Home > Akuntansi Islam, Statistik, Uncategorized > VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI LUAS PENGUNGKAPAN DALAM LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN

VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI LUAS PENGUNGKAPAN DALAM LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN


SKRIPSI
Oleh :
Nama : Renita Verdiyana
No Mahasiswa : 01 312 223
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2006

VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI LUAS PENGUNGKAPAN DALAM LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN
SKRIPSI
Disusun dan diajukan untuk memenuhi sebagai salah satu syarat untuk mencapai derajat Sarjana Strata-1 jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi UII
Oleh :
Nama : Renita Verdiyana
No. Mahasiswa : 01312223
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2006
PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME
“Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam referensi. Dan apabila dikemudian hari terbukti bahwa pernyataan ini tidak benar maka saya sanggup menerima hukuman / sangsi apapun sesuai peraturan yang berlaku.”
Yogyakarta,Januari 2006
Penyusun,
( Renita Verdiyana )
ii
VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI LUAS PENGUNGKAPAN DALAM LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN
Hasil Penelitian
diajukan oleh
Nama : Renita Verdiyana
Nomor Mahasiswa : 01 312 223
Jurusan : Akuntansi
Telah disetujui oleh Dosen Pembimbing
Pada tanggal : 20 Januari 2006
Dosen Pembimbing,
( Drs. Syamsul Hadi, M.S, Ak )
iii
Telah dipertahankan/diujikan dan disyahkan untuk memenuhi syarat guna memperoleh gelar Sarjana jenjang Strata I
Nama : Renita Verdiyana
No. Mahasiswa : 01312223
Yogyakarta, 2006
Disyahkan oleh :
Dekan / Ketua Panitia Pembantu Dekan I / Sekretaris Panitia
Drs. Suwarsono, MA Drs. A. Sobirin, MBA, Ak, P.hD
Dewan Dosen Penguji
1. (Ketua/anggota)
2. (anggota)
iv
Persembahan
Karya manis ini kupersembahkan kepada :
Ibu dan Babe tercinta.
(Yang senantiasa mendoakan, Terimakasih atas kasih sayangnya yang tiada terhingga, terimakasih atas bantuan serta dukungan moril, sprituil dan financialnya).
Untuk Maz Rio dan D’Nisa tersayang.
(Terimakasih ya …. telah membantu dalam menyelesaikan karya manis ini hingga selesai).
Untuk Temen dan Sahabatku
(Terimakasih ya…support dan waktunya) v
Pacuan Hati
Sungguh bersama kesukaran pasti ada kemudahan dan bersama kesukaran pasti ada kemudahan Karena itu bila selesai suatu tugas mulailah dengan yang lain dengan sungguh-sungguh.
( QS. Alam Nasyrah : 5-7 )
Tak ada kesalahan yang lebih besar daripada banyak keinginan, tak ada bencana yang lebih besar daripada ingin mendapat, tak ada bahaya yang lebih besar daripada tak kenal cukup.
Ingatlah bahwa Allah menurunkan pertolongan kepada mereka yang mau membantu diri sendiri, berbuatlah seakan semuanya bergantung padamu dan berdoalah seakan semuanya bergantung pada Allah….
Sebuah sukses lahir bukan karena kebetulan atau keberuntungan semata, sebuah sukses terwujud karena ikhtiar melalui perencanaan yang matang, keyakinan, keuletan, ketabahan dan karena niat baik kepada Allah SWT.
( Prof. Dr. Kuswadi Harjo Sumantri, SH.)
Sosok pribadi yang unggul pantang berbuat sia-sia. Dia akan sangat menjaga waktu sebab semua yang diperbuat itu membutuhkan waktu.
(Aa’ Gym)
Doa memberikan kekuatan yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan….
Jika engkau kesulitan dalam pekerjaanmu, jangan putus asa, jangan gelisah dan jangan ragu. Percayalah, jalan keluar akan segera datang.
vi
Kata Pengantar
Assalammu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas Rahmat dan KaruniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “Variabel-variabel yang mempengaruhi luas pengungkapan dalam laporan tahunan perusahaan”.
Skripsi ini disusun dan diajukan untuk memenuhi sebagai salah satu syarat untuk mencapai derajat Sarjana Strata-1 Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia ( FE UII ). Dalam penyelesaian penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Drs. H.Suwarsono, MA, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia yang telah memberikan izin dalam penyusuan skripsi ini.
2. Bapak Drs. Syamsul Hadi, M.S, Ak, selaku Dosen Pembimbing yang telah dengan penuh kesabaran dalam memberikan saran, nasehat, bimbingan, kritikan serta bantuan yang begitu besar.
3. Ibu Dra. Neni Meidawati, M.Si, Ak, selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah memberikan saran-saran untuk majunya akademik penulis.
4. Ibu (Astuti) dan Babe (Suharno), yang senantiasa selalu mendoakan, terimakasih atas kasih sayangnya yang tiada terhingga, bimbingan dan dukungan saat proses penulisan dan untuk selamanya.
vii
5. Maz Rio (maaf ya ade’mu duluan) D’Nisa, terimakasih atas dukungan dan bantuannya selama ini, kalian kakak dan ade’ juga sahabatku…
6. Sepupuku Inonk, Maz Sulis, Yoyox makasih support dan saran-sarannya.
7. Sahabatku satu perjuangan dalam menyelesaikan skripsi, Lina, Dewi, Iis, Neni, Lita, Rian, Erlina tetep semangat ya….!
8. Maz Willy terimakasih waktu dan saran-sarannya.
9. Sahabat-sahabatku Galih, Bowo, Melia, Lisa, Yuni, Roy, Novan terimakasih atas dukungan dan keceriaannya…
10. Temen-temenku Vika, Mbak titik, Neneng, Mbak Sri, Maz iye’, Maz boy, Maz Eko, Maz Danang, Sigit…terimakasih !!! kalo’ ga ada kalian stress euy…
11. Rekan-rekan KKN SL-109 angkatan 29 (Maz Agunk, Didi, D.pri, Eko, Wahyu, Ipunk Keating, Nina, Q Q, dan Yani) kenangan manis bersama kalian itu tidak akan terlupakan.
12. Pihak-pihak lain yang tidak tersebutkan, terimakasih atas terselesaikannya skripsi ini.
Akhirnya penulis hanya dapat mengharapkan semoga amal baik tersebut akan mendapat Rahmat serta Karunia dari Allah SWT dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi seluruh pihak sebagaimana mestinya.
Wassalammu’alaikum Wr. Wb
Yogyakarta, Januari 2006
( Penulis )
viii
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul …………………………………………………………………………………
i
Halaman Pernyataan Bebas Plagiarisme…………………………… ……….
ii
Halaman Pengesahan……………………………………………………….
iii
Halaman Berita Acara Ujian……………………………………………………………….
iv
Halaman Persembahan………………………………………………………………………
v
Pacuan Hati………………………………………………………………………………………
vi
Kata Pengantar………………………………………………………………
vii
Daftar Isi…………………………………………………………………….
ix
Daftar Tabel…………………………………………………………………
xii
Daftar Lampiran…………………………………………………………….
xiii
Abstrak……………………………………………………………………..
xiv
BAB I.PENDAHULUAN…………………………………………………
1
1.1.Latar Belakang Masalah………………………………………
1
1.2.Perumusan Masalah…………………………………………………………
3
1.3.Tujuan Penelitian…………………………………………………………….
4
1.4.Manfaat Penelitian…………………………………………………………..
4
1.5.Sistematika Penulisan………………………………………………………
6
ix
BAB II.KAJIAN PUSTAKA……………………………………………………………..
7
2.1. Disclosure dalam Laporan Keuangan………………………………..
7
2.2.Pengaruh Cost of Debt terhadap Disclosure. ………………………
10
2.3.Pengaruh Cost of Equity Terhadap Disclosure…………………….
11
2.4.Pengaruh Prosentase Kepemilikan Manajerial terhadap
Disclosure………………………………………………………………………
12
2.5.Pengaruh Laba & Prosentase Perubahan Laba terhadap
Disclosure……………………………………………………………………….
13
2.6.Pengaruh Shareholders’equity terhadap Disclosure……………..
15
BAB III.METODOLOGI PENELITIAN……………………………………………..
16
3.1.Obyek Penelitian……………………………………………………………..
17
3.2.Jenis dan Sumber Data……………………………………………………..
16
3.3.Variabel Penelitian…………………………………………………………..
16
3.3.1.Variabel Dependen……………………………………………….
17
3.3.2.Variabel Independen……………………………………………..
18
3.3.2.1 Biaya Pinjaman (Kd)………………………………….
18
3.3.2.2 Biaya Ekuitas (Ke)… ………………………………….
18
3.3.2.3 Prosentase Kepemilikan Manajerial (OWNSP)
18
3.3.2.4 Laba (EARN)…………………………………………….
19
3.3.2.5 Prosentase Perubahan Laba (ΔEARN)………….
19
3.3.2.6 Dummy Shareholders’ Equity ……………………..
19
x
3.4.Perumusan Model…………………………………………………………………….
20
3.5.Uji Normalitas Data………………………………………………………………….
21
3.6.Uji Asumsi klasik……………………………………………………………………..
21
3.7.Pengujian Hipotesa…………………………………………………………………..
22
BAB IV.ANALISIS DAN PEMBAHASAN…………………………………………….
23
4.1.Statistik Deskriptif……………………………………………………………………
23
4.2.Model Regresi………………………………………………………………………….
27
4.2.1.Uji Autokorelasi……………………………………………………………..
28
4.2.2.Uji Regresi…………………………………………………………………….
29
4.2.2.1 Biaya Pinjaman (Cost of Debt)……………………………….
31
4.2.2.2 Biaya Ekuitas (Cost of Equity)……………………………….
32
4.2.2.3.Prosentase Kepemilikan Manajerial………………………..
33
4.2.2.4.Laba……………………………………………………………………
35
4.2.2.5.Prosentase Perubahan Laba……………………………………
36
4.2.2.6.Shareholders’equity………………………………………………
37
BAB V.PENUTUP………………………………………………………………………………..
39
5.1.Kesimpulan……………………………………………………………………………..
39
5.2.Keterbatasan…………………………………………………………………………….
40
5.3.Implikasi………………………………………………………………………………….
40
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………….
42
LAMPIRAN…………………………………………………………………………………………
45
xi
DAFTAR TABEL
Tabel Hal
4.1.1. Statistik Deskriptif dengan Nilai Ekstrim……..………………………24
4.1.2. Statistik Deskriptif Tanpa Nilai Ekstrim………………………………24
4.2.1. Pengujian Autokorelasi……………………………………………….28
4.2.2. Uji Regresi……………………………………………………………29
4.2.3. Uji Hipotesa…………………………………………………………..30
4.2.4. Uji Regresi melewati titik (0,0)………………………………………30
xii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Hal
1. Daftar Indeks Pengungkapan…………………………………………………..45
2. Daftar Nama Perusahaan Manufaktur……………………………………….50
3. Daftar Perhitungan Biaya Pinjaman…………………………………………53
4. Daftar Perhitungan Biaya Ekuitas……………………………………………56
5. Data dengan Nilai Ekstrim………………………………………………………59
6. Data tanpa Nilai Ekstrim…………………………………………………………62
7. Uji Normalitas Data……………………………………………………………….64
8. Uji Autokorelasi…………………………………………………………………….64
9. Uji Regresi Berganda Melewati Titik (0,0)……………………………….65
10. Uji Regresi Berganda……………………………………………………………..66
xiii
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa besar tingkat pengungkapan informasi dalam laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ pada tahun 2002 sampai 2003, dan meneliti beberapa faktor yang sekiranya mempunyai pengaruh terhadap tingkat pengungkapan tersebut. Faktor-faktor tersebut, yang merupakan variabel independen adalah Biaya pinjaman, Biaya ekuitas, Prosentase kepemilikan manajerial, Laba, Prosentase perubahan laba, dan Shareholder’s Equity. Sedangkan variabel dependennya diwakili oleh tingkat pengungkapan informasi laporan tahunan dengan pemberian skor atas pengungkapan item-item yang terdapat pada laporan tahunan.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ, dengan periode penelitian tahun 2002 sampai 2003. Pengolahan dan analisis data menggunakan regresi berganda (Multiple Regression) dengan alat bantu Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya modal pinjaman mempunyai pengaruh signifikan dan mempunyai dampak positif dengan pengungkapan, sedangkan variabel independen yang lain tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengungkapan perusahaan.
xiv
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Informasi yang diungkapkan dalam laporan tahunan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu pengungkapan wajib (Mandatory disclosure) dan pengungkapan sukarela ( Voluntary disclosure ). Pengungkapan wajib merupakan pengungkapan yang diharuskan oleh peraturan yang berlaku, dalam hal ini adalah peraturan yang ditetapkan oleh lembaga yang berwenang. Sedangkan pengungkapan sukarela adalah pengungkapan yang melebihi dari yang diwajibkan.
Disclosure dalam laporan tahunan merupakan sumber informasi untuk pengambilan keputusan investasi. Keputusan investasi sangat tergantung dari mutu dan luas pengungkapan yang disajikan dalam laporan tahunan. Mutu dan luas pengungkapan laporan tahunan masing-masing berbeda. Perbedaan ini terjadi karena karakteristik dan filosofi manajemen masing-masing perusahaan juga berbeda. Selain digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, disclosure dalam laporan tahunan juga digunakan sebagai sarana pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
Penelitian mengenai kelengkapan pengungkapan (disclosure) dalam laporan tahunan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Penelitian semacam ini akan memberikan gambaran mengenai kondisi suatu perusahaan, serta memberikan gambaran tentang sifat
2
perbedaan kelengkapan ungkapan antar perusahaan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dalam pencapaian efisiensi dan sebagai sarana akuntabilitas publik, pengungkapan laporan keuangan menjadi faktor yang signifikan. Pengungkapan laporan keuangan dapat dilakukan dalam bentuk penjelasan mengenai kebijakan akuntansi yang ditempuh, metode persediaan, jumlah saham yang beredar dan ukuran alternatif, misalnya pos-pos yang dicatat berdasar historical cost. (Ainun dan Fuad : 2000).
Penelitian-penelitian yang menghubungkan variabel-variabel tertentu dengan disclosure telah banyak dilakukan, beberapa penelitian yang telah dilakukan antara lain penelitian yang dilakukan Botosan (1997) yang menguji luas ungkapan sukarela dalam laporan tahunan, terhadap biaya ekuitas. Di Indonesia ada dua studi yang menguji hubungan luas pengungkapan sukarela dan biaya ekuitas yaitu Astuti (1999) dan Gulo (1999). Sengupta (1998) menguji dampak kualitas ungkapan terhadap biaya pinjaman (Cost of Debt).
Shangvi dan Desai (1971) dalam Subiyantoro (1996) mengutarakan bahwa rentabilitas ekonomi dan profit margin yang tinggi, akan mendorong para manajer untuk memberikan informasi yang lebih terperinci, sebab mereka ingin menyakinkan investor terhadap profitabilitas perusahaan dan mendorong kompensasi terhadap manajemen. Di bagian lain, secara terpisah beberapa peneliti kembali menguji kegunaan dan informasi yang jelas tentang data keuangan, khususnya informasi laba, dalam kurun waktu yang relatif panjang. Dengan menggunakan hubungan statistis antara data akuntansi (laba) dan data pasar
3
modal, peneliti tersebut ingin menguji apakah terdapat perubahan kegunaan informasi keuangan bagi investor.
Ainun dan Fuad (2000) melakukan penelitian tentang analisis hubungan antara kelengkapan pengungkapan laporan keuangan dengan struktur modal dan tipe kepemilikan perusahaan. Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa leverage keuangan mempunyai hubungan yang signifikan positif terhadap indeks kelengkapan pengungkapan. Di sisi lain tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara kepemilikan saham oleh publik dengan kelengkapan pengungkapan.
Banyaknya penelitian terdahulu yang meneliti pengaruh beberapa variabel keuangan tertentu terhadap pengungkapan dalam laporan keuangan, mendorong untuk melakukan pengujian lebih lanjut atas temuan-temuan empiris mengenai variabel-variabel yang mempengaruhi pengungkapan laporan keuangan perusahaan.
Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini mengambil judul
“VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI LUAS PENGUNGKAPAN DALAM LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah biaya pinjaman, biaya ekuitas, prosentase kepemilikan manajerial, laba, prosentase perubahan laba, dan
4
shareholders’equity mempunyai pengaruh terhadap luas pengungkapan perusahaan ?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris apakah terdapat pengaruh faktor-faktor seperti biaya pinjaman, biaya ekuitas, prosentase kepemilikan manajerial, laba, prosentase perubahan laba, dan shareholders’equity terhadap luas pengungkapan laporan keuangan pada industri manufaktur.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan yaitu:
1. Memberikan kontribusi praktis bagi manajemen perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan, mengenai minimum disclosure agar informasi yang disajikan dapat bermanfaat untuk analisis dan pengambilan keputusan investasi.
2. Bagi BAPEPAM dan Penyusun SAK membantu untuk mengembangkan, mengubah, menambah dan menjelaskan standar akuntansi yang berlaku untuk menciptakan pasar modal yang efisien.
3. Bagi investor dan kreditor penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk melakukan investasi dan memberikan kredit pada suatu perusahaan.
5
4. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teori terutama untuk penelitian yang sama di masa yang akan datang.
5. Menambah literatur mengenai aspek fundamental yang berkaitan dengan kegunaan laporan keuangan.
6
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan skripsi ini dibagi menjadi lima bab yaitu:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penelitian.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini membahas mengenai teori-teori yang digunakan sebagai dasar penelitian dan pembahasan selanjutnya, penelitian- penelitian terdahulu dan pengembangan hipotesa penelitian.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Menguraikan tentang populasi dan sampel, jenis dan sumber data, variabel penelitian yang digunakan beserta pengukurannya, perumusan model penelitian, penjelasan uji normalitas data, uji asumsi klasik dan uji hipotesa.
BAB IV ANALISIS DATA
Membahas tentang gambaran hasil pengolahan data dan pengujian hipotesis.
BAB V PENUTUP
Merupakan kesimpulan dari hasil analisa yang telah dilakukan, saran-saran yang mungkin dapat dipergunakan dalam pengembangan perusahaan dan keterbatasan penelitian.
7
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Disclosure dalam Laporan Keuangan
Dalam Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) Nomor 1, dinyatakan bahwa laporan keuangan harus menyajikan informasi yang berguna untuk investor dan calon investor, kreditur, dan pemakai lain dalam pengambilan keputusan investasi, kredit dan keputusan lain yang sejenis yang rasional. Informasi tersebut harus dapat dipahami oleh mereka yang mempunyai wawasan bisnis dan ekonomi. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan agar dapat dipahami dan tidak menjadikan salah intepretasi, maka penyajian laporan keuangan harus disertai dengan disclosure yang cukup (adequate disclosure) artinya informasi yang disajikan tidak berlebihan namun juga tidak kurang sehingga tidak menyesatkan orang yang membacanya.
Informasi yang diungkapkan dalam laporan tahunan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu pengungkapan wajib (Mandatory disclosure) dan pengungkapan sukarela ( Voluntary disclosure ). Pengungkapan wajib merupakan pengungkapan yang diharuskan oleh peraturan yang berlaku, dalam hal ini adalah peraturan yang ditetapkan oleh lembaga yang berwenang. Sedangkan pengungkapan sukarela adalah pengungkapan yang melebihi dari yang diwajibkan. Disclosure dalam laporan tahunan merupakan sumber informasi untuk pengambilan keputusan investasi. Keputusan investasi sangat tergantung dari mutu dan luas pengungkapan yang disajikan dalam laporan tahunan. Mutu dan luas
8
pengungkapan laporan tahunan masing-masing berbeda. Perbedaan ini terjadi karena karakteristik dan filosofi manajemen masing-masing perusahaan juga berbeda. Selain digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan disclosure dalam laporan tahunan juga digunakan sebagai sarana pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
Salah satu cara untuk mengukur kualitas pengungkapan yang digunakan dalam penelitian-penelitian sebelumnya adalah berdasarkan daftar item pengungkapan yang terdapat dalam laporan tahunan. Pengukuran kualitas pengungkapan tersebut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu memberi bobot kepada setiap item dan tanpa memberi bobot pada item pengungkapan tersebut. Pengukuran kualitas pengungkapan tanpa pembobotan telah dilakukan oleh beberapa peneliti misalnya Subiyantoro (1997), dan Suripto (1998). Pengukuran kualitas pengungkapan yang dilakukan dengan pemberian bobot pada setiap item akan didasarkan pada hasil wawancara atau kuesioner yang ditujukan kepada berbagai pihak yang berkepentingan dengan laporan tahunan. Cara pengukuran kualitas pengungkapan dengan pembobotan tersebut telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya, misalnya, Botosan (1997), dan Shanghvi dan Desai (1971) dalam Gunawan dan Susanto (2004),. Beberapa penelitian mengenai pengungkapan menggunakan indeks pengungkapan (disclosure index) sebagai indikator empiris tingkat pengungkapan. Indeks pengungkapan merupakan rasio antara jumlah elemen informasi yang dipenuhi dengan jumlah elemen informasi yang diharapkan.
9
Suatu studi empiris membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan sebenarnya enggan untuk memperluas pengungkapan laporan keuangan tanpa tekanan dari profesi akuntansi atau pemerintah. Akan tetapi, pengungkapan merupakan hal yang vital bagi pengambilan keputusan optimal para investor dan untuk pasar modal yang stabil. Pengungkapan informasi yang relevan cenderung untuk mencegah kejutan yang mungkin dapat mengubah secara total masa depan perusahaan. Hal itu juga cenderung memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada para investor terhadap informasi keuangan yang disediakan bagi mereka (Hendriksen, 1997).
Alat analisis terakhir digunakan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi pengungkapan laporan keuangan yang dibahas dalam penelitian ini adalah analisis regresi. Regresi dalam pengertian modern adalah studi bagaimana variabel dependen dipengaruhi oleh satu atau lebih variabel independen dengan tujuan untuk mengestimasi dan atau memprediksi nilai rata-rata variabel dependen didasarkan pada nilai variabel independen yang diketahui (Widarjono, 2005). Penelitian ini menggunakan regresi berganda sebagai alat analisis, karena dalam analisis regresi dapat menjelaskan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen yang menunjukkan hubungan satu arah, yaitu pengaruh variabel-variabel yang mempengaruhi pengungkapan. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Biaya pinjaman (Cost of Debt), Biaya ekuitas (Cost of Equity), Prosentase kepemilikan manajerial (Manajerial Ownership), Laba, Prosentase perubahan laba, dan Shareholders’Equity. Sedangkan untuk variabel dependennya adalah tingkat
10
pengungkapan laporan keuangan perusahaan karena disclosure merupakan sarana pencapaian efisiensi dan sebagai sarana akuntabilitas publik yang signifikan.
2.2 Pengaruh Biaya Pinjaman (Cost of Debt) terhadap Disclosure
Biaya pinjaman adalah tingkat pengembalian yang diberikan kepada investor. Biaya pinjaman merupakan proksi hutang yang dimiliki perusahaan pada saat itu. Semakin besar biaya pinjaman yang ditanggung oleh perusahaan, berarti perusahaan tersebut memiliki hutang yang besar pula. Pada kondisi tersebut perusahaan berusaha menutupi keadaan perusahaan yang sebenarnya agar tidak terjadi penurunan harga saham. Di sisi lain investor memerlukan pengungkapan informasi laporan keuangan yang memadai untuk menjamin bahwa investasinya kepada perusahaan memiliki resiko sesuai dengan apa yang telah diperkirakan. Adanya tuntutan dari ivestor tersebut mendorong perusahaan untuk mengungkap laporan keuangannya secara lebih luas. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi biaya modal pinjaman maka semakin tinggi pula tingkat pengungkapan laporan keuangan perusahaan. Ainun dan Fuad (2000) menyatakan bahwa perusahaan dengan rasio hutang atas tinggi akan mengungkapkan lebih banyak informasi dalam laporan keuangan daripada perusahaan dengan rasio hutang yang rendah. Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis yang dapat diajukan adalah sebagai berikut :
H1 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara Cost of Debt terhadap pengungkapan laporan keuangan perusahaan.
11
2.3 Pengaruh Biaya Ekuitas (Cost of Equity) terhadap Disclosure
Biaya ekuitas mencerminkan besar ekuitas yang dimiliki perusahaan. Semakin besar biaya ekuitas yang ditanggung perusahaan maka semakin tinggi pula ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan. Pada kondisi seperti ini biasanya perusahaan tidak akan menutup-nutupi keadaan yang sebenarnya, perusahaan cenderung mengungkap laporan keuangannya tanpa ragu-ragu. Akan tetapi jika biaya ekuitas kecil perusahaan cenderung menutupi laporan keuangannya. Tetapi di lain pihak, investor ingin mengetahui kondisi perusahaan pada saat itu sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasinya. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah biaya ekuitas yang ditanggung perusahaan maka perusahaan dituntut untuk mengungkapkan laporan keuangannya secara lebih luas.
Penelitian kualitas disclosure berkaitan dengan Cost of Equity telah banyak dilakukan salah satunya adalah penelitian Komalasari dan Baridwan (2002) yang menunjukkan bahwa penurunan Cost of Equity bagi perusahaan yang timbul dari menurunnya asimetri informasi di antara pelaku pasar (investor) dapat mendorong mereka untuk membuat kebijakan pengungkapan informasi akuntansi yang lebih baik. Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan hipotesa sebagai berikut :
H2 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara Cost of Equity terhadap pengungkapan laporan keuangan perusahaan.
12
2.4 Pengaruh Prosentase Kepemilikan Manajerial terhadap Disclosure
Prosentase kepemilikan manajerial yaitu prosentase saham yang dimiliki oleh manajemen dalam hal ini dewan komisaris dan direksi yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan. Dalam kaitannya dengan kepemilikan manajerial, pengungkapan perusahaan biasanya dilakukan untuk mengendalikan konflik kepentingan antara pemegang saham, kreditur dan manajemen. Maka dapat disimpulkan bahwa pengungkapan erat kaitannya dengan hubungan keagenan antara manajemen dan pemilik serta antara pemilik (melalui manajemen) dengan kreditur. Dengan pengungkapan yang lebih luas, manajemen berusaha menurunkan potensi konflik yang akan menaikkan biaya pengawasan.
Hal ini mengindikasikan bahwa manajemen sangat berperan penting dalam setiap keputusan-keputusan yang akan diambil demi kelangsungan hidup suatu perusahaan. Manajemenlah yang menentukan kebijakan-kebijakan perusahaan agar tujuan perusahaan tercapai. Hasil kerja manajemen ini akan dipertanggungjawabkan dan pertanggungjawaban ini dapat diungkapkan dalam laporan keuangan perusahaan. Sehingga diperkirakan jumlah kepemilikan saham manajerial akan dapat memepengaruhi pengungkapan laporan keuangan perusahaan.
Penelitian terdahulu dilakukan oleh Khomsiyah (2003) menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan secara signifikan dengan pengungkapan adalah prosentase kepemilikan manajreial. Akan tetapi penelitian ini tidak dapat membuktikan perusahaan yang mempunyai prosentase kepemilikan manajerial besar atau kecil yang akan mempengaruhi manajer perusahaan dalam melakukan
13
pengungkapan informasi suatu perusahaan. Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
H3 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara prosentase kepemilikan manajerial terhadap pengungkapan laporan keuangan perusahaan.
2.5 Pengaruh Laba dan Perubahan Laba terhadap Disclosure
Laba adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak bersal dari kontribusi penanam modal (Ghozali, 2003). Laba seringkali diklaim sebagai indikator dari kemampuan perusahaan untuk membayar deviden. Apabila manajemen memutuskan untuk mendasarkan deviden secara kaku pada bagian yang tetap dari laba bersih, maka laba bersih yang diproyeksikan merupakan satu-satunya yang diperlukan investor untuk mengestimasikan deviden di masa depan. Oleh karena itu informasi tentang laba yang diperoleh perusahaan sangat penting untuk diungkapkan dalam laporan keuangan perusahaan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan bagi investor.
Sedangkan prosentase perubahan laba merupakan laba per lembar saham pada tahun tertentu dan laba per tahun sebelumnya dibagi dengan harga saham. Prosentase perubahan laba merupakan ukuran tingkat profitabilitas suatu perusahaan. Prosentase perubahan laba ini merupakan bahan pertimbangan pengambilan keputusan bagi investor dalam menentukan investasinya. Prosentase
14
perubahan laba ini sangat perlu untuk diungkapkan di dalam laporan keuangan perusahaan guna membantu pihak-pihak yang membutuhkan informasi tersebut.
Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang menguji keterkaitan antara laba dengan pengungkapan laporan keuangan perusahaan diantaranya, penelitian Fitriani (2001) dalam Simanjuntak (2003) menunjukkan bahwa terdapat faktor yang mempengaruhi tingkat pengungkapan dalam laporan keuangan perusahaan yang salah satunya adalah net profit margin. Penelitian lain dilakukan oleh Simanjuntak (2003) menyatakan bahwa variabel profitabilitas mempengaruhi tingkat pengungkapan laporan keuangan perusahaan manufaktur. Penelitian Shanghvi dan Desai (1971) dalam Subiyantoro (1996) juga menunjukkan bahwa rentabilitas ekonomi dan profit margin yang tinggi akan mendorong para manajer untuk memberikan informasi yang terperinci, sebab mereka ingin meyakinkan investor terhadap profitabilitas perusahaan dan mendorong kompensasi terhadap manajemen. Dalam penelitiannya, Subiyantoro (1996) juga mengutarakan bahwa manajemen cenderung untuk mengungkap informasi secara terperinci ketika perusahaan mengalami tingkat perubahan laba tinggi. Tetapi, jika perusahaan mengalami tingkat perubahan laba yang rendah, manajemen cenderung untuk menyembunyikan alasan penurunan dengan mengungkap lebih sedikit informasi.
Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan hipotesa sebagai berikut :
H4 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara laba terhadap pengungkapan laporan keuangan perusahaan.
H5 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara prosentase perubahan laba terhadap pengungkapan laporan keuangan perusahaan.
15
2.6 Pengaruh Shareholders’Equity terhadap Disclosure
Shareholders’Equity merupakan kepemilikan perusahaan oleh masyarakat publik. Pengertian publik disini adalah pihak individu yang berada diluar lingkar manajemen dan tidak memiliki hubungan istimewa dengannya. Sementara itu perusahaan perseroan (PT) yang memiliki saham tidak dikategorikan publik. Hal ini dikarenakan ada kemungkinan pemilik PT tersebut adalah pihak yang memiliki hubungan istimewa. Skala dari variabel ini adalah prosentase saham yang dimiliki oleh publik.
Penelitian Ainun dan Fuad (2000) mengemukakan bahwa adanya perbedaan dalam proporsi saham yang dimiliki oleh investor luar dapat mempengaruhi kelengkapan pengungkapan oleh perusahaan. Hal ini karena semakin banyak pihak yang membutuhkan informasi tentang perusahaan, semakin banyak pula detail-detail yang dituntut untuk dibuka dan dengan demikian pengungkapan perusahaan semakin luas. Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan hipotesa sebagai berikut :
H6 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara shareholders’equity terhadap pengungkapan laporan keuangan perusahaan.
16
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Obyek Penelitian
Obyek penelitian ini adalah laporan keuangan dan pengungkapan dalam laporan tahunan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Periode data yang digunakan dalam penelitian ini mulai tahun 2002 sampai dengan tahun 2003. Dalam penelitian ini terdapat 94 perusahaan manufaktur yang digunakan.
3.2 Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang tidak diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti, melainkan data diperoleh melalui Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Data yang diambil adalah data laporan keuangan dan pengungkapannya, laba per lembar saham (EPS), harga pasar per lembar saham sekarang, prosentase kepemilikan saham, laba, prosentase perubahan laba, dan shareholders’equity.
3.3 Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel dependen dan variabel independen.
17
3.3.1 Variabel Dependen
Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengungkapan dalam laporan keuangan (disclosure). Tingkat pengungkapan informasi pada laporan tahunan menggunakan instrumen indeks disclosure yang dikembangkan dari berbagai sumber literatur yang kemudian dipilih dan disesuaikan dengan keadaan perusahaan di Indonesia. Pengukuran tingkat pengungkapan informasi dalam laporan tahunan dengan memberikan skor pada item-item pengungkapan yang terdapat pada laporan tahunan perusahaan. Peraturan skoring tingkat pengungkapan adalah sebagai berikut :
1. Pemberian skor untuk setiap item pengungkapan dilakukan secara dikotomis, dimana item yang diungkapkan diberi nilai satu sementara jika item tersebut tidak diungkapkan diberi nilai nol. Dalam pemberian skor ini, tidak ada pembobotan atas item pengungkapan.
2. Skor yang diperoleh tiap perusahaan dijumlahkan untuk mendapatkan skor total.
3. Penghitungan indeks pengungkapan tiap perusahaan dilakukan dengan cara membagi skor total tiap perusahaan dengan skor total yang diharapkan.
18
3.3.2 Variabel Independen
Variabel independen atau penjelas dalam penelitian ini adalah variabel-variabel yang mempengaruhi pengungkapan diantaranya adalah Biaya pinjaman, Biaya Ekuitas, Prosentase kepemilikan manajerial, Laba, Prosentase perubahan laba, dan shareholders’equity.
3.3.2.1 Biaya Pinjaman (Kd)
Biaya pinjaman merupakan tingkat pengembalian yang diberikan kepada investor. Variabel ini diukur dengan mengalikan biaya bunga sebelum pajak dengan satu dikurangi tingkat pajak.
3.3.2.2 Biaya Ekuitas (Ke)
Biaya ekuitas merupakan tingkat pengembalian atas seluruh investasi yang meliputi seluruh tingkat pengembalian oleh pemegang saham. Biaya ekuitas dapat diukur menggunakan proyeksi laba per lembar saham yang dihubungkan dengan harga pasar saham sekarang.
3.3.2.3 Prosentase Kepemilikan Manajerial (OWNSP)
Prosentase kepemilikan manajerial merupakan prosentase saham yang dimiliki oleh manajemen (Dewan komisaris dan Direksi) yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan perusahaan. Kepemilikan manajerial di ukur sesuai dengan proporsi kepemilikan saham yang dimiliki oleh manajerial.
19
3.3.2.4 Laba (EARN)
Laba adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak bersal dari kontribusi penanam modal (Ghozali, 2003). Laba dapat diukur berdasarkan mata uang negara yang bersangkutan.
3.3.2.5 Prosentase Perubahan Laba (ΔEARN)
Prosentase perubahan laba merupakan laba per lembar saham pada tahun tertentu dan laba per tahun sebelumnya dibagi dengan harga saham. Prosentase perubahan laba mempunyai indikator perubahan laba setelah dikurangi laba atau rugi kurs, yang diukur dengan satuan prosentase.
3.3.2.6 Shareholders’Equity (SE)
Shareholders’Equity merupakan kepemilikan perusahaan oleh masyarakat publik. Prosentase Shareholders’Equity menunjukkan besarnya investasi oleh para pemilik aset sebuah perusahaan. Shareholders’Equity dikontrol dengan menggunakan variabel dummy yang bersifat dikotomis. Variabel ini bernilai 1 jika bernilai positif dan jika nilainya negatif maka nilainya 0.
20
3.4 Perumusan Model
Model yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah model umum persamaan regresi linier berganda (Multipple Regression Analysis) dan pengolahannya menggunakan alat bantu statistik Microsoft EXCEL 2000. Analisa ini untuk menguji variabel-variabel yang memepengaruhi disclosure. Model dalam penelitian ini adalah :
DSCORE = α + β1Ke + β2Kd + β3OWNSP + β4EARN + β5 ΔEARN
+ D1 SE + e
Keterangan :
DSCORE = Skor disclosure
Ke = Biaya ekuitas
Kd = Biaya pinjaman
OWNSP = Prosentase kepemilikan saham oleh pihak manajemen
EARN = Laba
ΔEARN = Prosentase perubahan laba
SE = Dummy Shareholder’s Equity
e = Koefisien Error
Dalam melakukan analisa regresi dengan menggunakan data keuangan sering dijumpai adanya outliers berupa data yang nilainya ekstrim. Keberadaan outliers dalam penelitian ini ditandai dengan adanya nilai skewness yang tinggi lebih dari 3 (Djarwanto, 1996). Adanya nilai ekstrim pada data dapat menimbulkan terjadinya kebiasan dan mengganggu validitas data, untuk
21
menghindarinya maka data yang mempunyai nilai ekstrim akan dikeluarkan dari sampel.
3.5 Uji Normalitas Data
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen, variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi datanya normal atau mendekati normal. Dalam penelitian ini normalitas data ditunjukkan dengan besarnya nilai skewness dan kurtosis yang dijelaskan dalam deskriptif statistik.
3.6 Uji Asumsi Klasik
Model regresi di atas secara teoritis akan menghasilkan nilai parameter model penduga yang akurat bila memenuhi asumsi klasik regresi. Asumsi klasik yang harus dipenuhi tersebut diantaranya adalah uji autokorelasi.Uji autokorelasi yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Autokorelasi merupakan masalah khusus dalam penggunaan sample runtun waktu, karena sample yang digunakan pooled time series cross-section dengan jumlah perusahaan lebih besar dibandingkan dengan jumlah periode sampel, maka permasalahan autokorelasi tidak menyebabkan terjadinya bias dalam estimasi (Triyono & Jogiyanto Hartono,2000). Model regresi yang baik adalah yang bebas
22
dari autokorelasi. Menurut Agus Endro Suwarno (2004) model regresi tidak terdapat masalah autokorelasi jika nilai korelasinya masih di bawah 90%.
3.7 Uji Hipotesa
pengujian hipotesa untuk mengetahui apakah Biaya Ekuitas, Biaya Pinjaman, prosentase kepemilikan manajerial, laba, prosentase perubahan laba, dan shareholders’equity mempunyai pengaruh terhadap tingkat pengungkapan dalam laporan keuangan perusahaan.
Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan menggunakan bantuan program software Microsoft Excel dalam perhitungannya. Pengujian hipotesa tentang kemampuan variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen di atas dapat menggunakan alat analisa statistik berupa P-value yang menunjukkan kemungkinan kesalahan prediksi suatu variabel berdasarkan model yang sudah dibuat. Kriteria P-value yang dipakai dalam penelitian ini adalah :
1. P-value > 10 % = tidak signifikan
2. P-value 5 % sampai dengan 10 % = signifikan lemah
3. P-value 1 % sampai dengan 4,999 % = signifikan moderat
4. P-value < 1 % = signifikan kuat
23
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini akan disajikan hasil analisis mengenai pengaruh biaya pinjaman, biaya ekuitas, kepemilikan manajerial, laba, perubahan laba, dan shareholders’ equity terhadap disclosure. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan model regresi linier berganda dengan alat bantu statistik Microsoft EXCEL 2000.
4.1. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif digunakan untuk melihat tingkat normalitas data yang digunakan untuk penelitian. Tingkat normalitas data dapat dilihat berdasarkan pada besarnya skewness dan kurtosis. Skewness akan menunjukkan tingkat kemencengan data, jika jumlahnya semakin besar maka data tersebut semakin menceng, artinya data tidak tersebar dengan rata yang disebabkan oleh data yang ekstrim. Sedangkan kurtosis adalah tingkat kelancipan data, semakin besar kurtosis maka data akan semakin baik.
Deskripsi variabel menunjukkan bahwa tingkat pengungkapan informasi dari 107 perusahaan manufaktur sebagai sampel dapat ditunjukkan pada tabel 4.1.1.
24
Tabel 4.1.1 Deskriptive Data
Kd
Ke
OWNSP
EARN
ΔEARN
DSCORE
Mean
78085977558
1068355,3
1,2819626
87966,85
-101,3075
67,537108
Std Dev
2,99148E+11
3626852,9
3,6344446
632432,01
414,588
7,1072239
Kurtosis
36,98824983
28,951409
18,154518
24,990709
24,025965
-0,6626511
Skewness
5,916427468
5,2040859
4,0494348
2,2283685
-4,522401
0,197492
Minimum
0
4555,5556
0
-2421170
-2866,6
53,921569
Maximum
2,15497E+12
25666667
23,08
4421583
418,6
84,313725
Dari hasil deskripsi statistik pada tabel 4.1.1 menunjukkan data ekstrim yang cukup besar pada beberapa variabel yang digunakan dalam penelitian. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya nilai skweness yang cukup besar pada beberapa variabel. Untuk memperoleh normalitas data yang lebih baik data ekstrim yang ada harus dihilangkan. Jumlah perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini semula berjumlah 107 perusahaan, setelah dilakukan eleminasi data ekstrim jumlah perusahaan menjadi 94 dengan data ekstrim yang dihilangkan berjumlah 13 perusahaan.
Tabel 4.1.2 Deskriptive Data
Kd
Ke
OWNSP
EARN
ΔEARN
DSCORE
Mean
9,664288664
5,2258792
1,3637234
66509,777
-99,393617
67,730496
Std Dev
1,227510536
0,6610008
3,8302823
648312,49
417,46175
7,2225197
Kurtosis
-0,14136011
1,5141981
16,314728
26,087144
25,972577
-0,6952923
Skewness
-0,26465528
0,7673794
3,8765303
2,3018247
-4,6938286
0,1878766
Minimum
6,333348065
3,6585413
0
-2421170
-2866,6
53,921569
Maximum
12,33344125
7,3159703
23,08
4421583
418,6
84,313725
Variabel biaya pinjaman (Kd) mempunyai nilai rata-rata sebesar 9,664288664 lebih besar daripada standar deviasinya yang besarnya adalah 1,227510536. Besarnya nilai standar deviasi ini menunjukkan bahwa data sangat
25
terkumpul, hal ini didukung oleh nilai kurtosisnya yang sebesar -0,14136011 menunjukkan data sangat terkumpul di sekitar rata-rata. Berdasarkan nilai rata-rata, standar deviasi dan kurtosis diatas dapat disimpulkan bahwa data bersifat homogen dan tidak bermasalah.
Variabel biaya ekuitas (Ke) mempunyai nilai rata-rata sebesar 5,2258792 dan standar deviasinya sebesar 0,6610008 nilai ini lebih kecil daripada nilai rata-ratanya. Perbandingan kedua nilai tersebut menunjukkan bahwa data terkumpul dan hal ini ditunjukkan dengan rentang nilai minimum 3,6585413 dan nilai maksimum 7,3159703, rentang nilai tersebut mendukung pernyataan bahwa data terkumpul. Hal ini didukung dengan nilai kurtosisnya yaitu sebesar 1,5141981 dan nilai skwenessnya sebesar 0,7673794, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data di atas tidak bermasalah.
Kepemilikan manajerial (OWNSP), variabel ini mempunyai rata-rata yang cukup kecil 1.36 % dan mempunyai standar deviasi sebesar 3.83 % nilai tersebut diatas nilai rata-ratanya. Kedua nilai tersebut tidak didukung dengan nilai kurtosisnya yang cukup tinggi yaitu sebesar 16.31 % dan nilai skwenessnya sebesar 3.87 %. Hal ini menunjukkan adanya data ekstrim dan kurva distribusi menceng kesebelah kanan.
Untuk memperoleh normalitas data yang lebih baik, data ekstrim yang ada harus dihilangkan atau dimanipulasi agar tidak mengganggu hasil analisa. Manipulasi data menggunakan LOG atau LN untuk menormalisasikan data agar menjadi lebih baik tidak mungkin digunakan karena data yang digunakan dalam penelitian sangat banyak yang bernilai 0 dan jika data ekstrim tersebut
26
dihilangkan maka data yang tersisa menjadi sangat sedikit sehingga tidak dapat diperoleh kesimpulan yang baik, dengan demikian untuk memperoleh hasil kesimpulan yang baik data yang bernilai 0 tetap digunakan.
Berbeda dengan variabel EARN (laba) perusahaan yang mempunyai nilai standar deviasi sebesar 648312,49 dengan nilai rata-rata sebesar 66509,777 menujukkan data tersebar. Nilai kurtosis yang cukup tinggi yaitu sebesar 26,087144 menunjukkan bahwa data terkumpul. Nilai kurtosis yang tinggi dan dengan nilai skewness sebesar 2,3018247 menunjukkan bahwa data yang digunakan terdapat data ekstrim. Untuk memperoleh normalitas data yang lebih baik data ekstrim yang ada harus dihilangkan atau dimanipulasi. Akan tetapi jika data ekstrim dihilangkan maka data yang tersisa menjadi sangat sedikit sedangkan jika menghitung dengan LOG atau LN tidak mungkin digunakan karena terdapat data yang negatif oleh karena itu penelitian ini tetap menggunakan data ekstrim yang ada.
Variabel ΔEARN yaitu prosentase perubahan laba mempunyai standar deviasi sebesar 417.46 % yang lebih besar dari rata-ratanya sebesar –99.39 % dengan perbedaan antara nilai minimum sebesar -2866,6 % dan nilai maximum sebesar 418,6 % yang cukup besar sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebar. Nilai kurtosis yang cukup tinggi yaitu sebesar 25,972577 dan nilai skweness yang sangat rendah yaitu sebesar -4,6938286 menunjukkan kurva distribusi menceng kekiri. Hal ini menunjukkan sebagian data tersebar tetapi tidak menggangu homogenitas data dan data ekstrim yang ada dapat diabaikan.
27
Variabel SE (Shareholders’ Equity) dikontrol dengan menggunakan variabel dummy. Variabel ini bernilai 1 jika SE bernilai positif dan jika nilainya negatif maka nilainya 0.
Variabel DSCORE (Skor Disclosure) mempunyai standar deviasi jauh lebih kecil dengan nilai rata-ratanya yaitu sebesar 7.22 % dan nilai rata-ratanya sebesar 67.73 %. Sedangkan nilai skewness yang sangat kecil dibawah 1 yaitu sebesar 0,1878766 dan nilai kurtosis sebesar -0,6952923 menunjukkan data normal dan tidak bermasalah.
4.2. Pengaruh Biaya Ekuitas, Biaya Pinjaman, Kepemilikan Manajerial, Laba, Perubahan Laba dan Shareholders’ Equity Terhadap Disclosure
Persamaan regresi linier yang digunakan untuk menguji pengaruh Pengaruh Biaya Pinjaman, Biaya Ekuitas, Kepemilikan Manajerial, Laba, Perubahan Laba dan Shareholder’s Equity Terhadap Disclosure adalah ;
DSCORE = α + β1Ke + β2Kd + β3OWNSP + β4EARN + β5 ΔEARN
+ D1 SE + e
Keterangan :
DSCORE = Skor disclosure
Ke = Biaya ekuitas
Kd = Biaya pinjaman
OWNSP = Prosentase kepemilikan saham oleh pihak manajemen
EARN = Laba
ΔEARN = Prosentase perubahan laba
28
SE = Dummy Shareholder’s Equity
e = Koefisien Error
Pengujian asumsi klasik yang dilakukan pada model regresi di atas adalah autokorelasi. Hal ini dilakukan karena model regresi yang baik diantaranya adalah bebas autokorelasi.
4.2.1 Uji Autokorelasi
Uji autokolerasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain.
Tabel 4.2.1 Pengujian Autokorelasi
kd
ke
OWNSP
EARN
ΔEARN
SE
DSCORE
kd
1
ke
0,1821671
1
OWNSP
-0,1510109
-0,129412159
1
EARN
0,165648
-0,132899245
-0,011007667
1
ΔEARN
-0,0103099
-0,266818384
0,086665781
0,0477197
1
SE
-0,0170426
-0,322151355
0,142996183
0,2514535
0,3758453
1
DSCORE
0,4508754
-0,061983258
-0,0026445
0,1258548
0,0294252
0,0889278
1
Hasil uji autokorelasi disajikan pada tabel 4.2.1. Berdasarkan uji korelasi yang telah dilakukan, nilai berada dalam kisaran batas tidak terdapat autokorelasi. Nilai korelasi berada dalam kisaran 0.0 sampai dengan 0.4, nilai ini menunjukkan bahwa tingkat korelasi rendah. Dengan demikian maka variabel-variabel independen saling tidak berkorelasi satu dengan yang lain sehingga dapat
29
disimpulkan model merupakan model regresi yang cukup baik karena bebas autokorelasi.
4.2.2 Uji Regresi
Tabel 4.2.2. Uji Regresi
Regression Statistics
Multiple R
0,479993814
R Square
0,230394062
Adjusted R Square
0,17731779
Standard Error
6,550957627
Observations
94
F
4,340810959
Significance F
0,000704448
Uji regresi menggunakan pooled data menggunakan variabel dummy sebagai variable pengontrol (tabel 4.2.2). Dari pengujian tersebut dapat diketahui bahwa model regresi ini merupakan sebuah model yang cukup baik. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai F yang cukup tinggi 4,340810959 dan nilai Significance F sebesar 0,000704448. Hal ini menunjukkan bahwa model yang dibangun adalah model yang cukup baik karena memiliki kemungkinan kesalahan yang rendah.
Nilai adjusted R square sebesar 0,17731779 menunjukkan bahwa 17.73% keseluruhan variabel independen mempunyai pengaruh dalam menentukan variabel dependen, sedangkan 82.27% dipengaruhi oleh variabel lain. Nilai adjusted R square ini cukup rendah akan tetapi model regresi ini cukup baik karena didukung dengan nilai significance F yang rendah pula yaitu sebesar 0,000704448. Nilai standar error sebesar 6,550957627 menunjukkan ketepatan
30
dalam memprediksi variabel dependen, makin besar nilai standar error maka makin lemah dalam memprediksi variabel dependen.
Tabel 4.2.3
Coefficients
t Stat
P-value
Intercept
47,16693448
6,1825086
1,98559E-08
kd
2,821951012
4,87251
4,90433E-06
ke
-1,425400355
-1,2625467
0,210125865
OWNSP
0,089856298
0,4944427
0,622239775
EARN
1,93464E-07
0,1746906
0,861728673
ΔEARN
-0,000441088
-0,246949
0,805529499
SE
0,824167264
0,4939067
0,622616724
Nilai intercept sebesar 47,16693448 dan nilai p-value sebesar 1,98559E-08 menunjukkan bahwa nilai intercept mempunyai tingkat signifikansi sangat kuat sedangkan keseluruhan variabel tidak ada yang signifikan kecuali Kd. Dengan variabel intercept yang mempunyai tingkat signifikansi yang sangat kuat tersebut maka model yang dibangun menjadi model yang tidak baik. Oleh karena itu garis regresi dilewatkan titik 0.0 agar menjadi model regresi yang baik.
Tabel 4.2.4 Uji regresi
Regression Statistics
Multiple R
65535
R Square
-0,107732
Adjusted R Square
-0,1820349
Standard Error
7,8145905
Observations
94
F
-1,4264001
Significance F
#NUM!
Hasil uji regresi dilewatkan titik 0,0 menunjukkan dampak yang tidak baik, hal ini ditunjukkan dengan nilai significance F-nya yang menunjukkan
31
bahwa garis regresi tidak dapat dilewatkan garis 0,0. Berdasarkan uji regresi yang kedua dapat disimpulkan bahwa model yang dibangun mungkin dapat diterapkan di Amerika seperti penelitian-penelitian sebelumnya tetapi tidak dapat diterapkan di Indonesia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa uji regresi tetap menggunakan pengujian yang pertama.
4.2.2.1 Biaya Pinjaman (Cost of Debt)
Biaya pinjaman (Kd) merupakan tingkat pengembalian yang diberikan kepada investor. Pengujian terhadap biaya pinjaman menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap disclosure. Variabel biaya pinjaman (Kd) mempunyai koefisien sebesar positif 2,821951012 dengan tingkat signifikansi sebesar 4,90433E-06. Nilai ini menunjukkan besarnya biaya pinjaman sangat dipengaruhi oleh luas pengungkapan perusahaan. Hal ini berarti semakin besar biaya pinjaman yang ditanggung perusahaan maka akan samakin tinggi pula tingkat pengungkapan yang dilakukan perusahaan. Kondisi ini mengimplikasikan bahwa perusahaan dituntut untuk mengungkap laporan keuangannya secara lebih luas terutama pada laporan arus kas, karena arus kas mencerminkan bagaimana perusahaan dapat mengelola kas yang diterima dari sumber dana. Dengan kata lain investor memerlukan informasi yang memadai untuk menjamin bahwa dana yang diinvestasikan kepada perusahaan memiliki resiko sesuai yang telah diperkirakan. Hasil ini mendukung penelitian Ainun dan Fuad (2000) yang menunjukkan bahwa perusahaan dengan rasio hutang atas modal tinggi akan
32
mengungkapkan informasi dalam laporan keuangannya secara lebih luas daripada perusahaan yang mempunyai rasio hutang yang rendah.
Dari analisa regresi di atas dapat disimpulkan bahwa Ho pada pengujian signifikansi biaya pinjaman diterima atau Ha ditolak. Dengan kata lain, meningkatnya biaya pinjaman yang ditanggung perusahaan maka tingkat pengungkapan yang harus diungkapkan oleh perusahaan semakin meningkat. Dalam penelitian ini terdapat perusahaan yang tidak mempunyai hutang yang berbunga yang mengakibatkan hasil perhitungan biaya pinjaman menjadi 0, sehingga harus dihilangkan karena akan mengganggu hasil analisa. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk lebih memperhatikan sampel perusahaan yang digunakan.
4.2.2.2 Biaya Ekuitas (Cost of Equity)
Biaya ekuitas (Ke) merupakan tingkat pengembalian atas seluruh investasi perusahaan yang meliputi seluruh tingkat pengembalian oleh pemegang saham. Hasil uji regresi menunjukkan besarnya koefisien antara variabel biaya sendiri (Ke) dengan pengungkapan menunjukkan nilai negatif sebesar -1,425400355 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,210125865. Hasil ini menunjukkan bahwa menurunnya biaya ekuitas perusahaan mempengaruhi meningkatnya luas pengungkapan perusahaan walaupun hasilnya tidak signifikan secara statistik. Atau dengan kata lain semakin rendah biaya ekuitas yang dibebankan kepada investor akan menyebabkan semakin tingginya tingkat pengungkapan perusahaan. Hal ini berarti perusahaan harus memberikan
33
informasi yang akurat secara lebih baik karena semakin banyak disclosure yang dilakukan maka informasi asimetri yang terjadi dipasar modal semakin kecil dan biaya ekuitas yang ditanggung perusahaan juga semakin kecil. Hasil ini mengimplikasikan bahwa penurunan biaya ekuitas yang timbul dari menurunnya asimetri informasi diantara pelaku pasar (investor) dapat mendorong mereka untuk membuat kebijakan pengungkapan informasi akuntansi yang lebih baik.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif antara biaya ekuitas terhadap pengungkapan walaupun hasilnya tidak signifikan. Hal ini menunjukkan menurunnya biaya modal ekuitas perusahaan dapat mendorong para investor untuk membuat kebijakan informasi akuntansi perusahaan yang lebih baik. Dalam penelitian ini, penghitungan biaya ekuitas menggunakan proyeksi laba per lembar saham yang dihubungkan dengan harga pasar saham sekarang. Ukuran ini tidak memperhitungkan efek laba yang diinvestasikan kembali yang menciptakan nilai lebih lanjut bagi pemegang saham, hasil ini bersifat statis karena pertumbuhan laba di masa depan diabaikan. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya memasukkan pertumbuhan deviden untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
4.2.2.3 Prosentase Kepemilikan Manajerial (Manajerial Ownership)
Kepemilikan manajerial (OWNSP) yaitu prosentase saham yang dimiliki oleh manajemen dalam hal ini dewan komisaris dan direksi yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan perusahaan. Hasil analisis regresi menunjukkan koefisien OWNSP sebesar 0,089856298 dengan p-value sebesar
34
0,622239775 menunjukkan bahwa kenaikan prosentase kepemilikan manajerial tidak diikuti meningkatnya luas pengungkapan perusahaan. Hasil ini menunjukkan bahwa keberadaan dewan komisaris atau dalam hal ini dewan komisaris sebagai pemilik saham manajerial tidak mampu memberikan bukti dapat mempengaruhi luas pengungkapan perusahaan baik wajib maupun sukarela. Dalam hal ini penciptaan sistem pengawasan yang efektif yang dilakukan oleh dewan komisaris tidak mempengaruhi tingkat pengungkapan baik wajib maupun sukarela yang diberikan oleh perusahaan, akan tetapi lembaga yang berwenanglah yang mempengaruhi tingkat pengungkapan dalam laporan tahunan suatu perusahaan agar menjadi lebih efisien.
Hasil ini juga konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Ainun dan Fu’ad (2000) yang menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara prosentase kepemilikan saham dengan kelengkapan pengungkapan. Penelitian Healy, Hutton, dan Palepu (1999) juga menyatakan bahwa pengungkapan akan meningkat seiring meningkatnya prosentase kepemilikan manajerial perusahaan, dalam hal ini manajer dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui pengungkapan informasi dalam laporan keuangan perusahaan.
Dilihat dari uraian hasil regresi di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungannya antara kepemilikan manajerial terhadap tingkat pengungkapan perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa dewan komisaris sebagai badan pengawas tidak mampu memberikan bukti dapat mempengaruhi luas pengungkapan wajib maupun sukarela. Seperti halnya penelitian sebelumnya yang
35
menggunakan prosentase kepemilikan manajerial, secara keseluruhan variabel ini tidak dapat mewakili kepemilikan saham perusahaan karena variabel ini kebanyakan bernilai 0 sehingga hasil analisis menjadi bias. Untuk penelitian selanjutnya agar memperhatikan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.
4.2.2.4 Laba
Laba (EARN) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak bersal dari kontribusi penanam modal. Variabel EARN mempunyai koefisien positif sebesar 1,93464E-07 dan p- value sebesar 0,861728673 nilai ini menunjukkan bahwa kenaikan laba tidak mempengaruhi meningkatnya luas pengungkapan perusahaan. Jika laba perusahaan meningkat maka pembuat laporan keuangan, dalam hal ini manajemen perusahaan tidak berniat untuk meningkatkan luas pengungkapan laporan keuangan perusahaan. Dengan kata lain jika laba perusahaan meningkat manajemen perusahaan tidak akan mengungkapkan laporannya secara lebih terperinci, begitu juga sebaliknya jika laba perusahaan menurun manajemen tidak akan menurunkan kualitas pengungkapan dengan menyembunyikan alasan penurunan laba tersebut. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan Suharyani (2000) yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungannya antara laba suatu perusahaan dengan pengungkapan informasi pada suatu perusahaan.
Dari hasil uji regresi di atas dapat disimpulkan bahwa meningkatnya laba perusahaan tidak akan meningkatkan luas pengungkapan yang dibuat oleh
36
perusahaan dalam laporan keuangan perusahaan. Dalam hal ini manajemen perusahaan tidak akan meningkatkan tingkat pengungkapan perusahaan seiring meningkatnya laba yang diperoleh perusahaan. Penelitian ini menggunakan laba positif dan laba negatif sehingga menyebabkan hasil analisis kurang relevan dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik untuk penelitian lebih lanjut sebaiknya lebih memperhatikan laba positif atau laba negatif yang akan digunakan dalam penelitian.
4.2.2.5 Prosentase Perubahan Laba
Variabel perubahan laba (ΔEARN) tidak berbeda dengan variabel laba. Variabel ini mempunyai koefisien negatif sebesar -0,000441088 dan nilai p-value sebesar 0,805529499 hasil ini secara statistik tidak signifikan. Dengan demikian, hasil tersebut mengindikasikan bahwa prosentase perubahan laba berpengaruh negatif terhadap luas pengungkapan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin semakin rendah ketidakpastian prospek perusahaan dimasa mendatang maka semakin tinggi luas pengungkapan laporan keuangan yang harus diungkap oleh perusahaan. Logikanya adalah keberadaan pengungkapan dalam laporan keuangan memungkinkan investor mendapatkan informasi tambahan untuk menilai prospek laba perusahaan di masa mendatang secara lebih akurat, sehingga ketidakpastian tentang prospek perusahaan di masa mendatang menjadi berkurang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menurunnya informasi tentang pengumuman perubahan laba yang menyebabkan ketidakpastian tentang prospek perusahaan dimasa mendatang akan berpengaruh pada meningkatnya luas
37
pengungkapan perusahaan. Keinformatifan pengumuman perubahan laba sangat berguna bagi investor dan kreditor dalam mengambil keputusan investasi karena prosentase perubahan laba dapat dijadikan untuk mengukur prestasi perusahaan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif antara perubahan laba dengan pengungkapan walaupun hasilnya tidak signifikan secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa menurunnya informasi tentang pengumuman perubahan laba akan berpengaruh pada meningkatnya luas pengungkapan perusahaan. Penelitian ini menggunakan perubahan laba dengan bentuk prosentase sehingga mengakibatkan perbedaan hasil analisis dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik lagi untuk penelitian lebih lanjut agar menggunakan data perubahan laba bukan dalam bentuk prosentase.
4.2.2.6 Shareholders’Equity
Variabel ini menunjukkan tingkat kepemilikan perusahaan oleh masyarakat publik. Pengertian publik disini adalah pihak individu yang berada diluar lingkar manajemen dan tidak memiliki hubungan istimewa dengannya. Skala dari variabel ini adalah prosentase saham yang dimiliki oleh publik. Variabel SE (Shareholders’ Equity) mempunyai koefisien sebesar 0,824167264 dan p-value sebesar 0,622616724 nilai ini menunjukkan bahwa meningkatnya SE (Shareholders’ Equity) tidak mempengaruhi tingkat pengungkapan yang dilakukan perusahaan. Artinya shareholders’ equity yang kebanyakan merupakan investor kecil tidak memiliki kekuatan tawar yang seimbang dengan manajemen,
38
sehingga tidak ada perbedaan besarnya tuntutan informasi antara situasi jika mayoritas saham perusahaan dimiliki oleh publik dan jika sebaliknya. Seperti halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Suripto dalam Suharyani (2000), dalam penelitian ini dijelaskan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel shareholders’ Equity dengan luas pengungkapan. Hasil ini juga konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Ainun dan Fuad (2000) yang menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara prosentase kepemilikan saham oleh publik dengan kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Heavy, Hutton, dan Palepu (1999) yang menunjukkan bahwa shrehoders’equity akan meningkat seiring dengan peningkatan pengungkapannya.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa besar kecilnya shareholders’equity yang dimiliki perusahaan tidak akan mempengaruhi luas pengungkapan yang diungkapkan oleh perusahaan. Dengan kata lain tingkat pengungkapan informasi dalam laporan keuangan suatu perusahaan akan tetap ada tanpa dipengaruhi oleh besar kecilnya shareholders’equity. Dalam penelitian ini, variabel shareholders’equity merupakan variabel dummy yang bersifat dikotomi, variabel ini digunakan untuk mengontrol variabel shareholders’equity yang mempunyai data ekstrim yang cukup banyak. Untuk penelitian selanjutnya agar memperhatikan sampel yang akan digunakan untuk memperoleh hasil analisis yang lebih baik.
39
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam bab sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah:
1. Dari analisa regresi dalam penelitian ini yang dijelaskan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa Ho pada pengujian signifikansi biaya pinjaman (Kd), biaya ekuitas (Ke), prosentase kepemilikan manajerial (OWNSP), Laba (EARN), prosentase perubahan laba (ΔEARN), dan shareholders’equity (SE) secara keseluruhan diterima dan Ha ditolak. Dengan kata lain bahwa dari keenam variabel independen yang digunakan hanya variabel Kd yang terbukti berpengaruh terhadap disclosure.
2. Penelitian ini tidak berhasil menunjukkan hasil yang signifikan antara variabel biaya ekuitas, prosentase kepemilikan manajerial, laba, prosentase perubahan laba, dan shareholders’equity terhadap disclosure. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat variabel-variabel lain yang lebih berpengaruh terhadap luas pengungkapan, akan tetapi tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
40
5.2 Keterbatasan
1. Penelitian ini hanya menggunakan sampel perusahaan Manufaktur saja sehingga tidak dapat digunakan sebagai dasar generalisasi.
2. Penelitian ini menggunakan indeks pengungkapan, oleh karena itu keterbatasan utama penelitian ini adalah unsur subyektivitas dalam mengukur luas pengungkapan laporan keuangan perusahaan. Selain itu penilaian item informasi tidak memberi bobot penilaian yang berbeda terhadap tingkat kerincian informasi yang diungkapkan sehingga indeks ungkapan menjadi kasar.
3. Dalam penghitungan biaya ekuitas, pertumbuhan laba dimasa depan diabaikan sehingga hasilnya bersifat statis.
5.3 Implikasi
1. Untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik sebaiknya penelitian berikutnya memperluas sampel penelitian sehingga dapat menggambarkan kelompok sampel yang lebih baik.
2. Penelitian selanjutnya dapat menambah variabel independen yang sesuai dan mempengaruhi secara signifikan dengan luas pengungkapan pada perusahaan di Indonesia terutama yang terdaftar di Bursa Efek.
3. Dalam penghitungan biaya ekuitas sebaiknya memasukkan pertumbuhan deviden sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih baik.
4. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya mempertimbangkan perbaikan dalam penilaian luas pengungkapan dengan memberi bobot pada tingkat
41
kerincian suatu item informasi yang diungkapkan oleh perusahaan sehingga indeks pengungkapan menjadi lebih teliti. Selain itu juga perlu penelaahan lagi untuk mengetahui item pengungkapan yang sesuai dengan keadaan kondisi perekonomian dan perusahaan di Indonesia pada umumnya dan perusahaan yang listing di Bursa Efek.
5. Pengujian dengan pengamatan yang lebih lama mungkin akan memberikan hasil yang lebih baik.
42
DAFTAR PUSTAKA
Aida Ainul Mardiyah, Pengaruh Informasi Asimetri dan Disclosure terhadap cost of Equity Capital, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol. 5, No.2, Hal 229-256, Mei 2002.
Agus Endro Suwarno, Manfaat Informasi Rasio Keuangan dalam Memprediksi Perubahan Laba (Studi Empiris terhadap Perusahaan Go Publik di Bursa Efek Jakarta), Jurnal Akuntansi dan Keuangan, vol. 03, No. 02, September 2004.
Ainun Nai’m dan Fuad Rakhman, Analisis Hubungan Antara Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan dengan Struktur Modal dan Tipe Kepemilikan Perusahaan, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 15, No.1, Hal 70-82, 2000.
Arthur J. Keown, David F. Scott, Jr, John D. Martin, J. William Petty, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Salemba Empat, Jakarta, 2000.
Ani Sidarta dan Juniarti, Pengaruh Kualitas Disclosure Terhadap Biaya Hutang, Simposium Nasional Akuntansi VI, 2003.
Bachtiar, Yanivi S & Sylvia Veronica N.P.S, Hubungan antara Manajemen Laba dengan Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan, Simposium Nasional Akuntansi VI, 2003.
Botosan, Christine A., Disclosure Level and The Cost of Equity Capital, Accounting Review, Vol 72, No.3, Juli 1997.
Djarwanto, Mengenal Beberapa Uji Statistik Dalam Penelitian, Liberty, Yogyakarta, 1996.
Database, PPA, Pasar Modal, FE UGM.
_______, Pojok BEJ, FE UII.
_______, Pojok BEJ, FE Atmadjaya.
Ghozali, Imam dan Anis Chairiri, Teori Akuntansi, Edisi 1, UNDIP, Semarang, 2003.
43
Gulo, Y., Analisis Efek Luas Pengungkapan Sukarela Dalam Laporan Tahunan terhadap Cost of Equity Capital Perusahaan, Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Vol 2, No.1, Hal 45-62, April 2000.
Helfert, Erich A., Analisis Laporan Keuangan (terjemahan Herman Wibowo), Edisi 7, Erlangga, Jakarta, 1995.
Gunawan, Inge dan Djoko Susanto, Pengaruh Kelompok Industri, Basis Perusahaan, Dan Tingkat Return Terhadap Kualitas Pengungkapan Dalam Laporan Tahunan: Studi Empiris Di Birsa Efek Jakarta, Jurnal Akuntansi Dan Manajemen, Hal 75-86, April 2004.
Harjanti Widiastuti, Pengaruh Ungkapan Sukarela dalam Laporan Tahunan terhadap Earning Response Coefficient (ERC), Simposium Nasional Akuntansi 5, Sesi 2/A, IAI Jakarta, Hal 74-86, 2002.
_______________, Manfaat Ungkapan Bagi Komunitas Investasi : Suatu Sintesis, Dian Ekonomi, Vol VI, No.2, Hal 215-230, September 2000.
Hendrikson, Eldon S, Teori Akuntansi, Edisi 4, Erlangga, Jakarta, 1997.
_________________, Teori Akuntansi, Edisi 5, Interaksara, Batam, 2000.
Healy, P.M., Amy p. Hutton, & Krishna G. Palepu, Stock Performance and Intermediation Changes Surrounding Substained Increases in Disclosure, Contemporary Accounting Research, Vol 16, No. 3, 1999.
Indonesian Capital Market Directory (ICMD), BEJ, Jakarta, 2003 dan 2004.
Kasmadi dan Djoko Susanto, Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Luas Pegungkapan Sukarela Dalam Laporan Tahunan Perusahaan-Perusahaan Indonesia, Jurnal Akuntansi Dan Manajemen, Hal 71-88, Desember 2004.
Komalasari, Puput Tri dan Zaki Baridwan, Asimetri Informasi dan Cost of Equity, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol 4, No.1, Hal 64-81, Januari 2001.
Muhammad Firdaus, Ekonometrika suatu Pendekatan Aplikatif, Bumi Aksara, Jakarta, 2004.
Sengupta, Partha, Corporate Disclosure Quality and The Cost of Debt, Thesis University of Hawai, 1998.
44
Simanjuntak, Binsar H., Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol 7, No 3, September 2004.
Subiyantoro, Edy, Hubungan antara Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan dengan Karakteristik Perusahaan Public di Indonesia, Tesis, S2 UGM, Yogyakarta, 1997.
Suripto, Bambang, Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Luas Pengungkapan Sukarela dalam Laporan Tahunan, Jurnal Akuntansi dan Manajemen, Hal 31-44, Desember 2000.
Syamsul Hadi, Memanfaatkan Excel Untuk Analisis Statistik, Ekonisia, Yogyakarta, 2004.
Suharyani, Hubungan Antara Karateristik Perusahaan dengan Luas Pengungkapan Agregat dalam Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan Publik di Indonesia, OPTIMUM, Vol 1, No 1, September 2000.
Triyono dan Jogiyanto Hartono, Hubungan Kandungan Informasi Arus Kas dan Laba Akuntansi dengan Harga atau Return Saham, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol 3, No. 1, Hal 54-68, Januari 2000.
Widarjono, Agus, Ekonometrika Teori dan Aplikasinya, Edisi Pertama, Ekonisia, Yogyakarta, 2005.
Yuniati Gunawan, Analisis Tingkat Pengugnkapan Laporan Tahunan Pada Perusahaan yang terdaftar di BEJ, Media Riset Akuntansi, Auditing Dan Informasi, Vol 1, No.1, Hal 1-24, April 2001.
45
LAMPIRAN 1
INDEKS PENGUNGKAPAN
(JIKA INFORMASI YANG TERTERA PADA ITEM BERIKUT ADA PADA LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN MAKA SKOR YANG DIBERI ADALAH 1, JIKA TIDAK ADA DIBERI NILAI 0)
KETERANGAN
A.UMUM
1. Pendirian Perusahaan
2. Informasi penawaran umum saham perusahaan
3. Informasi obligasi perusahaan
4. Informasi sumber daya manusia
B. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
1. Dasar penyusunan laporan keuangan
2. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
3. Pengakuan pendapatan dan beban
4. Kas dan setara kas
5. Piutang usaha
6. Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa
7. Persediaan
8. Biaya dibayar dimuka
9. Aktiva tetap
10.Sewa guna usaha
11.Informasi segmen
12.Kesejahteraan karyawan
13.Perpajakan
14.Laba / rugi per saham dasar
46
C. KAS DAN SETARA KAS
1. Pengelompokkan informasi berdasarkan jenis kas dan setara kas
2. Penyajian jumlah kas dan setara kas dalam mata uang asing
3. Penyajian jumlah kas dan setara kas dalam mata uang rupiah
4. Informasi tambahan tentang kas dan setara kas
D. PIUTANG USAHA
1. Informasi piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa
2. Informasi piutang kepada pihak ketiga
3. Penyajian jumlah piutang dalam mata uang rupiah
4. Penyajian jumlah piutang dalam mata uang asing
5. Informasi umur piutang
F. PERSEDIAAN
1. Informasi perincian persediaan
2. Informasi penggunaan metode perhitungan persediaan
3. Informasi persediaan dalam tahun berjalan
G.AKTIVA TETAP
1. Daftar pengelompokkan aktiva tetap
2. Penambahan aktiva tetap selama periode berjalan
3. Pengurangan aktiva tetap selama periode berjalan
4. Informasi mengenai penaksiran aktiva tetap
5. Metode depresiasi yang digunakan
6. Daftar akumulasi penyusutan aktiva tetap
H. INVESTASI
1. Pengelompokkan investasi jangka pendek
2. Pengelompokkan investasi jangka panjang
3. Keterangan lebih rinci terhadap investasi jangka pendek
4. Keterangan lebih rinci terhadap investasi jangka panjang
47
I. HUTANG BANK
1. Informasi hutang bank kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa
2. Informasi hutang bank kepada pihak ketiga
3. Informasi suku bunga bank
J. HUTANG USAHA
1. Informasi rincian umur hutang usaha
2. Informasi hutang usaha kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa
3. Informasi hutang usaha kepada pihak ketiga
4. Penyajian jumlah hutang usaha dalam mata uang asing
5. Penyajian jumlah hutang usaha dalam mata uang rupiah
K. HUTANG OBLIGASI
1. Informasi tentang penerbitan obligasi
2. Informasi tingkat bunga obligasi
L. HUTANG WESEL
1. Pengelompokkan hutang wesel berdasarkan tingkat bunga
2. Informasi penerbitan wesel
3. Informasi tingkat bunga pada saat wesel diterbitkan
M. PERPAJAKAN
1. Informasi tentang pajak dibayar dimuka
2. Perincian hutang pajak berdasarkan jenisnya
3. Informasi tentang tagihan pajak
4. Informasi pajak dalam tahun berjalan
N. HUTANG JANGKA PANJANG
1. Informasi hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa
2. Informasi hutang kepada pihak ketiga
3. Informasi tingkat suku bunga
4. Informasi hutang dalam tahun berjalan
48
O. AKTIVA DALAM MATA UANG ASING
1. Perincian aktiva dalam mata uang asing
2. Penyajian jumlah aktiva dalam mata uang asing
3. Penyajian jumlah aktiva dalam mata uang rupiah
P. KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING
1. Perincian kewajiban dalam mata uang asing
2. Penyajian jumlah kewajiban dalam mata uang asing
3. Penyajian jumlah kewajiban dalam mata uang rupiah
Q. DEVIDEN
1. Informasi jumlah deviden yang akan dibagikan
2. Jenis deviden yang akan dibagikan
3. Waktu pembagian deviden
4. Informasi pembagian deviden
R. PENJUALAN
1. Informasi rincian penjualan
2. Catatan penjualan kepada pihak ketiga
3. Catatan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa
S. INFORMASI SEGMEN
1. Definisi mengenai segmen
2. Informasi berdasarkan bidang usaha
3. Informasi berdasarkan letak geografis
T. MODAL SAHAM
1. Jumlah saham tercatat
2. Nilai saham tercatat
3. Jumlah saham dikeluarkan
4. Nilai saham dikeluarkan
5. Informasi nama pemegang saham
49
6. Informasi jenis saham
7. Informasi prosentase kepemilikan saham
8. Informasi perubahan modal saham
U. LAIN-LAIN
1. Informasi mengenai kewajiban bersyarat
2. Informasi terhadap perjanjian penting yang dilakukan oleh perusahaan
3. Informasi tentang ikatan modal
4. Informasi mengenai pihak yang mempunyai hubungan istimewa
5. Informasi laba per saham
6. Informasi rugi per saham
7. Dana pensiun
8. Pos luar biasa
9. Informasi mengenai beban usaha
10.Informasi tentang beban bunga
11.Informasi terhadap beban pokok penjualan
12.Informasi tentang biaya di bayar dimuka
13.Peristiwa setelah tanggal neraca
14.Reklasifikasi akun
15.Restrukturisasi hutang
16.Kondisi ekonomi
17.Informasi tentang konsolidasi perusahaan
SKOR TOTAL :
SKOR YANG DIPEROLEH :
PROSENTASE PEMENUHAN :
50
LAMPIRAN 2
NAMA PERUSAHAAN MANUFAKTUR
1.
ACAP
(Andhi Candra Automotive Products)
2.
ADES
(Ades Alfindo Putrasetia)
3.
ADMG
(GT Petrochem Industries)
4.
AKPI
(Argha Karya Prima Industri)
5.
ALMI
(Alumindo Light Metal Industry)
6.
AMFG
(Asahimas Flat Glass)
7.
APLI
(Asiaplast Industri)
8.
AQUA
(Aqua Golden)
9.
ARGO
(Argo pantes)
10.
ARWANA
(Arwana Citra Mulia)
11.
ASGR
(Astra Graphia)
12.
ASII
(Astra International)
13.
AUTO
(Astra Otoparts)
14.
BATA
(Sepatu BATA)
15.
BRAM
(Branta Mulia)
16.
BRPT
(Barito Pasific)
17.
CTBN
(Citra Tubindo)
18.
DNKS
(Dankos Laboratories)
19.
DSUC
(Daya Sakti Unggul)
20.
DVLA
(Darya Varia Laboratoria)
21.
DYNA
(Dynaplast)
22.
EKAD
(Eka Dharma Tape)
23.
ERTX
(Eratex Jaya)
24.
ESTI
(Evershine)
25.
FASW
(Fajar Surya Wisesa)
26.
GDWU
(Kasogi International)
27.
GDYR
(Good Year Indonesia)
28.
GGRM
(Gudang Garam)
29.
GJTL
(Gajah Tunggal)
30.
GT KI
(GT Kabel Indonesia)
31.
HDTX
(Panasia Indosyntec)
32.
HEXA
(Hexindo Adiperkasa)
33.
IIKP
(Inti Indah Karya Plasindo)
34.
IKAI
(Intikeramik Alamasari)
51
35.
IKBI
(Sumi Indo Kabel)
36.
INKP
(Inti Indah Kiat Pulp & Paper)
37.
IMAS
(Indomobil Sukses)
38.
INA
(Davomas Abadi)
39.
INAF
(Indofarma)
40.
INCI
(Intanwijaya International)
41.
INDF
(Indofood Sukses Makmur)
42.
INDR
(Indorama Syntetic)
43.
INDS
(Indospring)
44.
INTD
(Inter Delta)
45.
INTP
(Indocement)
46.
JPRS
(Jaya Pari Steel)
47.
KAEF
(Kimia farma)
48.
KARW
(Karwell Indonesia)
49.
KBLM
(Kabelindo Murni)
50.
KDSI
(Kedawung Setia)
51.
KLBF
(Kalbe Farma)
52.
KONI
(Perdana Bangun Pusaka)
53.
LION
(Lion Metal)
54.
LMPI
(Langgeng Makmur)
55.
LMSH
(Lionmesh Prima)
56.
LPIN
(Multi Prima Indonesia)
57.
LTLS
(Lautan Luas)
58.
MTDL
(Metrodata Electonik)
59.
MLBI
(Multi Bintang)
60.
MLPL
(Multi Polar)
61.
MP
(Modern Photo Film)
62.
MR
(Mustika Ratu)
63.
NIPS
(Nipress)
64.
PAFI
(Panasia Filament Inti)
65.
POLY
(Polysindo Eka Perkasa)
66.
PRAS
(Prima Alloy Steel)
67.
PSDN
(Prasidha Aneka Niaga)
68.
PYFA
(Prydam Farma)
69.
RDTX
(Roda Vivatex)
70.
SAIP
(Srby Agung Industri Pulp & Kertas)
71.
SCPI
(Schering Plough Indonesia)
52
72.
SIMA
(Siwani Makmur)
73.
SKLT
(Sekar Laut)
74.
SMCB
(Semen Cibinong)
75.
SMGR
(Semen Gresik)
76.
SMPL
(Summiplast)
77.
SOBI
(Sorini Corporation)
78.
SPMA
(Suparma)
79.
SRSN
(Sarasa Nugraha)
80.
SS
(Selamat Sempurna)
81.
SSTM
(Sunson Textile)
82.
STTP
(Siantar Top)
83.
SUDI
(Surya Dumai)
84.
TBLA
(Tunas Baru Lampung)
85.
TBMS
(Tembaga Mulia Semanan)
86.
TCID
(Mandom Indonesia)
87.
TEJA
(Texmaco Jaya)
88.
TFCO
(Tifico)
89.
TIRT
(Tirta Mahakam)
90.
TKIM
(Tjiwi Kimia)
91.
TOTO
(Surya Toto Indonesia)
92.
TURI
(Tunas Ridean)
93.
UNC
(Unggul Indah Cahaya)
94.
UNTR
(United Tractor)
53
LAMPIRAN 3 : DAFTAR PERHITUNGAN BIAYA PIMJAMAN (Kd)
No.
Nama
beban pajak
lsp
pjk
utang
biaya bunga
Kd
1
ACAP
4539564377
1.4008E+10
0.3240671
24515824724
176149358
119065149.9
2
ades
1907745325
1.7191E+10
0.1109739
1.01798E+11
2220387971
1973982829
3
admg
5.6985E+10
2.0492E+11
0.2780827
6.60115E+12
4.1954E+10
30287281423
4
akpi
4.6532E+10
1.139E+11
0.408526
7.43416E+11
1.1347E+10
6711576331
5
ALKA
898285000
2777205000
0.3234493
65936854000
0
0
6
ALMI
1.8382E+10
4.3326E+10
0.4242781
6.82578E+11
4.0571E+10
23357487753
7
AMFG
7.1746E+10
1.6309E+11
0.4399119
6.26771E+11
797067000
446427748.7
8
APLI
157107411
430749987
0.3647299
1.46515E+11
1.1082E+10
7040042867
9
AQUA
2.8703E+10
6.2946E+10
0.4559879
2.46457E+11
172913747
94067164.2
10
argo
7700415000
6.1477E+10
0.1252573
2.12475E+12
7.2985E+10
63843514747
11
ARWANA
8534331160
2.1053E+10
0.4053664
1.17864E+11
1.0868E+10
6462623144
12
ASGR
4426918926
2.1414E+10
0.2067285
3.72112E+11
1.3486E+10
10698176649
13
ASII
1.8916E+12
5.1477E+12
0.3674602
1.38983E+13
6.5606E+11
4.14982E+11
14
AUTO
6.37E+10
2.3222E+11
0.2743077
6.23945E+11
8546000000
6201766705
15
BATA
1.8393E+10
3.5931E+10
0.5119094
73832722000
4576641000
2233815430
16
BATI
1.8142E+10
4.9939E+10
0.3632832
2.24651E+11
0
0
17
BRAM
9171929000
1.0584E+11
0.0866609
7.7846E+11
25807008
23570548.48
18
BRPT
9.1728E+10
1.9653E+11
0.4667296
3.84449E+12
4.5466E+11
2.42455E+11
19
CTBN
3856510000
1.614E+10
0.2389414
1.80744E+11
523990000
398787076.9
20
DLTA
1.7249E+10
3.8227E+10
0.4512356
70658460000
0
0
21
DNKS
5.0596E+10
1.2608E+11
0.4012871
4.25842E+11
3.8348E+10
22959661833
22
DSUC
2967261081
2.5458E+10
0.1165546
3.28658E+11
1.6925E+10
14952662998
23
DVLA
2.4561E+10
4.6394E+10
0.5294006
1.0008E+11
6610821000
3111048182
24
DYNA
2.247E+10
5.3247E+10
0.4219898
3.42292E+11
1.922E+10
11109177269
25
EKAD
1053208710
4342120809
0.2425563
11037348299
57375581
43458772.99
26
ERTX
670815000
4.9248E+10
0.0136212
2.62717E+11
1.7704E+10
17462415597
27
ESTI
1.1693E+10
2.9684E+10
0.3939031
2.14371E+11
8174949194
4954811042
28
FASW
2.7349E+10
5.2902E+10
0.5169693
1.56038E+12
6.5866E+10
31815464641
29
GDWU
1.0305E+10
9.2157E+10
0.111816
8.46971E+11
5.58E+10
49560808574
30
GDYR
8779443000
1.4885E+10
0.5898368
1.10967E+11
617864000
253425049
31
GGRM
7.9074E+11
1.8387E+12
0.4300608
6.36802E+12
3.3874E+11
1.93063E+11
32
GJTL
2.1024E+11
4.0411E+11
0.5202588
1.09196E+13
6.6339E+10
31825749413
33
GT KI
1769701584
2.8688E+10
0.0616878
3.31154E+11
42802662
40162260.06
34
HDTX
4788943524
6.3604E+10
0.0752936
1.26863E+12
63732697
58934029.79
35
HEXA
2.0322E+10
4.2514E+10
0.4780173
3.777E+11
6595655354
3442818310
36
HMSP
7.6729E+11
1.4322E+12
0.5357385
4.19784E+12
0
0
37
IIKP
74443618
523766731
0.1421312
13912797566
988378734
847899233.2
38
IKAI
816459649
3951663587
0.2066116
6.48058E+11
8470061914
6720048628
39
IKBI
3338092904
9691099804
0.3444493
60442258374
281329469
184425719.9
40
INKP
4.9731E+11
2.8663E+12
0.1735004
3.81322E+13
2.6073E+12
2.15497E+12
41
IMAS
3.3957E+11
4.574E+10
7.4237885
2.44689E+12
3.0807E+11
-1.979E+12
42
INA
1.5044E+10
9.2016E+10
0.1634941
3.03427E+11
5971628542
4995302792
43
INAF
3.7663E+10
1.3004E+11
0.2896172
3.68015E+11
4.0945E+10
29086692724
44
INCI
3278605785
8007222391
0.4094561
24155676657
164913043
97388397.07
45
INDF
3.102E+11
7.2093E+11
0.4302813
1.05523E+13
9.9562E+11
5.67225E+11
54
46
INDR
2.2164E+10
4839330000
4.5800162
3.04639E+12
6.5038E+10
-2.3284E+11
47
INDS
2272101187
4467761110
0.5085548
2.01541E+11
5992320591
2944897420
48
INTD
508234932
286401701
1.7745528
68343313292
123260516
-95471774.2
49
INTP
2.6399E+11
5.5529E+11
0.475412
5.61061E+12
2.3397E+11
1.22737E+11
50
JKSW
1.65E+10
3.8219E+10
0.4317281
7.01558E+11
0
0
51
JPRS
5968194075
1.1422E+10
0.5225364
35707232266
4997711112
2386225026
52
KAEF
3.3607E+10
4.2929E+10
0.7828638
6.1231E+11
1.2316E+10
2674235760
53
KARW
3057000000
2.6562E+10
0.1150892
3.69948E+11
2.6076E+10
23074933363
54
KBLM
1.7887E+10
4.563E+10
0.392002
70039884847
6244552650
3796675440
55
KDSI
6207491988
2.8069E+10
0.221155
2.67236E+11
1.1624E+10
9052985206
56
KLBF
1.6114E+11
3.7281E+11
0.432215
1.4249E+12
6.6119E+10
37541199932
57
KOMI
1.7592E+10
4.2162E+10
0.4172383
83822879609
0
0
58
KONI
127945230
334020944
0.3830455
35242177860
478616833
295284793.9
59
LION
5865285376
1.255E+10
0.4673476
16450096785
28440086
15148678.85
60
LMPI
5587825337
4.0153E+10
0.139163
4.88601E+11
4.2616E+10
36685017250
61
LMSH
917633756
1709267724
0.5368578
21445371621
697266608
322933572
62
LPIN
95978729
594891376
0.1613382
45621245169
1758880030
1475105417
63
LTLS
4005258825
1.9971E+10
0.2005516
7.75833E+11
7.056E+10
56409297970
64
MTDL
1.2841E+10
8281208520
1.5506507
1.99144E+11
1.092E+10
-6013232217
65
MERCK
2.1553E+10
5.0584E+10
0.4260729
40818614000
0
0
66
MLBI
4.1626E+10
9.0222E+10
0.4613731
2.14707E+11
4000000
2154507.77
67
MLPL
1.364E+10
1.8997E+10
0.7180039
6.64869E+11
5.8524E+10
16503454073
68
MP
1.5812E+10
1.1053E+10
1.4304949
8.05551E+11
3.3683E+10
-1.45E+10
69
MR
4310111624
1.0766E+10
0.4003483
40770369375
1938153209
1162216845
70
NIPS
1611510999
2385331992
0.6755919
48002247909
8490186148
2754285063
71
pafi
1.1492E+10
5.3978E+10
0.2128945
6.33908E+11
5445499647
4286182822
72
PBRX
2452309853
5932282320
0.4133839
38170578493
0
0
73
PLAS
59456619
1362740996
0.0436302
22271888981
1807284418
1728432295
74
POLY
727250633
1.169E+12
0.0006221
1.60103E+13
8.7857E+11
8.78023E+11
75
PRAS
3708832479
1.0096E+10
0.3673747
2.54681E+11
1.2119E+10
7666989423
76
PSDN
4764711664
4.3399E+10
0.1097877
2.61877E+11
5.3937E+10
48015329123
77
PYFA
728693131
618707499
1.1777668
7556315752
748756851
-133104085
78
RDTX
1748666370
6679443668
0.2617982
50633957441
16020090
11826059.18
79
RYAN
219237854
7235636453
0.0302997
12493250140
0
0
80
SAIP
8831413608
5.4016E+11
0.0163497
3.7175E+12
1.0318E+11
1.0149E+11
81
SCPI
2910125069
2393347377
1.2159226
52172123337
5180552039
-1118598057
82
SHDA
9.26E+10
2.2064E+11
0.4196825
1.43781E+11
0
0
83
SIMA
1651590931
2.9444E+10
0.0560935
15745875967
706559552
666926126.8
84
SKLT
935547518
1.0862E+10
0.0861277
4.4659E+11
2888610137
2639820777
85
SMCB
0
1.8741E+12
0
4.99059E+12
4.702E+10
47020000000
86
SMGR
1.8183E+11
4.0836E+11
0.4452696
3.07936E+12
4.0302E+11
2.23569E+11
87
SMPL
961805024
473676533
2.0305102
74992528719
1443376752
-1487414442
88
SOBI
1.5085E+10
3.5449E+10
0.4255444
1.99841E+11
5917022000
3399066163
89
SPMA
1.1746E+10
1.1226E+10
1.0463627
8.1005E+11
3.4992E+10
-1622342930
90
SQBB
1.5356E+10
2.8169E+10
0.5451541
48945822000
0
0
91
SRSN
3.0742E+10
4.0862E+10
0.75232
80411791000
335924000
83201649.98
92
SS
2.4155E+10
4.7898E+10
0.5042924
2.11221E+11
1.767E+10
8758996578
93
SSTM
8900427796
1997839523
4.4550264
5.74359E+11
3.9157E+10
-1.3529E+11
55
94
STTP
1.4761E+10
3.1182E+10
0.473381
2.05009E+11
3733947953
1966367769
95
SUDI
5515722359
1.7047E+11
0.0323567
1.14168E+12
6.4248E+10
62169518029
96
SUGI
578090270
1296738307
0.4458033
19614985656
0
0
97
TBLA
2.1586E+10
2.5238E+10
0.8552836
6.4589E+11
4.5743E+10
6619786788
98
TBMS
3829657327
7960321790
0.4810933
4.42706E+11
4164846801
2161166989
99
TCID
2.8269E+10
6.2496E+10
0.4523331
43777147280
146578333
80276108.36
100
TEJA
5221809296
2.9109E+11
0.0179387
1.90971E+12
3.9266E+10
38561848647
101
TFCO
1.2683E+10
8.6012E+10
0.1474526
1.64071E+12
3.2169E+10
27425922122
102
TIRT
3053423909
5963807462
0.5119924
3.59875E+11
1.4268E+10
6962945588
103
TKIM
1.105E+11
3.027E+11
0.3650412
1.69945E+12
109736162
69677941.85
104
TOTO
2.0067E+10
3.1684E+10
0.6333698
4.25676E+11
6607339004
2422450000
105
TURI
3.7879E+10
8.2142E+10
0.4611405
1.01681E+12
3844000000
2071376056
106
UNC
4.2435E+10
7.4245E+10
0.5715497
1.63544E+12
6.054E+10
25938315213
107
UNTR
5.8007E+11
3.1049E+11
1.8682582
4.7536E+12
2.247E+11
-1.951E+11
108
UNVR
5.3401E+11
1.2858E+12
0.4153243
1.31185E+12
0
0
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: