Home > Finance and Moneter, Islamic Banking, Islamic Economy, Uncategorized > Prospek Rupiah dari Sudut Pandang BOP

Prospek Rupiah dari Sudut Pandang BOP


Februari 2009
LIPUTAN KHUSUS
Corporate FX &
Structured Products
Tel: 6349-1888 / 1881
Fixed Income &
Structured Products
Tel: 6349-1810
Investments &
Structured Product
Tel: 6349-1886
Interest Rate Derivatives
Tel: 6349-1899
Treasury Research &
Strategy
Tel: 6530-4887
Enrico Tanuwidjaja
+65 6530 5949
TanuwidjajaE@ocbc.com
Emmanuel Ng
+65 6530 4073
NgCYEmmanuel@ocbc.com

Neraca Transaksi Berjalan Indonesia
• Dalam analisa kami kali ini, kami akan meninjau lebih dekat dinamika yang ada di
belakang neraca pembayaran Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan istilah
umum dalam bahasa Inggris Balance of Payment. Hal tersebut akan kami
rangkai dengan pandangan kami untuk prospek rupiah dan juga neraca
perdagangan Indonesia dalam jangka waktu beberapa kuartal ke depan tahun
2009 ini. Secara Neraca Transaksi Berjalan (NTB), kontraksi yang terjadi pada
ekspor Indonesia di bulan Desember sebesar -20,6% yoy melampui jatuhnya
pertumbuhan impor yang hanya terlihat jatuh sebesar -7,96%. Namun demikian,
kami berpendapat bahwa hal ini akan segera berbalik dimana kontraksi impor
akan mengejar kontraksi ekspor dengan semakin nyatanya resesi perekonomian
global dan regional yang tidak dapat dipungkiri akan menular kepada prospek
pertumbuhan perekonomian Indonesia dan juga tingkat perdagangannya dengan
pasar global dan regional lainnya.
• Di dalam situasi seperti sekarang ini, shock negatif yang terjadi pada terms of
trade Indonesia yang diakibatkan oleh jatuhnya harga minyak mentah dunia dan
juga komoditas-komoditas lainnya diperkirakan akan melihat adanya tarikmenarik
antara 2 faktor dalam sektor perdagangan luar negeri Indonesia:
turunnya penerimaan di sektor ekspor non-migas Indonesia (tidak diingikan bagi
prospek perdagangan Indonesia) namun di sisi lainnya, nilai nominal impor
kebutuhan minyak Indonesia akan turun (dampak positif bagi neraca
perdagangan RI). Secara singkat, kami mengantisipasi akan terjadinya flip atau
berbaliknya tren penurunan surplus neraca perdagangan RI menjadi naik dalam
waktu dekat sampai menengah ini.
• Setelah menjelaskan hal tersebut diatas, perlu diingat bahwa NTB Indonesia
masih akan terus ditekan dari sisi perdagangan jasa, yang secara konsisten
berada dalam posisi defisit (lihar grafik pada halaman berikut) meskipun keadaan
lesunya prospek perekonomian dunia sekarang ini yang disertai dengan semakin
nyatanya tren deflasi secara global seharusnya mengurangi net outflow dari
sektor pariwisata dan juga biaya transportasi kapal untuk transaksi perdagangan
antara Negara. Secara neraca pendapatan (income account), perlambatan
pertumbuhan perekonomian global sepertinya akan terus mengikis posisi defisit
tersebut tetapi penerimaan Indonesia dalam bentuk remittances juga akan
menurun, yang notabene mengurangi posisi surplus current transfers dari neraca
pendapatan RI. Secara keseluruhan, gambaran yang ada pada saat ini masih
jauh dari jelas namun hal tersebut sudah cukup untuk memberikan rasa waspada
yang cukup beralasan bagi prospek pergerakkan nilai tukar rupiah, paling tidak
sokongan positif sepertinya masih belum terlihat dalam kurun waktu 2 kuartal ke
depan.
Treasury & Strategy Research 2
Februari 2009 Liputan Khusus Pasar Finansial Global dan Regional
…Net FDI
diperkirakan masih
akan terus
menyempit sampai
pada akhir tahun
2009 ini…
Sokongan marginal yang diproyeksikan dari surplus neraca perdagangan RI
namun NTB tetap berada dalam posisi yang rentan dalam jangka waktu dekat
sampai menengah ini
Neraca Rekening Modal dan Keuangan Indonesia
Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment atau FDI)
• Melihat ke sisi neraca rekening modal dan keuangan (NRMK) Indonesia,
menyusutnya dana-dana global yang dapat diinvestasikan oleh karena
mengeringnya likuiditas dunia semenjak krisis kredit dan sub-prime dimulai
sementara resesi global yang saat ini semakin menjadi-jadi diantisipasi akan
mengakibatkan turun secara drastisnya aliran investasi asing langsung (FDI) di
tahun 2009 ini. Kami memperkirakan bahwa aliran dana FDI tersebut ke
Indonesia berada dibawah angka 5 milyar dollar AS untuk keseluruhan tahun
2008 kemarin. Angka tersebut menurun jika dibandingkan dengan level 6,928
milyar dollar AS yang tercatat pada tahun 2007. Pada tahun 2009 ini, FDI ke luar
pantai Indonesia juga diperkirakan akan terus meskipun posisi net surplus FDI
Indonesia masih akan terus menyempit sampai paling tidak akhir tahun 2009 ini.
BOP: NRMK
Treasury & Strategy Research 3
Februari 2009 Liputan Khusus Pasar Finansial Global dan Regional
Faktor penggerak dan
pengaruh terbesar bagi
BOP Indonesia,
menurut pandangan
kami, akan datang dari
neraca portfolio (NP)
dan investasi (NI) RI
lainnya
Dari segi NP swasta,
sisi aset sepertinya
akan cukup
memberikan sokongan
bagi portfolio
investment account RI
karena disebabkan
oleh kemungkinan
akan turunnya aliran
investasi keluar dari
pihak swasta
Investasi Portfolio
• Faktor penggerak dan pengaruh terbesar bagi BOP Indonesia, menurut
pandangan kami, akan datang dari neraca portfolio (NP) dan investasi (NI) RI
lainnya. Dari segi NP, kondisi investasi yang kurang begitu bersahabat pada
tahun 2009 ini diantisipasi untuk mengurangi minat investor lokal untuk
menanamkan investasi finansial mereka di luar negeri (discouraging net
outflows from domestic investors) bahkan mungkin akan mendorong adanya
repatriasi dana masuk ke Indonesia, apalagi setelah kita melihat adanya
outflows yang cukup signifikan pada sektor tersebut di tahun 2007 yang lalu.
Perlu dicatat juga bahwa pada 3 kuartal pertama di tahun 2008, sisi aset
(asset) dari neraca portfolio RI telah mencatat jumlah net outflow yang
semakin kecil di angka 830 juta dollar AS, jumlah yang sangat minim jika
dibandingkan dengan level keseluruhan di tahun 2007 yaitu sebesar 4,457
milyar dollar AS.
• Sementara itu, sisi kewajiban (liability) NP diperkirakan akan terus berada di
“kursi panas.” Untuk sektor publik, kami melihat adanya kejatuhan yang
cukup signifikan pada posisi investasi asing di Surat Utang Negara RI dan
juga SBI pada kuartal III tahun 2008 yang lalu dan sepertinya kuartal akhir
tahun kemarin juga akan mengalami hal yang sama pula, seperti terlihat
pada grafik di halaman berikut. Ekspektasi semakin rendahanya kepemilikan
SUN oleh investor asing sedikit banyak juga dipengaruhi oleh tajamnya
penurunan kondisi likuiditas global menjelang akhir tahun kemarin yang
kemungkinan besar menyiratkan adanya penarikan dana asing yang
berakibat negatif terhadap NP tersebut. Di kuartal III 2008 (apalagi di kuartal
IV tahun 2008 kemarin), net withdrawals yang terangkum dan tercatat dalam
neraca kewajiban otoritas moneter RI (dimana lalu lintas kepemilikan dan
perdagangan SBI tercatat) telah melihat adanya aliran dana keluar sebesar
1,368 milyar dollar AS.
• Lebih lanjut, dalam periode antara September 2008 sampai dengan Januari
2009, kepemilikan SUN RI oleh pihak asing jatuh sebanyak 19,47 trilyun
rupiah atau sekitar 3,6 milyar dollar AS dimana bulan Januari itu sendiri
melihat adanya net foreign holdings turun sebanyak 1,59 trilyun rupiah,
ekuivalen dengan 348 juta dollar AS. Hal yang mengkhawatirkan adalah
pada saat ini tersisa sekitar 7,3 milyar dollar AS dana asing yang beresiko
untuk “terbang” dari NP Indonesia bilamana level risk aversion kembali
melonjak dengan cukup tinggi. Jumlah ini setara dengan 14,6% dari tingkat
cadangan devisa RI pada saat ini dan jumlah ini belum termasuk kepemilikan
asing terhadap SBI, meskipun jumlahnya diperkirakan lebih sedikit jika
dibandingkan dengan SUN RI.
• Dari segi NP swasta, sisi aset sepertinya akan cukup memberikan sokongan
bagi portfolio investment account RI karena disebabkan oleh kemungkinan
akan turunnya aliran investasi keluar dari pihak swasta (terkondisikan pada
tetap terjaganya sentimen swasta terhadap kestabilan kondisi perekonomian
dan mungkin politik RI). Di sisi yang lain, sisi kewajiban, dimana investment
netto terhadap surat utang dan saham yang dikeluarkan oleh pihak swasta
(corporate debt and equity securities) sepertinya juga tidak begitu
mendukung dengan semakin naiknya premium resiko (risk premia) yang bisa
memicu keluarnya dana asing dari investasi pada aset finansial yang
dikeluarkan oleh sektor korporat tersebut.
Treasury & Strategy Research 4
Februari 2009 Liputan Khusus Pasar Finansial Global dan Regional
…indikasi bahwa
investor tidak terlalu
re-aktif dalam menarik
investasi portfolio
mereka di bursa saham
Indonesia…
Neraca dasar juga
turut
mendemonstrasikan
potensi pelemahan
rupiah lebih lanjut
dalam waktu dekat ini
• Apa yang menarik terlepas dari isu tersebut diatas, net foreign buying akan
saham-saham Indonesia (local equities) naik ke kisaran 963,35 juta dollar AS
pada kuarta IV 2008 dari level 240,21 juta dollar AS per kuartal III 2008
meskipun kondisi finansial global sedang mengalami tsunami. Namun
demikian, hal tersebut mungkin hanya menandakan adanay realokasi dari
portfolio aset para investor asing. Secara kumulatif pada tahun 2009 ini, net
foreign selling dari saham-saham Indonesia telah mencapai angka 124,35
juta dollar AS, menandakan bahwa selera investor terhadap aset-aset
finansial Indonesia telah sedikit banyak terkonsolidasi. Sebagai
perbandingan, pasar ekuitas Indonesia telah menyaksikan net inflows
sebesar 3,535 milyar dollar AS pada tahun 2007 namun turun ke angka
1,784 milyar dollar AS di tahun 2008 kemarin. Secara kasat mata, hal
tersebut kurang lebih memberikan indikasi bahwa investor tidak terlalu reaktif
dalam menarik investasi portfolio mereka di bursa saham Indonesia
semenjak menanamkan modalnya pada aset-aset yang ditawarkan di pasar
finansial Indonesia.
Investasi Lainnya – Sumber potensi pendukung rupiah
• Secara garis besar, analisa sejauh ini yang kami telah paparkan memberikan
gambaran yang kurang begitu cerah terhadap neraca dasar Indonesia (lihat
grafik di halaman berikut) atau dalam istilah pasar mata uang lebih dikenal
sebagai basic balance. Neraca dasar atau basic balance tersebut adalah
total dari komponen-komponen sebagai berikut: neraca transaksi berjalan
(current account) + investasi asing langsung (FDI) + investasi portfolio
(portfolio investment). Seperti yang terlihat pada kuartal IV tahun 2008
yang baru saja berlalu, indikator ini juga turut mendemonstrasikan potensi
pelemahan rupiah lebih lanjut dalam waktu dekat ini.
• Pada neraca investasi lainnya (NI), sub-neraca sisi kewajiban pemerintah RI
dan juga otoritas moneter (the government and monetary authority sub
account liability side) selalu merupakan komponen yang penting dan
menunjukkan adanya kesetimbangan antara pemberian pinjaman dan
pembayaran kembali. Untuk tahun 2009 ini, pemerintah RI perlu untuk
mengisi gap pembiayaan dari pinjaman kepada pihak asing (foreign financing
gap) yang diperkirakan akan membengkak dari segi fiskal disamping
pembayaran reguler hutang luar negeri Indonesia (baik pemerintah maupun
swasta). Namun, adanya fasilitas swap lines yang diprakarsai oleh Inisiatif
Treasury & Strategy Research 5
Februari 2009 Liputan Khusus Pasar Finansial Global dan Regional
…adanya fasilitas
swap lines yang
diprakarsai oleh
Inisiatif Chiang Mai
(Chiang Mai Initiative
atau CMI) dan juga
fasilitas pinjaman yang
bisa dikatakan sudah
dalam posisi stand-by
dari pihak bilateral
maupun multilateral
serta antisipasi akan
penjualan Global
Medium Term Notes
(GMTN) dalam bentuk
USD dirasa akan cukup
membantu menahan
tendensi pelemahan
rupiah dalam waktu
dekat sampai
menengah ini…
Chiang Mai (Chiang Mai Initiative atau CMI) dan juga fasilitas pinjaman yang
bisa dikatakan sudah dalam posisi stand-by dari pihak bilateral maupun
multilateral serta antisipasi akan penjualan Global Medium Term Notes
(GMTN) dalam bentuk USD dirasa akan cukup membantu menahan tendensi
pelemahan rupiah dalam waktu dekat sampai menengah ini. Hal lainnya
yang kami rasa positif bagi prospek ekonomi, khususnya mata uang, negara
berlambang burung Garuda tersebut adalah inisiatif dan strategi para
pembuat kebijakan dan pejabat RI untuk meminjam dalam jumlah yang lebih
sedikit dibandingkan dengan jumlah pembayaran hutang yang lalu.
• Disamping berhasil untuk mendapatkan bantuan fasilitas currency swap lines
secara bilateral maupun multilateral tersebut yang berjumlah 6 milyar dollar
AS (dengan adanya kemungkinan tambahan lagi sehingga diperkirakan
dapat mencapai 12 milyar dollar AS) dari negara-negara seperti Jepang,
RRT, Korea, dan juga lembaga keuangan dunia seperti the World Bank,
Indonesia sepertinya akan tetap menjual GMTN mereka untuk membiayai
keperluan RAPBN mereka yang diperkirakan untuk mencapai jumlah total
132 trilyun rupiah (11,38 milyar dollar AS) atau setara dengan 2,5% dari PDB
Indonesia. Jumlah dana yang ditargetkan melalui program GMTN ini
diproyeksikan sebesar 4 milyar dollar AS, terkondisikan pada pengesahan
DPR akan proposal revisi RAPBN 2009 yang saat ini belum diberikan.
Neraca Dasar dan Rupiah
• Tahun 2009 ini, sama seperti hampir setiap negara di dunia yang terkena
imbas dari krisis global telah memberikan stimulus ekonomi, Indonesia juga
telah melakukan hal yang sama dengan mencanangkan tambahan stimulus
fiskal berjumlah 71,3 trilyun rupiah (6,3 milyar dollar AS) atau setara dengan
1,4% dari PDB RI dengan pembiayaan yang ditargetkan hanya
mengandalkan penerbitan SUN RI secara minimal di angka 54,7 trilyun
rupiah. Jumlah tersebut seharusnya dapat memberikan sentimen yang
cukup baik bagi Surat Berharga Negara RI dari segi suplai yang cukup
minimal jika dibandingkan dengan net bonds issuance pada tahun 2008 yang
berjumlah 117,8 trilyun rupiah.
Treasury & Strategy Research 6
Februari 2009 Liputan Khusus Pasar Finansial Global dan Regional
Dari sisi
perkembangan sektor
usaha swasta, kami
mengantisipasi adanya
support dari scenario
yang mungkin sekali
terjadi yaitu turunnya
proporsi dana pihak
swasta dalam bentuk
valuta asing lainnya
• Kabar berita terkini mengatakan bahwa Republik Indonesia sepertinya harus
menaikkan pembelanjaan subsidi BBM sebanyak 61% atau sekitar 39,5
trilyun rupiah berdasarkan asumsi Indonesian Crude Price (ICP) yang
berkisar antara 40-60 dollar AS per barelnya, menurut Direktur Jendral
Minyak dan Gas Kementerian Pertambangan dan Energi Evita Legowo.
Pemerintah sebelumnya menganjurkan untuk menaikkan suplai BBMbersubsidi
sebesar 5,7% menjadi 38,9 kilo liter untuk tahun 2009 ini setelah
permintaan BBM tersebut naik oleh karena adanya pemangkasan harga BBM
sebanyak 3 kali baru-baru ini. Meskipun masih dalam tahap perencanaan,
namun hal tersebut perlu memperjelas sumber pendanaan rencana tersebut
karena hal tersebut kemungkinan besar akan menambah beban pada sisi
pinjaman pemerintah RI.
• Meskipun sentimen investasi para investor global maupun regional terhadap
aset negara-negara berkembang kurang begitu positif, adanya perjanjian
currency swap lines maupun juga fasilitas bantuan keuangan yang siap
diberikan oleh beberapa negara tetangga di kawasan Asia ditambah dengan
CMI semestinya juga akan menyokong paling tidak kestabilan, jika bukan
penguatan, rupiah dalam waktu dekat ini meskipun GMTN tidak berhasil
untuk diluncurkan karena situasi tingginya level risk aversion yang
belakangan ini mudah sekali datang dan pergi.
Komponen Aset dan Kewajiban Neraca Investasi Lainnya
• Dari sisi perkembangan sektor usaha swasta, kami mengantisipasi adanya
support dari scenario yang mungkin sekali terjadi yaitu turunnya proporsi
dana pihak swasta dalam bentuk valuta asing lainnya (yang berarti aliran
dana keluar akan lebih sedikit dari sisi aset) yang paling sedikit dipengaruhi
oleh 2 faktor:
– Perlambatan, atau bahkan kontraksi, pada tingkat pertumbuhan
ekspor Indonesia dan;
– Adanya peraturan baru dari Bank Indonesia yang mengharuskan
adanya bukti dokumentasi (NPWP, Letter of Credit untuk urusan
ekspor-impor) untuk pembelian valuta asing lebih dari ekuivalen
100.000 dollar AS per bulannya.
Treasury & Strategy Research 7
Februari 2009 Liputan Khusus Pasar Finansial Global dan Regional
…ketatnya kondisi
keuangan maupun
likuiditas global dan
regional juga
diperkirakan akan
menyebabkan kecilnya
net drawings atau
aliran dana masuk
(fund inflows) yang
sepertinya tidak akan
diiringi oleh turunnya
pembayaran hutang
luar negeri sektor
swasta Indonesia
…meskipun posisi
NTB dan NP semuanya
memiliki resiko untuk
mebuat prospek positif
rupiah menjadi rentan
dari perspektif BOP,
sisi NI atau neraca
investasi lainnya,
terutama dari faktor
tersedianya fasilitas
swap lines dari pihak
asing baik bilateral
maupun multilateral,
diharapkan dapat
memberikan suatu
buffer bagi rupiah
untuk tetap terjaga
stabilitas nilai tukarnya
Sementara itu, dari sisi kewajiban, ketatnya kondisi keuangan maupun
likuiditas global dan regional juga diperkirakan akan menyebabkan kecilnya
net drawings atau aliran dana masuk (fund inflows) yang sepertinya tidak
akan diiringi oleh turunnya pembayaran hutang luar negeri sektor swasta
Indonesia. Hal tersebut dikhawatirkan berpotensi untuk memberikan warna
yang kurang cerah bagi prospek penguatan rupiah lebih jauh.
Revisi RAPBN 2009 yang diajukan kepada DPR
• Untuk meringkas semuanya ini, meskipun posisi NTB dan NP semuanya
memiliki resiko untuk mebuat prospek positif rupiah menjadi rentan dari
perspektif BOP, sisi NI atau neraca investasi lainnya, terutama dari faktor
tersedianya fasilitas swap lines dari pihak asing baik bilateral maupun
multilateral, diharapkan dapat memberikan suatu buffer bagi rupiah untuk
tetap terjaga stabilitas nilai tukarnya.
Treasury & Strategy Research 8
Februari 2009 Liputan Khusus Pasar Finansial Global dan Regional
…dari sudut pandang
IDR NEER (Rupiah
Nominal Effective
Exchange Rate) dan
mendapatkan
kesimpulan bahwa
rupiah dirasa tidak
terlalu overvalued…
• Sebagai penutup, namun bukan berarti kalah penting, kami melihat secara
spesifk penilaian (valuation) terhadap rupiah dari sudut pandang IDR NEER
(Rupiah Nominal Effective Exchange Rate) dan mendapatkan kesimpulan
bahwa rupiah dirasa tidak terlalu overvalued, paling tidak dari paradigma
NEER. Hal tersebut terbukti cukup jelas dari -18,8% depresiasi IDR NEER
dalam kurun waktu pertengahan September 2008 sampai dengan awal bulan
Februari 2009. Meskipun demikian, kami tetap memutuskan untuk merevisi
prediksi rupiah kami ke angka 13.000 (sebelumnya 12.700) untuk kuartal III
2009 tentunya dengan catatan bahwa level tersebut mungkin tercapai
sebelum periode tersebut apalagi di kala risk aversion masih memiliki
tendensi untuk berada di level yang secara relatif lebih tinggi dari biasanya.
• Tanpa perlu dijelaskan secara mendetil, prediksi tersebut terus kami
dasarkan pada kondisi bahwa meskipun tingkat kekhawatiran terhadap resiko
cukup tinggi, terutama terlihat dari naiknya level premi resiko (risk premium)
terhadap rupiah belakangan ini, namun tidak akan terjadi ledakan besarbesaran
dari keadaan yang bisa dikatakan sudah kurang mendukung pada
saat ini. Kedua, prediksi tersebut juga kami pancangkan pada analisa dan
argumen kami di halaman-halaman sebelumnya bahwa aliran dana investasi
(baik keluar maupun masuk) dan juga keperluan pembiayaan dan pinjaman
baik untuk dan dari sektor publik (pemerintah) maupun sektor swasta akan
turun. Tentunya, faktor risk aversion terus akan menjadi elemen penting
yang tidak mudah untuk diprediksi arahnya dan oleh karena kami terus
memproyeksikan pergerakkan USD-IDR untuk tetap menuju ke arah utara
namun akan tetap berada dibawah level yang tersirat dari NDF.
IDR NEER dan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar AS
Treasury & Strategy Research 9
Februari 2009 Liputan Khusus Pasar Finansial Global dan Regional
Co.Reg.no.:193200032W
This publication is solely for information purposes only and may not be published, circulated, reproduced or distributed in whole
or in part to any other person without our prior written consent. This publication should not be construed as an offer or
solicitation for the subscription, purchase or sale of the securities/instruments mentioned herein. Any forecast on the economy,
stock market, bond market and economic trends of the markets provided is not necessarily indicative of the future or likely
performance of the securities/instruments. Whilst the information contained herein has been compiled from sources believed to
be reliable and we have taken all reasonable care to ensure that the information contained in this publication is not untrue or
misleading at the time of publication, we cannot guarantee and we make no representation as to its accuracy or completeness, and
you should not act on it without first independently verifying its contents. The securities/instruments mentioned in this
publication may not be suitable for investment by all investors. Any opinion or estimate contained in this report is subject to
change without notice. We have not given any consideration to and we have not made any investigation of the investment
objectives, financial situation or particular needs of the recipient or any class of persons, and accordingly, no warranty
whatsoever is given and no liability whatsoever is accepted for any loss arising whether directly or indirectly as a result of the
recipient or any class of persons acting on such information or opinion or estimate. This publication may cover a wide range of
topics and is not intended to be a comprehensive study or to provide any recommendation or advice on personal investing or
financial planning. Accordingly, they should not be relied on or treated as a substitute for specific advice concerning individual
situations. Please seek advice from a financial adviser regarding the suitability of any investment product taking into account
your specific investment objectives, financial situation or particular needs before you make a committment to purchase the
investment product. OCBC and/or its related and affiliated corporations may at any time make markets in the
securities/instruments mentioned in this publication and together with their respective directors and officers, may have or take
positions in the securities/instruments mentioned in this publication and may be engaged in purchasing or selling the same for
themselves or their clients, and may also perform or seek to perform broking and other investment or securities-related services
for the corporations whose securities are mentioned in this publication as well as other parties generally.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: