Archive

Posts Tagged ‘ekonomi’

Nurul Huda: Sudah Saatnya Ekonomi Islam Menjadi Solusi

December 17, 2009 Leave a comment

Senin, 30 Maret 2009
Berkali-kali krisis ekonomi telah melanda perekonomian dunia. Penyebabnya pun bermacam-macam. Dari mulai
krisis minyak dunia hingga yang paling sering adalah krisis keuangan. Semantara sistem ekonomi yang ada tidak
mampu menahan laju krisis tesebut. Sistem ekonomi dunia yang menggunakan sistem ekonomi kapitalis tidak mampu
lagi mengatasi permasalahan-permasalahan ekonomi yang muncul. Sehingga perlu kiranya ada sistem baru yang dapat
dikembangkan dan manjadi solusi perekonomian dunia keluar dari permasalahan-permasalahan yang akan muncul
kemudian. Untuk menjawab hal tersebut kantor berita ekonomi syariah, Bahrul Muhtasib, melakukan wawancara
dengan Nurul Huda, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Yarsi, berikut petikannya:
Krisis keuangan global sudah sedimikian rupa merambah sistem perekonomian dunia. Bagaimana Anda melihat
perkembangan ekonomi di Indonesia saat ini, terutama perkembangan ekonomi Islam? Pertama, kalau kita melihat dari
perspektif ekonomi kita tidak akan keluar dari perspektif indikator makro ekonomi. Biasanya yang menjadi indikator
ekonomi itu adalah pertumbuhan ekonomi, inflasi, masalah nilai tukar, dan juga masalah pengangguran. Selain
indikator-indikator yang lain, seperti di Pasar Modal melihat pertumbuhan IHSG. Hal-hal tersebut yang biasanya dapat
dijadikan sebagai indikator ekonomi. Indikator tersebut digunakan untuk melihat perspektif pertumbuhan ekonomi di
suatu negara. Kalau kita melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2008 masih cukup bagus, yaitu di tutup pada
level 6,3 persen. Sementara untuk tahun 2009 pemerintah mencanangkan laju pertumbuhannya 3 – 4,5 persen. Karena
ini adanya penurunan komponen-komponen yang ada dalam indikator ekonomi. Antara lain, misalnya komponen
ekspor. Saat ini ekspor memberikan impact yang cukup besar. Dari bulan Januari hingga Maret 2009 penurunan sangat
besar. Tentunya dengan penurunan ekspor ini dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi. Sebenarnya saya sendiri
sangsi dengan target yang telah ditentukan pemerintah. Karena apa? Hasil review IMF di bulan Februari menargetkan
pertumbuhan ekonomi dunia minus setengah (1/2) persen hingga satu setengah persen. Kenapa? Karena global
financial crisis. Impact krisis keuangan global ini benar-benar menghancurkan pertumbuhan ekonomi dunia. Bank-bank
tidak berjalan, karena keuangannya habis untuk menginjeksi perekonomian. Makanya IMF sangat pesimis. Bagaimana
posisi ekonomi Islam sekarang? Sebenarnya, inilah saatnya ekonomi Islam masuk. Kita akui tahun 2007
pertumbuhannya cukup bagus, begitu juga tahun 2008. Tapi, bagusnya itu hanya dalam perspektif konsumtif. Indonesia
tumbuh sampai 6,5 persen itu dominan pada hal-hal yang bersifat konsumtif. Sebenarnya kalau kita berbicara
pertumbuhan makro itu terkait dengan consumtion, investment, goverment expenditur, dan terkait dengan net exportnya.
Akan tetapi, pertumbuhan kita saat ini lebih dikarenakan faktor consumtion. Bisa kita katakan pertumbuhannya
tidak berkualitas. Hubungannya dengan ekonomi Islam? Kenapa saya katakan ekonomi Islam saat ini bisa masuk?
Ekonomi Islam itu adalah sistem ekonomi yang mengedepankan adanya underlying asset, yaitu adanya kesetaraan
antara sektor moneter dan sektor riil. Sering juga disebut sebagai economic one of one. Artinya, kalau ada
pertumbuhan 1 persen disektor moneter, maka di sektor riil juga harus tumbuh 1 persen. Itulah yang terjadi di sistem
ekonomi Islam. Misalkan, anda bisa melihat sekarang yang telah dilakukan perbankan syariah, alokasi dananya
disalurkan pada sektor riil. Artinya, dengan seperti ini mendorong adanya pertumbuhan investasi. Ketika investasi yang
berkembang baru kita bisa menyebut pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Makanya, harus ada keseimbangan
antara riil sector dan moneter sector. Apakah harus selalu seperti itu? Krisis terjadi karena apa? Karena suprime
morgage. Suprime morgage karena apa? Lebih karena persoalan moneter. Moneter yang notabene sudah diliputi oleh
konsep-konsep derivatif transaction, terus adanya fiat money. Hal ini secara esensi islamic view-nya tidak sejalan.
Apakah memang pertumbuhan ekonomi bisa dikatakan berbobot hanya karena adanya pertumbuhan investasi? Iya.
Investasi adalah adanya gambaran pembangunan di suatu negara. Investasi itu adanya pertambahan barang-barang
dan modal. Itu merupakan cerminan dari kemajuan ekonomi suatu negara. Jangan sampai pertumbuhan dari faktor
consumtion yang dominan. Seperti apa misalnya, sekarang pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT)
kepada masyarakat. Karena apa? Supaya masyarakat mempunyai kemampuan daya beli. Masyarakat kecil masih
sempat belanja. Konsumsi dengan BLT tersebut. Sebenarnya harapannya apa dari pemerintah? Harapannya dengan
konsumsi tersebut masih bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Lantas kenapa investasi belum berkembang?
Pemerintah melalui Bank Indonesia sudah menurunkan SBI dari 8,25 menjadi 7,75. Turun sampai 50 basis point. Yang
terjadi apa? Kalau anda lihat saat ini suku bunga bank masih pada kisaran 14 persen. Suku bunga belum juga
diturunkan. Padahal salah satu komponen yang mempengaruhi investasi adalah interest rate (suku bunga). Bagaimana
kita bisa mengharapkan pertumbuhan dari investasi sekiranya komponen yang mendukungnya masih belum sejalan.
Kembali ke persoalan consumtion. Apakah consumtion sendiri tidak bisa menumbuhkan investasi? Misalkan, dengan
daya beli masyarakat terhadap suatu barang meningkat, berarti bisa menyebabkan peningkatan produksi barang
tersebut, dan peningkatan produksi suatu barang bukankah sebagai peningkatan investasi? Betul. Itu istilahnya
interraning. Artinya, memungkinkan itu (pertumbuhan investasi) tapi tidak secara langsung. Memang secara teori bisa
kita jabarkan bahwa sekiranya consumtion meningkat maka demand akan meningkat. Ketika demand meningkat akan
mendorong peningkatan supply, dan supply akan mendorong investasi. Tapi bagaimana investasi mau meningkat
sekiranya pembiayaan untuk investasi tidak tersedia. Tadi Anda sudah mengatakan bahwa saatnya sekarang ini
ekonomi Islam masuk. Posisinya, apakah ekonomi Islam sebagai solusi atau alternatif? Kalau saya lebih suka
menggunakan istilah sebagai solusi. Saya lebih menekankan itu. Ada beberapa kejadian krisis ekonomi sebenarnya
mencerminkan adanya badnews dalam sistem kapitalis. Artinya, ketika suatu sistem sudah banyak badnews-nya
kenapa harus kita pertahankan siste tersebut. Itu secara esential. Makanya, ekonomi Islam lebih tepat sebagai solusi.
Bukankah konsekwensi ketika mengatakan ekonomi Islam sebagai solusi tidak terlalu mudah. Banyak sekali perubahanperubahan
sistem yang harus dilakukan. Artinya, disini akan terjadi perubahan-perubahan yang sangat luar biasa. Iya,
saya setuju itu. Karena selama ini banyak orang yang masih menganggap ekonomi Islam areanya masih di moneter,
Kantor Berita Ekonomi Syariah
http://www.pkesinteraktif.com Powered by Joomla! Generated: 17 December, 2009, 23:21
hanya pada lembaga keuangan syariah saja. Itulah yang saya katakan, kalau toh ada yang namanya dual banking
system itu tahap awal, selanjutnya harus ada dual economic system. Kalau kita masih menempatkan ekonomi Islam
sebagai alternatif maka tingkat kefokusannya akan berbeda jika kita mengatakanya sebagai solusi. Banyak hal memang
yang harus dibangun. Memang masih banyak sektor yang perlu di adjustmen lagi. Tapi, kalau kita melihat saat ini,
ketika terjadi krisis keuangan global, sistem ekonomi Islam sudah saatnya menjadi solusi. Secara global memang
belum sepenuhnya, tetapi secara parsial sudah banyak sektor yang menunjukkan ekonomi Islam bisa menjadi solusi.
Apakah memang ada kemungkinan di Indonesia ada dual economic system? Ketika menjawab pertanyaan itu
sebenarnya ada dua perspektif yang harus dilihat. Yang pertama kita bisa melihat pada keinginan masyarakat (market
driven). Yang kedua adanya goverment driven. Saya ambil kasus di Arab Saudi, kalau tidak salah 95 persen market
driven-nya menginginkan ekonomi Islam sebagai sistem disana, akan tetapi goverment driven-nya masih belum
menentukan kebijakan-kebijakan atau aturan-aturan yang complicated terkait dengan keinginan masyarakat tadi. Kalau
kita mau lihat prototipe yang bagus sebenarnya adalah negara Malaysia. Di Malaysia market driven jalan kemudian
ditunjang oleh goverment driven. Sementara kalau kita melihat di Indonesia memang market driven-nya belum lah
maksimal, ditambah dengan goverment driven-nya juga belum jalan. Pemerintah saat ini masih menganggap ekonomi
Islam hanya pada sektor keuangan saja. Sementara sektor lain masih belum dilihat. Makanya, menjadi tugas kita untuk
membuka mainset mereka. Tapi saat ini kita bisa melihat pemerintah sudah mulai megarah ke arah sana. Contohnya
bisa kita lihat pada tanggal 5 Maret 2009 diadakan World Islamic Economic Forum di Indonesia. Saya kira dengan
mengadakan itu komitmen pemerintah Indonesia sudah ada. Pemerintah sudah mulai sangat terbuka. Kalau nantinya
dual economic system sudah berjalan, apakah nanti tidak memungkinkan akan saling bunuh dari kedua sistem
tersebut, atau memang akan berjalan secara bersama-sama? Ada dua pola ketika kita mengkaji hal tersebut. Pertama
kita dapat menggunakan pola recontruction. Kedua dengan pola decontruction. Semantara yang sekarang berjalan kita
masih menggunakan sistem decontruction. Artinya, hal-hal yang ada dalam sistem ekonomi kapitalis yang masih sejalan
dengan value ekonomi Islam, maka masih tetap kita pakai. Tapi ketika sudah berbenturan dengan Islamic value, maka
itulah yang harus di rekontruksi.[roel]
Kantor Berita Ekonomi Syariah

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.