba. Namun hasil
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 9
penelitian Defond Dan Jiambalvo (1994), Chau dan Lee (1999), DeAngelo et al. (1994) dan Gul et al. (2003) utang perusahaan mempunyai hubungan positif dengan manajemen laba. Besarnya utang perusahaan akan menyebabkan perusahaan meningkatkan manajemen laba dengan tujuan untuk mempertahankan kinerja yang baik di mata auditor. Oleh karena itu diharapkan ada pengaruh yang signifikan antara utang dengan manajemen laba.
H9 = Terdapat pengaruh perusahaan dengan utang yang tinggi terhadap besarnya manajemen laba.
Perusahaan besar mempunyai pengungkapan yang lebih lengkap dan dapat diamati oleh auditornya dibandingkan dengan perusahaan yang kecil. Kondisi ini memicu pelaporan akuntansi lebih konservatif dan cenderung memanipulasi laba (Cahan, 1992, Gul, et al. 2003:14, Nuswantara, 2004:175). Hasil penelitian Rajgopal (1999), Gu (2002), Gul, et al. (2003), dan Nuswantara (2004) juga membuktikan bahwa asset berhubungan negatif dengan manajemen laba. Berdasarkan argumen ini, diharapkan terjadi pengaruh negatif antara kos politis dengan besarnya manajemen laba.
H10 = Terdapat pengaruh yang negatif kos politis terhadap besarnya manajemen laba.
Sesuai dengan pandangan ini Shleifer& Vishny (1997) dalam Nuswantara (2004:3) menyatakan bahwa kompetisi pasar produk akan menurunkan profitabilitas perusahaan. Jika perusahaan tidak efisien maka akan menurunkan labanya. Oleh karena itu, seorang manajer suatu perusahaan yang memiliki profitabilitas rendah akan memanipulasi laba sedemikian rupa sehingga investor tetap menyertakan modal mereka di perusahaan. Jika segmen pasar perusahaan kecil sehingga perusahaan tidak mempunyai posisi kuat dalam kompetisi, maka perusahaan akan memanipulasi labanya agar kelihatan bagus. Berdasarkan argumen ini, diharapkan terjadi pengaruh negatif konsentrasi pasar antara dengan besarnya manajemen laba
H11 = Terdapat pengaruh negatif kekuatan pasar yang dicerminkan oleh konsentrasi pasar terhadap praktek manajemen laba.
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 10
Perusahaan yang mempunyai kekuatan pasar lebih punya peluang untuk melakukan manajemen laba. Dengan kekuatan pasar yang lebih besar, maka kemungkinan melakukan praktek manajemen laba akan lebih besar khususnya jika pada kondisi monitoring eksternal lebih jarang (utang rendah). Oleh karena itu hipotesis yang di duga adalah :
H12 = Terdapat pengaruh positif utang terhadap kekuatan pasar yang dicerminkan oleh konsentrasi pasar.
2.4. Pengaruh Set Kesempatan Investasi, Utang, Kos politis, dan Konsentrasi pasar terhadap relevansi nilai laba.
Manajer menggunakan manajemen laba dengan adanya IOS untuk mengkomunikasikan informasi pribadi mereka secara kredibel kepada para investor. Hal ini membuat laporan laba terkini lebih informatif mengenai masa depan perusahaan dan seharusnya menghasilkan perbaikan dalam relevansi nilai laba. Oleh karena itu diharapkan ada pengaruh positif antara set kesempatan investasi yang tinggi terhadap laba.
H13= Terdapat pengaruh positif antara set kesempatan investasi yang tinggi terhadap laba.
Hasil penelitian sebelumnya (Watts dan Zimmerman, 1978; Zimmerman, 1983; Warfield et al., 1995) menunjukkan bahwa utang terbukti memiliki pengaruh negatif terhadap laba karena tingkat utang lebih tinggi akan lebih memberi insentif untuk manajemen laba oportunistik demi memenuhi perjanjian utang. Hipotesis yang dapat dibentuk oleh peneliti adalah
H14 = Terdapat pengaruh negatif utang yang tinggi terhadap laba.
Perusahaan besar dianggap mempunyai informasi yang lebih banyak dibandingkan perusahaan kecil. Oleh karena itu, jika terdapat inovasi baru maka inovasi tersebut besar pengaruhnya terhadap laba perusahaan berskala kecil dibanding pada perusahaan besar. Chaney dan Jeter (1991) hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ukuran perusahaan mempunyai korelasi signifikan dan positif dengan laba. Oleh karena itu hipotesis yang akan diuji adalah
H15 = Terdapat pengaruh positif antara kos politis terhadap laba
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 11
jika segmen pasarnya besar maka laba perusahaan akan semakin besar. Berdasarkan argumen ini, diharapkan terjadi pengaruh positif konsentrasi pasar antara dengan besarnya manajemen laba
H16 = Terdapat pengaruh positif antara konsentrasi pasar terhadap laba
2.5. Pengaruh Set Kesempatan Investasi terhadap Utang
Berdasarkan argumen Myers’ (1977) perusahaan yang memiliki rasio nilai buku yang tinggi akan lebih optimal jika rasio utangnya juga tinggi. Menurut Myers’ (1977) keuntungan optimal bisa diperoleh oleh investor jika resiko kebangkrutannya juga tinggi. Perusahaan yang memiliki rasio nilai buku yang tinggi memiliki pengharapan akan mendapatkan keuntungan di masa mendatang yang tinggi pula, dengan begitu perusahaan akan mendapatkan keuntungan optimal dengan memanfaatkan keuntungan pajak. Hasil penelitian Chen (2005) membuktikan bahwa pertumbuhan perusahaan berhubungan positif dengan utang perusahaan. Oleh karena itu hipotesis yang dalam penelitian ini adalah
H17 = Terdapat pengaruh yang positif antara perusahaan dengan set kesempatan investasi yang tinggi terhadap besarnya utang.
3. METODA PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Berdasarkan karakteristik masalah yang diteliti, penelitian ini dapat diklasifikasikan ke dalam penelitian kausal komparatif (Indriantoro dan Supomo, 1999:29)
3.2. Definisi dan pengkuran variabel
Definisi operasional dan pengukuran variabel dapat dilihat pada tabel 2
3.2. Teknik Analisis Data
Variabel eksogen pada koefisien jalur ini adalah IOS dan KP, sedangkan yang tergolong variabel endogen adalah DEBT, KSP, DA,, EARN, dan AR maka persamaan strukturalnya adalah sebagai berikut
DEBT = β13 IOS + ε13
KSP = β14 DEBT + ε14
DA = β15 IOS + β16 DEBT + β17 KP + β18 KSP + ε15
EARN = β19 IOS + β20 DEBT + β21 KP + β22 KSP + ε16
AR = β23 DA + β24 IOS + β25 KP + β26 DEBT +
β27 KSP + β28 EARN +ε17
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 12
Dimana :
DEBT = Utang
IOS = Set kesempatan investasi
KSP = Konsentrasi Pasar
KP = Kos Politik
DA = Discretionary Accruals
EARN = Laba
AR = Akumulasi Abnormal Return
β13 – β28 = Loading Factor (Koefisien regresi yang distandarisasi)
ε13 -ε17 = Error Term
Bila digambarkan dalam model untuk diuji unidimensionalitasnya melalui Struktural Equation Modelling (SEM), model diagram jalurnya akan nampak seperti gambar 1:
4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Variabel eksogen pada koefisien jalur ini adalah set kesempatan investasi (IOS) dan Kos Politis (KP) yang tergolong variabel endogen adalah utang (DEBT), konsentrasi pasar (KSP), Manajemen laba (DA), Laba (EARN) dan abnormal return (AR). Berdasarkan Tabel 7 maka persamaan strukturalnya adalah sebagai berikut :
DEBT = 0.330 IOS + ε13
KSP = 0.056 DEBT + ε14
DA = -0.095 IOS + 0.148 DEBT – 0.123 KP + 0.080KSP + ε15
EARN = -0.033 IOS – 0.409 DEBT – 0.066 KP + 0.209 KSP + ε16
AR = 0.086 DA + 0.539 IOS – 0.543 KP – 0.024 DEBT +
0.299 KSP + 0.177 EARN ε17
Potensi pertumbuhan perusahaan yang diukur dengan proksi set kesempatan investasi (IOS). Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Myers (1977), yaitu merupakan keputusan investasi dalam bentuk kombinasi aktiva yang dimiliki di masa yang akan datang yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Selanjutnya teori ini dikembangkan oleh Chung dan Charoenwong (1991); Smith dan Watts (1992); Skinner (1993); Gaver dan Gaver (1993); Cahan dan Hossain (1995); Collins dan Kothari (1989);, Hartono (1999); Kallapur dan Trombley (1999); Sami, et al. (1999), Gul, A. Ferdinand (1999); Fijrianti (2000); Prasetyo (2000); Adam, et al. (2000 & 2003), Subekti dan Kusuma (1999 dan 2001), AI Najjar dan Belkaoui (2001), Abbott, J. Lawrence (2001), Jones et al. (2001), Subekti dan Kusuma (2001), dan Mira et al. (2002), mereka telah melakukan pengujian terhadap potensi pertumbuhan perusahaan. Namun pada penelitian sebelumnya belum pernah ada
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 13
yang menguji secara statistik bahwa masing-masing indikator memberikan kontribusi terhadap set kesempatan investasi berbasis harga (IOSp) dan set kesempatan investasi berbasis investasi (IOSi). Demikian juga kontibusi set kesempatan investasi berbasis harga (IOSp), set kesempatan investasi berbasis investasi (IOSi) dan set kesempatan investasi berbasis varian (IOSv) terhadap set kesempatan investasi (IOS). Dalam penelitian ini dengan menggunakan confirmatory factor analysis (CFA) telah terbukti bahwa Book to market value of assets (MBVA), Tobin’s Q (TOBIQ), Earnings to price ratios (PER), Ratio of depreciation to firm value (DFV), dan Firm Value to book value of PPE (VPPE) memberikan kontribusi terhadap set kesempatan investasi berbasis harga (IOSp), Ratio of capital expenditure to book value of assets (CEBVA), Rasio capital expenditure to market of assets (CEMVA), dan Invesment to Net Sales Ratio (INS) memberikan kontribusi terhadap set kesempatan investasi berbasis investasi (IOSi). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa set kesempatan investasi berbasis harga (IOSp), set kesempatan investasi berbasis investasi (IOSi) dan set kesempatan investasi berbasis varian (IOSv) memberikan kontribusi terhadap set kesempatan investasi (IOS) yang ditunjukkan dengan nilai semua dimensi diatas nilai kritis.
Hasil temuan sebelumnya menunjukkan bahwa manajemen laba berpengaruh negatif terhadap harga saham (Fudenberg dan Tirole, 1995; Hartono, 1998 dan 2000; Gul et al. 2003; dan Ardiati, 2003), set kesempatan investasi (IOS) berpengaruh positif terhadap harga saham (Smith dan Watts, 1992; Riahi-Belkoui, 2001; dan Gul et al. 2003), utang berpengaruh negatif terhadap harga saham (Gul et al., 2003), kos politis berpengaruh positif terhadap harga saham (Marwata, 1999; Diamond dan Verrecchia, 1991, dalam komalasari, 2000 dan Gul et al. 2003), kekuatan pasar yang dicerminkan oleh konsentrasi pasar berpengaruh positif terhadap harga saham (Nuswantara, 2004). Pengaruh positif variabel set kesempatan investasi (IOS) terhadap manajemen laba telah dilakukan oleh Skinner (1993), Subramanyam (1996), Riahi-Belkoui (2003), Gul (2003) dan Nuswantara (2004), utang berpengaruh positif terhadap manajemen laba (Sweeney, 1994; DeFond dan Jiambalvo, 1994; Watts dan Zimmerman, 1986, 1990, Nuswantara, 2004, kos politis berpengaruh negatif terhadap manajemen laba (Nuswantara, 2004, Riahi Belkoui, 2003, Gul et al. 2003, Rajgopal, 1999, Gu, 2002), kekuatan pasar yang dicerminkan oleh konsentrasi pasar berpengaruh negatif terhadap manajemen K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 14
laba (Nuswantara, 2004). Pengaruh positif variabel set kesempatan investasi (IOS) terhadap laba telah dilakukan oleh (Smith dan Watts, 1992; Gul, et al, 2003), utang berpengaruh negatif terhadap laba (Dhaliwal et al. 1991; Barclay dan Smith, 1995; Gul, et al, 2003) kos politis berpengaruh positif terhadap laba (Reinganu, 1992; Chaney dan Jeter, 1992; dan Warfield et al. 1995), kekuatan pasar yang dicerminkan oleh konsentrasi pasar berpengaruh positif terhadap laba (Nuswantara, 2004)
Dalam penelitian ini disamping menguji kembali variabel penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen laba (DA), kos politis (KP), konsentrasi pasar (KSP) dan laba (EARN) berpengaruh signifikan terhadap harga saham (AR), sementara set kesempatan investasi (IOS) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham (AR). Dari beberapa variabel yang mempengaruhi manajemen laba (DA) hanya utang (DEBT) yang berpengaruh signifikan sedangkan variabel lainnya (set kesempatan investasi (IOS), kos politis (KP), konsentrasi pasar (KSP)) tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Dan untuk variabel yang mempengaruhi Laba (EARN) hanya utang (DEBT) dan Konsentrasi pasar (KSP) yang signifikan sedangkan variabel yang lain yaitu set kesempatan investasi (IOS) dan kos politis (KP) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa berdasarkan analisis SEM dengan jumlah observasi 350 (5 tahun 70 perusahaan) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar Bursa Efek Jakarta (BEJ) menunjukkan sebagai berikut. Pertama, Ada pengaruh negatif antara set kesempatan investasi (IOS) terhadap manajemen laba. Hal ini menunjukkan pertumbuhan perusahaan yang pesat tidak diikuti oleh perilaku manajer untuk semakin melakukan perilaku manajemen laba.
Kedua, manajemen laba berpengaruh positif terhadap harga saham (AR). Bukti ini menggambarkan bahwa manajemen laba direaksi positif oleh investor. Hal ini mengindikasikan bahwa manajemen laba yang dilakukan oleh manajer di indonesia merupakan manajemen laba informatif artinya para investor lebih memiliki kepercayaan dalam pelaporan laba, namun penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa perusahaan yang memiliki set kesempatan investasi (IOS) cenderung untuk melakukan manajemen laba informatif. Hasil ini juga tidak sesuai dengan dugaan bahwa perusahaan yang memiliki set kesempatan investasi (IOS) K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 15
tinggi mengelola laba lebih sebagai alat informasi privat yang memiliki relevansi nilai dari pada menyembunyikan kinerja buruk yang oportunistik.
Ketiga, penelitian ini tidak berhasil mendukung teori manajemen laba Healy (1985) dan DeAngelo (1988) yang menyatakan bahwa para manajer menggunakan akrual secara oportunistik untuk menyembunyikan kinerja yang mengakibatkan reaksi pasar negatif. Dalam penelitian ini meskipun manajer menggunakan akrual secara oportunistik namun tetap direaksi positif oleh pasar oleh karena itu perilaku manajer dikategorikan sebagai manajemen informatif.
Keempat, Penelitian ini juga tidak sesuai dengan hasil penelitian Gul et al. (2003) dan Riahi-Belkoui (2003) yang menyatakan bahwa perusahaan ber-IOS tinggi mengelola laba lebih sebagai alat untuk menyampaikan informasi privat yang memiliki relevansi nilai dari pada menyembunyikan kinerja buruk yang oportunistik. Hasil penelitian ini membuktikan ketika set kesempatan investasi tinggi, manajemen laba informatif relatif lebih lazim daripada manajemen laba oportunistik.
5. Kesimpulan Dan Saran
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana dibahas pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa a) set kesempatan investasi berbasis saham, investasi dan varian memberikan kontibusi terhadap set kesempatan investasi. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Bartholomew (1987) dalam Mahfud (2004) bahwa perlu dilakukan pertimbangan untuk melakukan penyederhanaan data dengan menggabungkan variabel-variabel terukur (observed variable) menjadi variabel gabungan (composite variable), b) Manajemen laba, kos politis, konsentrasi pasar dan laba berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sementara set kesempatan investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, c) utang berpengaruh signifikan manajemen laba sedangkan variabel lainnya (set kesempatan investasi, kos politis, konsentrasi pasar) tidak menunjukkan hasil yang signifikan, d) utang dan Konsentrasi pasar berpengaruh signifikan terhadap Laba sedangkan variabel yang lain yaitu set kesempatan investasi dan kos politis tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, e) Utang tidak berpengaruh signifikan terhadap konsentrasi pasar,
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 16
dan f) Set kesempatan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap utang
5.2. Saran
Sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut disarankan a) Model gabungan set kesempatan investasi ini masih dapat dikembangkan dengan menambah proksi set kesempatan investas lainnya, seperti ratio of R&D expense to total assets (Smith dan Watts, 1992; Gaver dan Gaver, 1993; Kallapur dan Trombley, 1999; dan Hartono, 1999), ratio of R&D expense to sales (Skinner, 1993; dan Kallapur dan Trombley, 1999), Ratio of capital additions to firm value (Smith dan Watts, 1992; Kallapur dan Trombley, 1999; dan Jones dan Sharma, 2001), Rasio capital addition to assets book value (Subekti dan Kusuma, 2001; Skinner, 1993; Kallapur dan Trombley, 1999), Investment to earnings ratio (Hartono, 1999), Ratio of R&D expense to firm value (Skinner, 1993; Kallapur dan Trombley, 1999), b) model yang digunakan dalam penelitian ini juga bisa dikembangkan dengan menggunakan interaksi set kesempatan investasi, utang, kos politis, dan konsentrasi pasar dengan manajemen laba untuk melihat efek moderasi manajemen laba terhadap harga saham.
5.3. Keterbatasan Penelitian
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini jauh dari sempurna karena banyaknya aspek yang belum dimasukkan dalam model penelitian dan banyaknya keterbatasan yang dihadapi dalam melaksanakan penelitian berupa: a) kriteria dalam penelitian ini menggunakan syarat perusahaan yang masuk sebagai responden harus memiliki ekuitas yang positif, akibatnya banyak perusahaan yang di dikeluarkan dari sampel akibat tidak memenuhi persyaratan ini, b) penelitian ini tidak mempertimbangkan resiko pasar sebagai indikator set kesempatan investasi (IOS). Keterbatasan ini dapat mengurangi daya prediksi dalam mengklasifikasikan potensi pertumbuhan perusahaan, c) pemilihan model untuk mengestimasi manajemen laba mengikuti model yang digunakan oleh Jones modified. Jadi tidak dilakukan pengujian terlebih dahulu model mana yang paling tepat dan robust untuk kondisi Indonesia.
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 17
DAFTAR REFERENSI
Adam, T., dan V.K. Goyal. 2003. The Investment Opportunity Set and its Proxy and Variables : Theory and Evidence, Departement Of Finance. Hongkong University of Science & Technology.
Ahmed, A.S., B.K. Bilings., dan M. Stanford-Harris. 2002. The Role of Accounting Conservatiem in Mitigating Bondholder-Shareholder Conflicts over Dividend Policy and in Reducing Debt Cost, The Accounting Review. 77. No. 4. Oktober 2002. p. 867-890
Albreght, W.D., F.M. Richardson. 1990. Income Smoothing By Economy Sector, Journal of Bussiness Finance & Accounting. 17.5. winter
Ali, A. 1994. The Incremental Information Content of Earning, Working Capital From Operation, and Cash Flow, Journal of Accounting Research. 32. No. 1 Spring. p. 61-73
AlNajjar, F.K., dan A. Riahi-Belkaoui. 2001. Empirical Validation of A General Model of Growth Opportunities, Managerial Finance. 27. 3. ABI/INFORM Global
Arbuckle, J.L., dan W. Wonthke. 1999. AMOS 4.0 User’s Guide. Chicago : Smallwaters Corporation.
Ardiati, A.Y. 2003. Pengaruh Manajemen Laba terhadap Return Saham dengan Kualitas Audit sebagai Variabel Pemoderasi, Simposium Nasional Akuntansi VI. Surabaya
Asyik, N.F. 1999. Tambahan Kandungan Informasi Rasio Arus Kas, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. 2. No. 2 Juli 1999. h. 230 -250
Baker, G.P. 1993. Growth, Corporate Policies, and the Invesment Opportunity Set”, Journal of Accounting and Economics .16. p.161-165.
Baker, M. and J. Wurgler. 2002. Market timing and capital structure, Journal of Finance 57. 1-32.
Ball, R., and P. Brown. 1968. An Empirical Evaluation og Accounting Income Numbers, Journal of Accounting Research (autum). p.159-178
Barclay, M.I., C.W. Smith and R. Watts. 1995. The Determinants of Corporate Leverage and Dividend Policies, Journal of Applied Corporate Finance. 7(4) 4 – 19 .
Bartov, E., dan A. G. Ferdinand. 2000. Discretionary-Accruals Model and Audit Qualifications, Working Paper. University of Rochester. Oktober 2000
Booth, G.G., J.H. Kallunki, and T. Martikainen. 1996. Post Announcement Drift and Income Smoothing : Finnish Evidence, Journal of Bussiness Finance & Accounting. 23. 8. October.
Bowen, R.M., D. Burgstahler, dan L.A. Daley. 1987. The Incremental Information Content of Accrual versus Cash Flows, The Accounting Review. 62. (Okt) 1987. No. 4. p. 723
Budiarto, A. dan Murtanto. 2002. Event Study : Telaah Metodologi Dan Penerapannya di Bidang Ekonomi Dan Keuangan. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi. Desember Vol.4 No.3.
Cahan, S.F. 1992. The effect of Antitrust Investigations on Discretionary Accruals: A Refined Test of The Political-Cost Hypothesis, The Accounting Review. 67. No. 1.
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 18
Cahan, S.F., dan M. Hossain. 1996. The Investment Opportunity Set and Disclosure Policy: Some Malaysian Evidence, Asia Pacific Journal of Management. 13. No. 1, p.65-85.
Candrarin, G., dan M.G. Tearney. 2000. The Effect of Reporting of Exchange Rate Losses on The Stock Market Reaction, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. 3. No. 1 Januari 2000.
Carlson, S.J., and C.T. Bathala. 1997. Ownership Differences and Firms’ Income Smoothing Behavior, Journal of Business Finance & Accounting. 24. (March). p.179-196.
Chaney, P.K., and D.C. Jeter. 1992. The Effect of Size on The Magnitude of Long-Window Earnings Response Coefficients, Contemporary .Accounting Research. 8. p. 540-560
Chau, D., dan C.J. Lee. 1999. Earning Shaving, Big Bath and Dress up in Chapter 11 reorganization, Working paper. Tulane University. New Orleans. LA
Chen, L dan X, Zhao. 2005. On the Relation Between the Market-to-Book Ratio, Growth Opportunity, and Leverage Ratio, Department of Finance. Michigan State University
Christie, A. 1989. Equity Risk, The Opportunity Set, Production Cost, and Debt, Working Paper. University of Rochester.
Christie, A.A., and J.L. Zimmerman. 1994. Efficient and Opportunistic Choices of Accounting Procedures: Corporate Control Contests, The Accounting Review. 69.(October).p.539-566
Chung, K.H., dan C. Charoenwong. 1991. Invesment Options, Assets in Place, and the Risk of Stocks, Financial Management – Autumn. p. 21-33.
Copeland, R.M., R.D.Licastro. 1968. A note on Income Smoothing, The Accounting Review. July
Collins, D.W., dan S.P. Kothari. 1989. An Analysis of Intertemporal and Crossectional Determinant of Earning Response Coefficient, Journal of Accounting and Economics. 12. July 1989. p. 35-52
DeAngelo, L. 1988. Managerial Competition, Information Costs, and Corporate Governance: The Use of Accounting Performance Measures in Proxy Contests, Journal of Accounting and Economics. (January).p. 3-36
DeAngelo, H., L. DeAngelo, dan D. Skinner. 1994. Accounting Choice in Troubled Companies, Journal Accounting and Economics.17.p. 3-42
Dechow, P. 1994. Accounting Earnings and Cash Flows as Measures of Firm Performance: The Role of Accounting Accruals, Journal of Accounting and Economics. 17. p. 3-42.
Dechow, P., R. Sloan, and A. Sweeney. 1996. Causes and Consequences of Earnings Manipulations: an Analysis of Firms Subject to Enforcement Actions by SFC, Contemporary Accounting Research. 13. Iss:l (spring). P. 1-36
Dechow, P., R. Sloan, and A. Sweeney. 1995. Detecting Earnings Management, The Accounting Review . 70. (April).p. 193-225.
DeFond, M.L., and J. Jiambalvo. 1994. Debt Covenant Violation and Manipulation of Accruals, Journal of Accounting and Economics. 17. (January). p. l45-176.
Demski, J.S.. 1998. Performance Measure Manipulation, Contemporary Accounting Research. 15. (Fall). p. 261-285.
Dhaliwal, D.S., K.J. Lee, dan N.L. Fargher. 1991. The assosiation between Unexpected Earnings and Abnormal Security Returns in the Presence of Financial Leverage, Contemporary Accounting Research. 8. No. 1. p. 20-41.
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 19
Easton, P.D. and M.E. Zmijewski. 1995. Cross-Sectional Variation in The Stock Market Response to Accounting Earning Announcements, Journal of Accounting and Economics. 11 (July’). p. 117-141.
Eckel, N. 1981. The Income Smoothing Hypothesis Revisited, ABACUS, 17. 1. 1981
Evans, J.H., and S.S. Sridhar. 1996. Multiple Control Systems, Accrual Accounting, and Earnings Management, journal of Accounting Research. 34. (Spring). p. 45-65.
Ferdinand, A. 2002. Structural Equation Modelling dalam Penelitian Manajemen. Aplikasi Model-Model Rumit dalam Penelitian untuk Tesis S-2 dan Disertasi S-3, Semarang. BP Universitas Diponegoro.
Finger, C.A. 1994. The Ability of Earnings to Predict Future Earnings and Cash Flow, Journal of Accounting Research. 32. No. 2.
Fischer, M., dan K. Rosenzweig. 1995. Attitudes of Student and Accounting Practitioners Concerning the Ethical Acceptibility of Earning Management, Journal of Business Ethics. 14. p. 433-444
Fishman, M.J., and K.M. Hagerty. 1989. Disclosure Decisions by Firms and the Competition for Price Efficiency, Journal of Finance. 54. No.3. (July). p. 633-646
Freeman, R.N. 1987. The Association Between Accounting Earnings and Security Returns for Large and Small Firms, Journal of Accounting and Economics. 9. (July). p. 195-228.
Freeman, R.N., dan S.Y. Tse. 1992. A Non Linear Model of Security Price Response to Unexpected Earning, Journal of Accounting Research. 30. No. 2. p. 185
Fudenberg, D., and J.Tirole. 1995. A Theory of Income and Dividend Smoothing Based on Incumbency Rents, Journal of Political Economy. 103. no.l. p. 75-93
Gaver, J.J., and K.M. Gaver. 1993. Additional Evidence on The Association Between The Investment Opportunity Set and Corporate Financing, Dividend and Compensation Policies, Journal of Accounting and Economics. 16. p. 125-160.
Greer, D.E. 1992. Industrial Organization and Public Policy, 3rd Edition, USA. McMillan Publishing Company.
Gu, Z. C.W.J. Lee., dan J.G. Rosett. 2002. Information Environment and Accrual Volatility, JEL. Classification M41;C21
Guay, W.R., S.P. Kothari, and R.L. Watts. 1996. A Market-Based Evaluation of Discretionary Accrual Models, Journal of Accounting Research. 34 (Supplement).p. 83-105.
Gujarati, D.N. 1997. Ekonometrika Dasar, Mc. Graw Hill. Inc. Massachussetts.
Gul, F.A., S. Leung, dan B. Srinidhi. 2003. Informative and Opportunistic Earnings Management and the value relevance of earnings : Some Evidence on The Role of IOS, Working Paper. City University of Hong Kong. Departement of Accountancy.
Gul, F.A. 1999. Capital Structure and Dividend Policies in Japan, Journal of Corporate Finance. 5. (Spring).p. 141-168
Gul, F.A., S. Lynn, and J. Tsui. 2001. Audit Quality. Management Ownership And The Informativeness Of Accounting Earnings, Journal of Accounting. Auditing and Finance. forthcoming.
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 20
Gunawan. 1999. Analisis Kandungan Informasi Laporan Arus Kas, Simposium Nasional Akuntansi III. Jakarta
Hair, Joseph F., R.E. Anderson, R.L. Tatham, dan W.C. Black. 1995. Multivariate Data Analysis; With Reading, fourth edition. Mc Millan Publishing Company.
Hang, J., dan W.S. Wang. 1998. Political Costs and Earnings Management Oil Companies during the 1990 Persian Gulf Crisis, Accounting Review. January. p. 103-118
Harries, H., dan H. Manao. 1999. Asosiasi Laba Tahunan Emiten dengan Harga Saham ditinjau dari Ukuran dan Debt-Equity Ratio Perusahaan, Simposium Nasional Akuntansi III. Jakarta
Hartono, J. 1998. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Yogyakarta: BPFE.
Hartono, J. 2000. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 2. Yogyakarta: BPFE.
Healy, P. 1985. The Impact of Bonus Schemes on The Selection of Accounting Principles, Journal of Accounting and Economics. 7. p . 85-107.
Healy, P.M., and J.M. Wahlen. 1998. .A Review of The Earnings Management Literature and Its Implications for Standard Setting, Accounting Horizons. 13(4). p. 365-383.
Healy, P.M., and K.G. Palepu. 1993. The Effect Of Firms’ Financial Disclosure Policies on Stock Prices, Accounting Horizons. 7. p. 1-11.
Hendriksen, E., and M.V. Breda. 1992. Accounting Theory, 5Th edition. Homewood. : Irwin.
Hunt, A., SE. Moyer. dan T. Shevlin. 1996. Managing Interacting Accounting Measures to Meet Multiple Objectives : A Study of LIFO Firms, Journal of Accounting and Economics. 21. Juni . p. 39-374
Jaggi, B., and F.A. Gul. 1999. An Analysis Joint Effects of Invesment Opportunity Set, Free Cash Flows and Size on Corporate Debt Policy. Review of Quantitative Finance and Accounting; Jun 1999; 12, 4; ABI/INFORM Global
Jogiyanto. 2003. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, BPFE Yogyakarta
Jones, Jennifer J.. 1991. Earnings Management During Import Relief Investigation, Journal of Accounting Research. 29. p. 193-228
Jones, S., dan R. Sharma. 2001. The Association Between The Investment Opportunity Set and Corporate Financing and Dividen Decision : Some Austalian Evidence, Managerial Finance. 27. 3; ABI/INFORM Global.p. 48
Kallapur, S., dan M.A. Trombley. 1999. The Association Between Invesment Opportunity Set Proxies and Realized Growth, Journal of Business & Accounting. 26. April/May. p. 505-519.
Kallapur, S., dan M.A. Trombley. 2001. The Investment Opportunity Set: Determinants, Consequences and Measurement, Managerial Finance. 27. 3; p. 3
Key, K. G. 1997. Political Cost Incentives For Earnings Management in The Cable Television Industry. Journal of Accounting and Economics. Vol. 23, No.3: 375-400.
Kothari, S.P., dan R.G. Sloan. 2001. Information In Prices About Future Earnings : Impliations For Earnings Response Coefficients, Journal Accounting and Economics. North-Holland. 15. p. 143-171.
Komalasari, P.P. 2000. Asimetri dan Cost of equity Capital, Teis S2, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 21
Kusuma, I.W. 1998. Comparing the Effect of Income Smoothing Practices on the Earning-Prices Ratios of Japanese and U.S Firms, Disertation. Kent State University. August
Mahfud, N. 2004. Interdependensi Antara Kebijakan Perusahaan. Struktur Pasar Dan Profitabilitas Dengan Potensi Pertumbuhan Perusahaan Go Publik Di Indonesia, Disertasi. Universitas Brawijaya Malang
Marwata, 2000, Hubungan antara karakteristik Perusahaan dan kualitas ungkapan sukarela dalam laporan tahunan perusahaan di Indonesia, Tteis S2, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
McNichols, M., and G.P. Wilson. 1988. Evidence of Earnings Management From The Provision for Bad Debts, Journal of Accounting Research. 26 (Supplement). p. 1-31.
Midiastuty, P. P. dan M. Mas’ud 2003. Analisis Hubungan Mekanisme Corporate Governance dan Indikasi Manajemen Laba. ”Seminar Nasional Akuntansi VI. Surabaya: 176-199.
Mira, T., C.M. Yap, dan Y.K. Ho. 2002. The Impact of Firm Size. Concentration and Financial Leverage on The Effectiveness of R&D Invesment in Generating Growth Opportunities for Firm, Working paper. Faculty of Business administration. Singapore
Moses, O.D. 1987. Income Smoothing and Incentive : Empirical Test Using Accounting Changes, The Accounting Review. April.
Myers, S. 1977. Determinants of Corporate Borrowing, Journal of Financial Economics. 5. p. 147-175.
Naim, A. dan J. Hartono. 1996. The Effect Antitrust Investigations on the Management of Earning : A Further Empirical Test Of Political Cost Hypothesis, Kelola. 13. p. 126-141
Nunally, J.C., and I.H. Bernstein. 1994. Psychometric Theory, (3 rd edition ), New York : McGraw-Hill.
Nuswantara, D.A. 2004. The Effect of Market Share and Leverage Interaction Toward Earnings Management Practices, Simposium Nasional Akuntansi VII . Bali. h. 170 – 185
Pakaryaningsih, E. 2004. Tax Position. Investment Opportunity Set (IOS). and Signaling Effect as A Determinant of Leverage and Dividend Policy Simultanity : An Empirical Study on Jakarta Stock Exchange, Simposium Nasional Akuntansi VII. Bali
Parawiyati, dan Z. Baridwan. 1998. Kemampuan Laba dan Arus Kas dalam Memprediksi Laba dan Arus Kas Perusahaan Go Publik di Indonesia, Jurnal Riset Akuntan Indonesia. 1. No. 1.
Penman. S.H., dan X.J. Zhang. 2002. Accounting Conservatism the Quality of Earnings and Stock Returns, Accounting Review. 77. No.2: p. 237-264.
Rajgopal, S., M. Venkatachalam, dan J.Jiambalvo. 1999. Is Institutional Ownership Associated with Earning Management and the extent to which Stock Prices Reflect Future Earning?, Working Paper. Departement of Accounting University of Washington Seattle
Riahi-Belkaoui, A. 2003. Anticipatory income smoothing and the investment opportunity set: An empirical Test of The Fudenderg and Tirole (1995) Model, Review of Accounting & Finance. 2. 2; ABI/INFORM Global
Robert, l.E., dan D.A. Frisbie. 1991. Essential of Educational Measuremen, Englewood Cliffs. Prentice – Hall. Inc. p. 89
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 22
Rones, J., and S. Sadan. 1975. Classficatory Smoothing : Alternative Income Models, Journal of Accounting Research. Spring.
Sami, H., S.M.S. Ho, dan C.K.K. Lam. 1999. “Association between the Invesment Opportunity Set and Corporation Financing. Dividend. Leasing. and Compensation Policies: Some Evidence from an Emerging Market, kertas kerja dipresentasikan pada Program MSi-Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada tanggal 2 Agustus 1999.
Saputro, J.A., dan L. Setiawati. 2004. Kesempatan bertumbuh dan manajemen laba : Uji Hipotesis Political Cost, Simposium Nasional Akuntansi VI. Bali.
Scherer, F dan R, David. 1990.Industrial Market Structure and Economic Performance, 3rd Edition. Boston. Houghton-Mifflin Company.
Schipper. K. 1989. Commentary on Earnings Management, Accounting Horizons. .3. No. 4. p. 91-102.
Scott, W.R. 1997. Financial Accounting Theory, Prentice Hall. Inc.
Skinner, D.J. 1993. The investment opportunity set and accounting procedure choice: Preliminary evidence, Journal of Accounting and Economics. 16 (October). p. 407-455.
Smith, Jr., W. Clifford, dan R.L. Watts. 1992. The Invesment Opportunity Set and Corporate Financing, Dividend, and Compensation Policies. Journal of Financial Economics. 32. p. 263-292.
Stein, J. 1998. Effect Capital Markets and Inefficient Firms, A Model of Myopic Corporate Behaviour, Quarterly, Journal of Economics. 104. p. 655-669
Subekti, I., dan I.W. Kusuma. 1999. Asosiasi antara set kesempatan investasi Dengan Kebijakan Pendanaan Dan Dividen Perusahaan serta implikasinya pada perubahan harga saham, Simposium Nasional Akuntansi III. h. 820-845
Subekti, I. 2001. Bukti Tambahan atas Asosiasi antara The Investment Opportunity Set dengan Kebijakan Pendanaan dan Dividen Perusahaan pada Pasar Sedang Berkembang, TEMA. II. Nomor 1. Maret 2001
Subramanyam, K.R.. 1996. The pricing of discretionary accruals, Journal of Accounting and Economics. 22. (August-December). 249-282.
Sugiri, S. 1998. Earning Management : Teori, Model, dan Bukti Empiris, Telaah. h. 1-15.
Sutrisno. 2001. Studi Analitikal Pengaruh Bentuk Manajemen Laba (Earning Managemen terhadap Hubungan antara Return-Laba, Jurnal Lintasan Ekonomi. 17. No. 2. Juli 2001.
Sweeney, A. 1994. Debt Covenant Violations and Managers’ Responses, Journal of Accounting and Economics. 17 (May). p. 281-308.
Veronica, S. dan Bachtiar, Y. 2003. Hubungan manajemen laba dengan tingkat pengungkapan laporan keuangan, Simposium Nasional Akuntansi VI. Surabaya
Verrechia, R.E., 1986. Managerial Discretion in The Choice Among Financial Reporting Alternatives, Journal of Accounting and Economics 8 (October). p. 175-195
Warfield, T.D., L.J. Wild ,and K.L. Wild. 1995. Managerial Ownership, Accounting Choices, and Informativeness of Earnings, Journal of Accounting and Economics. 20 (July). p. 61-92.
Watts. R.L. and J.L. Zimmerman. 1978. Towards A Positive Theory of The Determination of Accounting Standards, The Accounting Review. 53 (January). p. 112-134.
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 23
Watts. R.L., and J.L. Zimmerman. 1986. Positive accounting theory, Prentice-Hall. Englewood Cliffs.
Widayat, dan Amirullah. 2002. Riset Bisnis, Edisi Pertama. Graha Ilmu – Yogyakarta.
Wild, J.J. and S.S. Kwon. 1994. Earnings Expectations, Firm Size. And The Informativeness Of Stock Prices, Journal of Business Finance & Accounting. 21. (October). p. 975-996.
Worthy, F.S. 1984. Manipulating Profits, How It Done, Fortune. June 25. p. 50-54
Zimmer, I.. 1986. Accounting for Interest by Real Estate Developers, Journal of Accounting and Economics. 8 (1). p. 37-51.
Zimmerman, J.L. 1983. Taxes and Firm Size, Journal of Accounting and Economics. 5 (August). p. 119-149.
Lampiran
Tabel 1 Proses Pemilihan Sampel
Keterangan
Jumlah perusahaan
Perusahaan manufaktur yang go publik sampai dengan 31 Desember 1997
147
Perusahaan manufaktur yang tidak go publik berturut-turut selama 5 tahun (tahun 1997 s.d 2002)
17
Perusahaan yang memiliki ekuitas negatif
42
Laporan Keuangan Tidak Lengkap
18
Perusahaan publik yang masuk dalam pemilihan sampel
70
Sumber : Data sekunder diolah (Lampiran )
Tabel 2 Pengukuran variabel dan peneliti yang pernah menggunakannya
No
Proksi IOS
Pengukuran
Peneliti
1
Market to book value of equity (MBVE)
MBVE = [Jumlah saham beredar x harga penutupan saham] : Total Ekuitas]
Chung dan Charoenwong (1991), Smith dan Watts (1992), Skinner (1993), Gaver dan Gaver (1993), Cahan dan Hossain (1995), Kallapur dan Trombley (1999), Sami, Heibatollah, S.M. Simon Ho, dan C.K. Kevin Lam (1999), Gul, A. Ferdinand (1999), Adam, Tim & Vidhan, K. Goyal (2000 & 2003), Subekti dan kusuma (1999), Subekti (2001), AI Najjar dan Belkaoui (2001), Abbott, J. Lawrence (2001), Jones, Stewart & Rohit Sarma (2001), Mira, Chee, dan Yew (2002), Collins dan Kothari (1989), Hartono (1999), Fijrianti (2000), dan Prasetyo (2000)
2
Book to market value of assets (MBVA)
MBVA = [Total Aktiva – Total Ekuitas + Jumlah Saham Beredar x Harga Penutupan Saham] dibagi Total Aktiva
Chung dan Charoenwong (1991), Smith dan Watts, (1992), Skinner (1993), Gaver dan Gaver (1993), Cahan dan Hossain (1995), Kallapur dan Trombley (1999), Sami, Heibatollah, S.M. Simon Ho, dan C.K. Kevin Lam (1999), Gul, A. Ferdinand (1999), Adam, Tim & Vidhan, K. Goyal (2000 & 2003), Abbott, J. Lawrence (2001), Jones, Stewart & Rohit Sarma (2001), Subekti dan kusuma (1999), Subekti(2001), AINajjar dan Belkaoui (2001), Mira, Chee, dan Yew (2002), Fijrianti (2000),
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 24
dan Mahfud (2004)
3
Tobin’s Q (TOBIQ)
Tobin’s Q = {[Jumlah saham beredar x harga penutupan saham] + Total utang + sediaan] – Jumlah aktiva lancar} dibagi total aktiva.
Skinner (1993), Chung, dan Charoenwong (1998), Kallapur dan Trombley (1999), dan Mahfud (2004)
4
Earnings to price ratios (PER)
PER = [Harga penutupan saham per lembar] : Laba bersih per saham (EPS)]
Chung dan Charoenwong (1991), Smith dan Watts (1992), Skinner (1993), Gaver dan Gaver (1993), Cahan dan Hossain (1995), Kallapur dan Trombley (1999), Sami, Heibatollah, S.M. Simon Ho, dan C.K. Kevin Lam (1999), Gul, A. Ferdinand (1999), Adam, Tim & Vidhan, K. Goyal (2000 & 2003), Jones, Stewart & Rohit Sarma (2001), Subekti dan Kusuma (1999), Subekti (2001), AINajjar dan Belkaoui (2001), Prasetyo (2000), Hartono (1999), Fijrianti (2000), dan Mahfud (2004)
Lanjutan tabel 2
5
Ratio of property, plant, and equipment to firm value of the assets (PPEFVA)
[Total Asset-Total Ekuitas+ Lembar saham beredar*Harga Penutupan saham] dibagi dengan aktiva tetap bersih.
Skinner (1993), Kallapur dan Trombley (1999), Sami, Heibatollah, S.M. Simon Ho, dan C.K. Kevin Lam (1999), Adam, Tim & Vidhan, K. Goyal (2003), Jones, Stewart & Rohit Sarma (2001), dan Mahfud (2004)
6
Ratio of depreciation to firm value (DFV)
DFV = Total Aset – Total Ekuitas + [Lembar Saham Beredar x Harga Penutupan Saham] dibagi Biaya Depresiasi.
Smith dan Watts, (1992), Kallapur dan Trombley (1999), Sami, Heibatollah, S.M. Simon Ho, dan C.K. Kevin Lam (1999), Jones, Stewart & Rohit Sarma (2001), dan Mahfud (2004)
7
Ratio of capital expenditure to book value of assets (CEBVA)
CEBVA = [Nilai Buku Aktiva Tetap t - Nilai Buku Aktiva Tetap t-1] : [Total Aktiva]
Jones dan Sharma (2001), dan Fijrianti (2000)
8
Rasio capital expenditure to market of assets (CEMVA)
CEMVA = (Nilai buku aktiva tetapt – Nilai buku Aktiva Tetapt-1): [ Total Asset – Total Ekuitas + (Lembar Saham Beredar * Harga Penutupan Saham) ]
Jones dan Sharma (2001), Fijrianti (2000), Prasetyo (2000), Subekti dan Kusuma (1999), dan Subekti (2001)
9
Rasio Investment to Net Sales (INS)
INS = Investasi / Net Sales
Kallapur dan Trombley (1999), dan Hartono (1999)
10
Risiko sistimatis (RS)
Beta koreksi Beta Fowler & Rorke (1983)
Hartono (1998), Prasetyo (2000)
11
Ukuran Perusahaan (SIZE)
logaritma nilai total aktiva perusahaan perusahaan
Mira, Chee dan Yew (2002), Gul et al. (2003)
12
Konsentrasi pasar (KSP)
KSP = (Penjualan perusahaan / Penjualan industri) x 100%
Mira, Chee dan Yew (2002), Nuswantara (2004)
13
Utang (DEBT)
Utang = (Jumlah Total utang perusahaan i pada periode t) : (Total aktiva yang dimiliki perusahaan i pada periode t)
Suciwati dan Mas’ud (2001), Mira, Chee dan Yew (2002), Gul et al. (2003), Nuswantara (2004), Pakaryaningsih (2004)
14
Laba
laba bersih tahunan sebelum extraordinary items
Bowen, et al. (1987), Ali (1994), Finger (1994), Parawiyati dan Baridwan (1998)
15
Discretionary Accruals (DA)
Jones (1991) yang dimodifikasi
Healy (1985), DeAngelo (1986), Jones, (1991); Dechow et al, (1995), Cahan (1992), Healy dan Wahlen (1998), Bartov, 2000, AINajjar dan
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 25
BeIkaoui (2001), Gul et al. (2003), Nuswantara (2004),
16
Abnormal Return
market adjusted model
ARi,t = Ri,t – E(Ri,t)
Σ===nttitARCAR1
Gul et al. (2003) Ali (1994), Asyik (1999), Harries (1999), Gunawan (1999) dan Jogiyanto (2003)
Tabel 3. Evaluasi Kriteria Goodness of Fit Indices Variabel Set Kesempatan Investasi
Goodness of fit index
Cut-off Value
Hasil Model *)
Keterangan
χ2 – Chi-square
Diharapkan kecil
13.752
Baik
Sign.Probability
≥ 0.05
0.999
Baik
CMIN/DF
≤ 2.00
0.404
Baik
GFI
≥ 0.90
0.992
Baik
AGFI
≥ 0.90
0.987
Baik
TLI
≥ 0.95
1.010
Baik
CFI
≥ 0.95
1.000
Baik
RMSEA
≤ 0.08
0.000
Baik
Sumber: *) Lampiran 5
Tabel 4 Pengukuran Variabel Set Kesempatan Investasi
Variabel indikator konstruk
Loading Faktor
CR
T Tabel (α=5%)
Prob
Keterangan
IOSp IOS ←
-0.150
-3.461
1.98
0.000
Signifikan
IOSi ← IOS
0.035
Fix
1.98
Signifikan
IOSv IOS ←
0.518
Fix
1.98
Signifikan
Tabel 5. Evaluasi Kriteria Goodness of Fit Indices Overall Model Tahap Akhir
Goodness of fit index
Cut-off Value
Hasil Model *)
Keterangan
χ2 – Chi-square
Diharapkan kecil
54.139*
Baik
Sign.Probability
≥ 0.04
0.952*
Baik
CMIN/DF
≤ 2.00
0.742*
Baik
GFI
≥ 0.90
0.982*
Baik
AGFI
≥ 0.90
0.966*
Baik
TLI
≥ 0.94
1.009*
Baik
CFI
≥ 0.94
1.000*
Baik
RMSEA
≤ 0.08
0.000*
Baik
K-AKPM 11
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Padang, 23-26 Agustus 2006 26
Tabel 7. Uji Model Pengaruh Kausal Set Kesempatan Investasi (IOS), Utang (DEBT), Kos Politis (KP), dan Konsentrasi Pasar (KSP) terhadap Manajemen Laba (DA) dan Nilai Laba (EARN) serta pengaruhnya terhadap harga saham (AR)
Efek
H
Variabel indikator konstruk
Loading Faktor
Direct
Indirect
Total
CR
Prob
Keterangan
H2
AR
<–
DA
0.086
0.086
0.000
0.086
1.648***
0.099
Signifikan
H3
AR
<–
IOS
0.539
0.539
-0.035
0.504
Fix
Signifikan
H4
AR
<–
DEBT
-0.024
-0.024
-0.041
-0.064
-0.313
0.754
Tidak Signifikan
H5
AR
<–
KP
-0.543
-0.543
-0.022
-0.565
-4.954*
0.000
Signifikan
H6
AR
<–
KSP
0.299
0.299
0.044
0.343
2.929*
0.003
Signifikan
H7
AR
<–
EARN
0.177
0.177
0.000
0.177
3.078*
0.002
Signifikan
H8
DA
<–
IOS
-0.095
-0.095
0.050
-0.045
-1.007
0.314
Tidak Signifikan
H9
DA
<–
DEBT
0.148
0.148
0.004
0.152
2.616*
0.009
Signifikan
H10
DA
<–
KP
-0.123
-0.123
0.000
-0.123
-1.076
0.282
Tidak Signifikan
H11
DA
<–
KSP
0.080
0.080
0.000
0.080
0.870
0.384
Tidak Signifikan
H12
KSP
<–
DEBT
0.056
0.056
0.000
0.056
1.110
0.267
Tidak Signifikan
H13
EARN
<–
IOS
-0.033
-0.033
-0.131
-0.164
-0.351
0.726
Tidak Signifikan
H14
EARN
<–
DEBT
-0.409
-0.409
0.012
-0.397
-7.984*
0.000
Signifikan
H15
EARN
<–
KP
-0.066
-0.066
0.000
-0.066
-0.592
0.554
Tidak Signifikan
H16
EARN
<–
KSP
0.209
0.209
0.000
0.209
2.318**
0.020
Signifikan
H17
DEBT
<–
IOS
0.330
0.330
0.000
0.330
3.288*
0.001
Signifikan
*Signifikan Pada Level 1 %, Nilai t table level 1% = 2.57
** Signifikan pada level 5%, Nilai t table level 5% = 1.98
*** Signifikan pada level 10%, Nilai t table level 10% = 1.64
Gambar 1. Analisis Structural Equation Modelling Model Pengukuran Diagram Jalur Model Konseptual Pengaruh kausal Set Kesempatan Investasi, Utang, Kos politis, dan Konsentrasi pasar terhadap manajemen laba dan Laba dan pengaruhnya terhadap harga saham
IOSIOSpIOSiMVABVAe21TOBIQe31PERe41DFVe51VPPEe611CEBVAe71CEMVAe81INSe91IOSve101MVEBVAe11e11e1211DEBTKP
EARNe131H13H14H16H151DAARe17e151H9H8H10H11H3H4H5H6H2H7H17H121
K-AKPM 11

ANALISIS PENGARUH LUAS PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ TERHADAP REAKSI INVESTOR

July 26, 2010 Leave a comment

SKRIPSI
Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai
Derajat Gelar Sarjana Ekonomi
SKRIPSI
Oleh :
Nama : Min Rohmatillah
NIM : 01620298
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
AGUSTUS 2005
ANALISIS PENGARUH LUAS PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN
PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ TERHADAP REAKSI
INVESTOR
SKRIPSI
Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai
Derajat Gelar Sarjana Ekonomi
Oleh :
Nama : Min Rohmatillah
NIM : 01620298
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
AGUSTUS 2005

i
KATA PENGANTAR
Segala Puji syukur kehadirat Allah SWT karena hanya dengan Rahmad,
Petunjuk dan Ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul
“ANALISIS PENGARUH LUAS PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN
PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ TERHADAP REAKSI
INVESTOR”.
Penyusunan skripsi ini dengan maksud untuk memenuhi sebagian
persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dan juga sebagai penerapan
teori-teori yang telah didapatkan penulis selama duduk di bangku kuliah.
Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan dan bimbingan
baik berupa dukungan, kritik dan saran serta tak lupa kasih sayang, perhatian dan juga
do’a untuk penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, terutama kapada :
1. Bapak dan Ema’ tercinta, cacak serta adikku yang tiada henti-hentinya
mendo’akan, memberi kasih sayang dan bimbingan disetiap langkahku.
2. Bapak Drs. H. Bambang Widagdo, MM. selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Malang.
3. Bapak Drs. Waluyo Jati, MM. selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas
Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang.
4. Bapak Drs. Setu Setyawan, MM. selaku Ketua Laboratorium Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang.
ii
5. Para Staff Laboratorium Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas
Muhammadiyah Malang (Pak Ipoel yang selalu humoris, Pak Ulum yang
selalu cekatan, dan Pak Djoko).
6. Ibu Dra. Endang Dwi Wahyuni, MM.Ak. dan Ibu Dra. Hj. Siti Zubaidah,
MM. Ak. Selaku dosen pembimbing, yang dengan penuh kesabaran telah
bersedia meluangkan waktu, pikiran dan tenaga dalam memberikan kritik,
saran yang membangun untuk penulis dalam menyelesaikan skripsi ini (maaf
ibu bila selama ini sering bandel dan menyusahkan).
7. Ibu Dra. Eny Suprapti, MM.Ak. yang senantiasa memberikan nasihat dan
masukan dalam segala hal (terima kasih Ibu untuk meyakinkan saya ikut
ujian).
8. Ibu Masiyah Kholmi, MM. Ak. selaku dosen wali angkatan 2001 kelas F.
9. Ibu Nasiyah Hasanah, SE yang telah memberi tahu makna kebahagiaan dalam
memberi.
10. Bapak Adi Prasetyo, SE. Msi. yang tidak bosan-bosannya memberikan
motivasi dan do’a.
11. Ibu Sri Nastiti, yang selalu meluangkan waktu untuk berdiskusi masalah
statistik.
12. Pak Andi (pegawai pojok BEJ Brawijaya) yang telah sudi mengorbankan
waktu liburnya untuk mengantarkan data tepat waktu.
13. Pak Venus dan Mas Amin (PIPM) yang senantiasa meluangkan waktu untuk
berdiskusi mengenai pasar modal.
iii
14. Bapak/Ibu dosen pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah
Malang.
15. Teman-teman angkatan 2001 kelas F.
16. Teman-teman di Laboratorium Akuntansi.
17. Teman-teman di Kost Jl. Tlogomas 81.
18. Sahabat-sahabat baikku yang telah banyak memberi arti dalam hidup ini.
Juga bagi kawan-kawan yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu
mohon maaf yang sebesar-besarnya. Karena tidak akan cukup lembaran ini untuk
melukiskan isi hati dan terima kasih penulis terhadap sumbangsih kalian. Penulis
berdo’a semoga segala amal Shaleh dan ibadah ikhlas kalian semua diterima Allah
SWT.
Akhir kata penulis berharap semoga hasil pemikiran yang tertuang dalam
skripsi ini dapat bermanfaat sebagaimana yang dharapkan.
Malang, 17 Agustus 2005
Min Rohmatillah
iv
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………. i
DAFTAR ISI ………………..……………………………………….……………. iv
DAFTAR TABEL …………. ……………………………………………………… vii
DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………..….…. viii
ABSTRAKSI …..…………………………………………………………..…….. ix
ABSTRACTION ………….……………………………………………….….… x
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang …………..……………..………………………………. 1
B. Perumusan Masalah ………….………………..…………….…………… 4
C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian………………………………………..… 4
1. Tujuan Penelitian …………………………………..…………… 4
2. Manfaat Penelitian …………………………………………………5
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori ………………………………………..…..…..……… 6
1. Pengungkapan (Disclosure) Dalam Laporan Tahunan …..…… 6
a. Definisi pengungkapan …………………………..…………… 6
b. Tujuan pengungkapan ………………………………..……..…7
c. Informasi yang harus diungkapkan ……………………..…. 8
v
d. Pengungkapan wajib (Mandator disclosure) dan pengungkapan
sukarela (Voluntary disclosure) …………………………….… 12
2. Perhitungan Indeks Pengungkapan …………………………….… 14
3. Hubungan Antara Pengungkapan Dengan Reaksi Investor ….…… 16
4. Hubungan Antara Pengungkapan Dengan Efisiensi Pasar..………… 17
5. Reaksi Investor ……………………….……………………… 19
B. Review Penelitian Terdahulu ….…………………………………… 22
C. Hipotesis …………………….………………………………………… 24
III. METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian …………………………………….…….…..……… 25
B. Variabel Penelitian Dan Pengkurannya ……………………….……… 25
C. Populasi Dan Sampel ………………………………….…..….…… 28
D. Data Dan Sumber Data ……………………………………….……… 29
E. Teknik Pengumpulan Data ……………………….…….…..…… 30
F. Teknik Analisis Data …………………………………………….… 31
IV. HASIL PENELITIAN
A. Indeks Pengungkapan (Disclosure) Dalam Laporan Tahunan…………. 33
B. Indeks Unexpected Trading Volume ……………………………… 36
C. Uji Hipotesis ………………………………….…………………… 38
1. Uji Normalita Data ……………………………….……………… 38
vi
2. Uji Regresi ………………………………………………..….…..39
3. Interpretasi Hasil Pengujian …………………………………….… 39
V. PENUTUP
A. Kesimpulan ………………………………………………………. 43
B. Implikasi hasil penelitian ………………………………………………. 44
C. Keterbatasan Penelitian ……………………………………….……… 45
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………..…..
LAMPIRAN …………………………………………………………………………
vii
DAFTAR TABEL
Halaman
TABEL 1 Indeks Pengungkapan Laporan Keuangan Tahun 2003 ……….……… 35
TABEL 2 Indeks Unexpected trading Volume Tahun 2004 ……. …………….… 37
TABEL 3 Grafik Normal Probability Plot ………………………….…………… 39
TABEL 4 Nilai R, R Square, SEE untuk pengujian Hipotesis ….…………… 39
TABEL 5 Konstanta, Koefisien Regresi, T Test dan Signifikansi untuk Pengujian
Hipotesis ……………………….……………………………… 39
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
LAMPIRAN 1 Daftar Pengungkapan Dalam Laporan Keuangan …………
LAMPIRAN 2 Indeks Pengungkapan …………………………………………
LAMPIRAN 3 Daftar Perusahaan Sampel beserta Tanggal Publikasi Laporan
Keuangan Tahunan …………………………………………
LAMPIRAN 4 Perhitungan Unexpected Trading Volume Selama 5 Hari
Sebelum Dan Sesudah Tanggal Publikasi ………….………
LAMPIRAN 5 Indeks Unexpected Trading Volume ……………….…………
LAMPIRAN 6 Hasil Regressi dan Normal Probability Plot ….………..………
Daftar Pustaka
Aviliani dan Hidayat, Usman. Penafsiran Informasi Publik di Pasar Modal.
Kompas, 4 April 2005. Hal. 27
Belkoui, Ahmed. 1987. Teori Akuntansi. Jilid Satu. Edisi Kedua. Terjemahan
Herman Wibowo dan Marianus Sinaga. Jakarta: Erlangga.
Belkoui, Ahmed Riahi. 2000. Teori Akuntansi. Buku Satu. Edisi Pertama.
Terjemahan Marwata dkk. Jakarta: Salemba Empat.
Chariri, A. dan Ghozali I. 2003. Teori Akuntansi. Edisi Revisi. Semarang: Badan
Penerbit Universitas Diponegoro.
Fitriany. 2001. Signifikansi Perbedaan Tingkat Kelengkapan Pengungkapan Wajib
Dan Sukarela Pada Laporan Keuangan Perusahaan Publik Yang Terdaftar Di
Bursa Efek Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi IV. Hal.133-154.
Gunawan, Y. 2000. Analisis Pengungkapan Informasi Laporan Tahunan Pada
Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. Simposium Nasional
Akuntansi III. Hal. 78-98
Indriantoro, N. dan Supomo, B. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk
Akuntansi Dan Manajemen. Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.
Jogiyanto. 2000. Teori Portofolio Dan Analisis Investasi. Edisi Dua. Yogyakarta:
BPFE.
Juniarti dan Yunita F. 2003. Pengaruh Tingkat Disclosure Terhadap Biaya Ekuitas.
Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol.5. No.2. Hal.150-168 (Online) Http:
//puslit.petra.ac.id/journal/accounting/ (diakses 30 April 2005).
Kieso, D.E. dan Weygandt, J.J. 1995. Akuntansi Intermediate. Buku Tiga. Edisi
Ketujuh. Jakarta: Binarupa Aksara.
Kieso, D.E. et. al. 2002. Akuntansi Intermediate. Buku Satu. Edisi kesepuluh.
Jakarta: Salemba Empat.
Mardiyah, A. A. 2001. Pengaruh Informasi Asimetri dan Disclosure Terhadap Cost
of Capital. Simposium Nasional Akuntansi VI. Hal. 787-820.
Surat Edaran Ketua Bapepam. 2002. Pedoman Penyajian dan Pengungkapan
Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Manufaktur.
Badan Pengawas Pasar Modal. (Online) Http: //bapepam.go.id/ (diakses 30
April 2005).
Santoso, Singgih. 2000. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik. Jakarta: PT. Elex
Media Komputindo Kelompok Gramedia.
Sidarta, A. dan Juniarti. 2003. Pengaruh Kualitas Disclosure Terhadap Biaya
Hutang. Simposium Nasional Akuntansi VI. Hal. 1287-1298.
Satya, Yuri Chandra D. 2004. Pengaruh Publikasi Laporan Keuangan Arus Kas
Terhadap Volume Perdagangan Saham (Studi pada Bursa Efek Jakarta).
Skripsi Universitas Brawijaya Malang.
Warsono. 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Edisi Pertama.
Malang: UM Press.
Wahyuni, Endang D. 2005. Hubungan Pengungkapan Laporan Keuangan, Asimetri
Informasi Dan Cost of Capital. Lembaga Penelitian Universitas Muhammaiyah
Malang.
Zuhroh, D. dan Sukmawati, I Putu Pande Heri. 2003. Analisis Pengaruh Luas
Pengungkapan Sosial Dalam Laporan Tahunan Perusahaan Terhadap Reaksi
Investor (Studi Kasus pada Perusahaan-Perusahaan High Profile di BEJ).
Simposium Nasional Akuntansi VI. Hal. 1314-1334.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.