Home > Uncategorized > TANTANGAN MERAIH SUKSES DI DUNIA JURNALISTIK DAN KEHUMASAN

TANTANGAN MERAIH SUKSES DI DUNIA JURNALISTIK DAN KEHUMASAN


Saat ini hampir semua universitas besar,
baik negeri maupun swasta di Tanah Air
telah membuka jurusan atau program studi
komunikasi, bahkan hampir di semua provinsi
kini bermunculan sekolah-sekolah tinggi
komunikasi, terutama dengan konsentrasi jurnalistik dan
kehumasan.
Sementara itu di daerah-daerah bermunculan media
massa lokal, baik media elektronik maupun cetak. Selain
itu juga bermunculan media profesi, termasuk Majajalah
Akuntan Indonesia yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia
(IAI) dengan pelaksana IAI Wilayah Jakarta.
Ini mengindikasikan secara jelas bahwa dunia jurnalistik dan
kehumasan di Indonesia memiliki prospek cerah, meski krisis
ekonomi di dalam negeri belum kunjung berakhir.
Jumlah media massa seperti koran, tabloid, majalah, radio hingga
televisi, baik lokal maupun nasional memang cenderung terus
bertambah seperti berkejaran dengan bertambahnya jumlah partai
politik di era reformasi.
Lebih dari itu konglomerasi media menjadi fenomena yang
menarik, namun sekaligus mengkhawatirkan bagi sebagian orang,
khususnya bagi sebagian kalangan pers sendiri.
Sementara itu baik instansi pemerintah maupun perusahaanperusahaan
swasta, bahkan juga industri media massa memerlukan
apa yang disebut “impression management” (pengelolaan
kesan) untuk meningkatkan citra instansi atau perusahaan yang
bersangkutan, dan ini berarti ke depan fungsi kehumasan semakin
diperlukan.
Khusus dalam dunia pers, pada tingkat internasional kiprah
Reuters (Kantor Berita Inggris) dapat dijadikan sebagai contoh
keberhasilan pers global. Kantor berita itu sejak lama menyediakan
aneka informasi berupa berita dalam bentuk teks dan foto serta
data saham dan kurs valuta asing yang bersifat real-time (seketika).
Selain itu TV news Reuters juga sudah sejak lama berkibar di manca
negara .
Selain Reuters dari Inggris, CNN dari Amerika Serikat juga sudah
lama mengudara secara internasional. Belum lagi media cetaknya
seperti Washington Post dan New York Times yang kini sudah dapat
dengan mudah diakses melalui internet di mana pun, termasuk di
Indonesia.
Tidak dapat disangkal bahwa media massa di negara-negara
maju memang memiliki keunggulan dalam banyak aspek, termasuk
pencitraannya, bahkan mereka bisa “melibas” pengaruh media massa
nasional, apalagi lokal di negara manapun, termasuk di Indonesia.
Seiring dengan berjalannya waktu, kini sudah banyak media,
khususnya media massa cetak dan dot kom di Indonesia yang
berguguran karena “seleksi alam” sesuai tuntutan pasar dan karena
krisis ekonomi di dalam negeri yang belum kunjung berakhir.
Media massa memang dituntut supaya melakukan
terobosan-terobosan baru secara kreatif, inovatif dan
kompetitif dalam upaya memelihara kelangsungan hidup
serta meningkatkan kemampuannya di masa depan
dengan tetap mentaati ketentuan dan kaidah hukum yang
berlaku.
Sementara itu sejumlah kalangan berpendapat bahwa
pers Indonesia cenderung sudah kebablasan sebagaimana
terlihat dengan banyaknya berita dan tayangan yang
berbau pornografi dan pornoaksi serta sarkastis, sadistis
dan bahkan mistis.
Sebagian perusahaan pers sepertinya lebih mengedepankan
aspek bisnis dengan mengejar “rating” namun mengabaikan kaidahkaidah
budaya atau norma-norma agama yang ada di tengah-tengah
masyarakat.
Dalam kaitan ini para wartawan sendiri dalam melaksanakan tugas
jurnalistiknya dituntut supaya mengedepankan idealisme, dan pada
saat yang sama juga harus memiliki wawasan serta memberikan
perhatian yang besar pada unsur bisnis.
Perhatian pada aspek itu sangat penting dalam rangka menjaga
kelangsungan hidup dari perusahaan atau lembaga pers tempatnya
bekerja, sehingga dengan demikian idealisme dan bisnis diharapkan
dapat selalu dijaga keseimbangannya.
Jika ingin maju, pers sudah selayaknya dibangun dengan mutu
jurnalistik yang tinggi, dan ini hanya dapat dihasilkan oleh tenagatenaga
profesional yang memiliki semangat dan dedikasi yang tinggi
pula.
Di sisi lain, persaingan di antara media itu sendiri serta di lingkungan
dunia usaha (bisnis) kian meruncing, sehingga saat ini dibutuhkan
personil kehumasan yang inovatif, kreatif dan kompetitif.
Di sinilah tantangannya untuk meraih sukses di dunia jurnalistik
dan kehumasan, termasuk bagi para mahasiswa yang berkenginan
untuk mendalami dunia kewartawanan atau kehumasan.
Berdasarkan pengalaman, di samping latarbelakang pendidikan,
penguasaan bahasa Inggris adalah salah satu faktor penting yang
harus dimiliki wartawan dan personil kehumasan.
Di sisi lain, keterampilan menulis harus selalu diasah, didukung
dengan motivasi yang kuat untuk terus menambah pengetahuan
dan memperluas wawasan dengan banyak membaca.
Lebih dari itu, wartawan atau staf humas yang suatu saat ingin
menduduki jabatan struktural di perusahaan atau lembaga pers
mesti memiliki pemahaman, pengalaman dan kemampuan di bidang
manajemen dan kepemimpinan.
Kita memang dihadapkan pada keharusan menciptakan kaderkader
wartawan dan humas yang profesional, dan bagaimanapun
juga keberadaan wartawan dan humas yang handal dan berwawasan
luas pada era globalisasi saat ini sangat diperlukan dalam upaya
membangun citra pers dan instansi pemerintahan atau perusahaan
yang sehat serta senantiasa memberi manfaat bagi kemanusiaan
dalam arti yang seluas-luasnya. (AS)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: